Media Informasi Terkini

Penting, Panduan Lengkap Aqiqah Sesuai Syariat Islam

Penting, Panduan Lengkap  Aqiqah Sesuai Syariat Islam
Penyembelihan Hewan Aqiqah

Aqiqah merupakan penyembelihan hewan peliharaan seperti kambing, sapi atau unta untuk bayi yang baru lahir, ini semua di lakukan semata-mata mengharap ridlo dari Allah Swt dan menjalankan sunnah Nabi.

Adapun hukum mengenai aqiqah yakni sunnah muakkad, ulama tidak menghukumi wajib, sebab, aqiqah merupakan bentuk mengalirkan darah hewan, yang bukan di sebabkan adanya jinayat atau nazar.

Dalil Hadits Mengenai Aqiqah


Kesunnahan meng-aqiqahi bayi dengan hewan peliharaan seperti kambing, sapi atau unta ini berdasarkan hadits Nabi Muhammad Saw. Dan para sahabat melaksanakan aqiqah.
Sabda Nabi Muhammad Saw


مع الغلام عقيقة فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى


Bersamaan dengan lahirnya seorang anak aqiqahnya, maka sembelihlah hewan sebagai ganti, dan singkirkanlah kotoran darinya.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah  


Waktu pelaksanaan aqiqah untuk bayi boleh di laksanakan di hari ke tujuh dari kelahiran atau pasca kelahiran, lalu, bagaimana jika menyembelih hewan sebelum lahirnya bayi, Tapi, di niatkan aqiqah.

Maka, tidak di anggap sebagai aqiqah, hanya menyembelih hewan yang di peruntukkan untuk bayi saja, batas maksimal aqiqah yakni sampai usia bayi menginjak baligh, kalau sudah melewati usia baligh, maka haq orang tua untuk meng-aqiqahi anaknya menjadi gugur.

Lalu bagaimana caranya untuk tetap ber-aqiqah, meskipun orang tuanya telah gugur untuk meng-aqiqahi dirinya, maka ia tetap di sunnahkan  ber-aqiqah untuk dirinya sendiri, bukan aqiqah yang di berikan orang tuanya. Kesunnahan aqiqah itu di hari ketujuh dari kelahiran si bayi, ini berlandaskan hadits Nabi:

الغلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم السابع


Maksud Lafad مرتهن di sini, menurut Imam Ahmad Bin Hambal yaitu seorang anak tidak akan memberikan syafaat kepada orang tuanya kelak di hari kiamat, kecuali orang tua tersebut telah meng-aqiqahkan hewan kepada anaknya semasa di dunia.

Namun, para ulama memberi batasan orang tua yang tidak meng-aqiqahkan hewan untuk bayinya, yakni orang tua yang memang tidak mempunyai hewan atau ada hewan, namun, tidak mampu untuk membelinya, (Fakir miskin).

Jumlah Hewan Aqiqah


Penting, Panduan Lengkap  Aqiqah Sesuai Syariat Islam
Hewan Aqiqah



Syarat sempurnanya hewan aqiqah untuk anak laki-laki dua ekor kambing, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing.

Syarat sempurna hewan aqiqah ini berlndaskan hadits Nabi Muhammad yang di riwayatkan oleh Sayyidah Aisyah:

Sesunnguhnya Rasulullah Saw memerintahkan kepada para sahabatnya untuk meng-aqiqahkan dua ekor kambing untuk anak laki-laki yang lahir dan satu ekor kambing untuk anak perempuan”.

Hadits di atas ini merupakan syarat sempurnanya aqiqah, sedangkan minimalnya mengeluarkan hewan aqiqah yakni 1 ekor kambing baik untuk bayi laki-laki atau bayi perempuan.

Keterangan ini berlandaskan hadits Nabi Muhammad saw.

Rasulullah meng-aqiqahkan satu ekor kambing untuk Sayyidina Hasan

Lalu bagaimana jika tidak mampu untuk membeli satu ekor kambing, apakah boleh ber-aqiqah dengan hewan selain yang telah di sebutkan.

Boleh ber-aqiqah dengan hewan yang ia mampu untuk membelinya serta halal, ini mengikuti pendapatnya Imam Ibnu Abbbas seperti ayam, bebek.

Syarat Hewan Aqiqah  


Syarat hewan yang akan di aqiqahkan harus memenuhi 2 kriteria, yang pertama kambing jenis domba harus berumur 1 tahun, kalau kambing kacang berumur 2 tahun.

Kambing yang akan di jadikan aqiqah harus dalam keadaan sehat, tidak ada cacat atau sakit yang mempengaruhi kadar dagingnya.

Syarat Dan Adab Menyembelih Hewan Aqiqah


Di sunnahkan membaca bismillah saat mau melakukan penyembelihan, lalu takbir dan menyebutkan nama bayi yang akan menjadi tujuan hewan aqiqah tersebut

Memakai pisau yang sangat tajam, agar ketika proses penyembelihan hewan lekas mati, sebab, kalau pisau yang di gunakan tidak tajam, kasian hewan yang di sembelih merasa kesakitan yang sangat.

Memastikan pada bagian kerongkongan, tenggorokan, atau dua urat leher itu telah terpotong dengan pasti. Dan tidak di perbolehkan memutus kepala hewan sebelum benar-benar mati.

Di anjurkan saat mengasah pisau tidak di hadapan hewan yang akan di sembelih, sebab, jika hewan stress, maka akan mempengaruhi kadar daging hewan tersebut, juga kasihan dan juga jangan menyembelih hewan di dekat hewan lain yang juga akan di sembelih.

Sunnah hewan di hadapkan ke arah barat, posisi lambung sebelah kanan berada di arah bawah,

Di anjurkan hewan aqiqah untuk di ikat atau kalau tidak harus di pegang erat-erat agar tidak bisa gerak.

Kesunnahan Yang Berkaitan Dengan Aqiqah


Aqiqah sunnah di laksanakan hari ketujuh dari kelahiran anak, ini berlandaskan hadits nabi.

Sunnah juga memberi nama pada saat pelaksanaan aqiqah, ini juga berlandaskan hadits nabi muhammad saw.




Sunnah tulang hewan aqiqah tidak di pecah, namun, memotong dari ruas-ruasnya, ini di lakukan agar anak memperoleh kebaikan yang berupa anggota badannya selamat dari cacat.

Sunnah juga hewan hasil sembelihan untuk di masak terlebih dahulu sebelum di sedekahkan dan juga kuah dagingnya untuk di maniskan, ini di lakukan agar anak kelak akhlaknya bagus dan juga sunnah memberi yang manis karena Nabi Muhammad Saw suka yang manis.

Di sunnahkan ketika proses penyembelihan hewan aqiqah sebaik sesaat setelah matahari terbit karena tafa’ulan, dan juga sunnah bagi orang yang menyembelih untuk membaca:

Bismillahi Wallahu akbar, Allahumma hadzihi minka wa ilaika” dan membaca “Allahumma Hadzihi ‘aqiqatu (......menyebutkan nama bayi yang di aqiqahi).

Untuk anggota hewan aqiqah baik daging, tulang atau kulit tidak di perbolehkan untuk di jual.
Aqiqah Anak Yang Telah Meninggal Dunia

Lalu bagaimana jika ada bayi yang baru lahir kemudian meninggal dunia sebelum menginjak hari ketujuh, apakah masih sunnah untuk di aqiqahi atau tidak.

Bayi yang baru lahir kemudian meninggal dunia sunnah untuk di aqiqahi, meskipun tidak sampai berumur tujuh tahun, jika orang tua dari bayi tersebut mampu, 
Aqiqah Anak Yang Sudah Baligh

Anak yang sudah menginjak usia baligh, tapi, belum di aqiqahi, maka hak orang tua untuk meng-aqiqahi anaknya menjadi gugur.

Bagi anak yanag sudah baligh, Tapi, belum di aqiqahi oleh orang tuanya, maka ia berhak untuk aqiqah sendiri, jika ia sudah mampu untuk melaksanakan (Tidak fakir miskin).

Fungsi Dari Aqiqah 


Pasti dalam hati kita bertanya-tanya kenapa aqiqah ini sunnah untuk anak yang baru lahir, sebenarnya apa sih fungsi aqiqah itu, Nah, kali ini mursyid hasan akan memberikan penjelasan mengenai fungsi aqiqah, 

Fungsi aqiqah ialah agar kelak di akhirat si anak di beri iain oleh Allah Swt, untuk memberikan syafaat (pertolongan) kepada orang tuanya.

Imam Syaukani bekata, “kalau anak melakukan aqiqah dengan sendirinya, apakah nantinya anak tersebut bisa tetap memberikan syafaat pada orang tua, sedangkan ia melaksanakan aqiqahnya sendiri, bukan aqiqah dari orang tuanya.

Menurut pendapat ulama, ia anak tersebut masih bisa memberikan syafaat meskipun ia sendiri yang ber-aqiqah. Pendapat ini merujuk pendapatnya Imam Ahmad Ni Hambal.


Hikmah Di Syariatkan Aqiqah Untuk Bayi


Penting, Panduan Lengkap  Aqiqah Sesuai Syariat Islam
Aqiqah Untuk Bayi




Bersyukur kepada Allah Swt karena telah memudahkan proses persalinan dengan lancar, dan juga bersuka cita atas lahirnya seorang anak ke dunia, dengan demikian sudah selayaknya bagi orang tua yang di karuniai seorang anak untuk bersyuukur kepada Allah Swt.

Kasih sayang orang tua dengan mempublikasikan anaknya kepada masyarakat serta memasyhurkan nasab anaknya, hal ini perlu untuk di lakukan agar tidak ada omongan yang tidak di inginkan terhadap anaknya.

Menumbuhkan sifat kedermawanan pada masyarakat, dan menentang kebathilan yang merupakan bawaan dari nafsu.

Menyenangkan hati keluarga, famili, sahabat dan orang-orang fakir dengan mengumpulkan mereka agar terjadi saling mengasihi.

Demikianlah penjelasan menegenai aqiqah semoga bermanfaat untuk kita semua. Aminnn..

















Tag : Islam
0 Komentar untuk "Penting, Panduan Lengkap Aqiqah Sesuai Syariat Islam"

Back To Top