Media Informasi Terkini

Syeikhona Kholil bangkalan Dengan secarik Kertas

Syeikhona Kholil bangkalan  Dengan secarik Kertas


Rakyat Indonesia pasti mengenali sosok seorang kyai, tokoh dan seorang wali, beliau  di lahir di Madura serta meninggal dunia di Madura Juga.

Beliau sejak kecil selalu istiqomah untuk mempelajari ilmu-ilmu agama sampai beliau hijrah ke makkah untuk membinangi suatu Fan ilmu.

Ilmu alfiyah yang di karang oleh Syeikh Malik Andalusia, pertama kali di bawan ke Negara Indonesia oleh Syeikhona Kholil Bangkalan Madura.

Singkat cerita saat Syeikhona Kholil bangkalan sudah pulang dari makkah dan menetap di Kota Madura, karena kealiman dan ketawadlu’an beliau, sehingga ketika ada acara-acara yang di helat oleh msyarakat sekitar, atau ada tahlilan beliau selalu memimpin.

Nah, ketika ada warga kota Madura meninggal dunia, sudah menjadi tradisi yang erat , yakni meminta tolong kepada Syeikhona Kholil untuk memimpin Tahlilan pada malam hari.

Ketika menjelang malam semua masyarakat berbondong-bondong untuk mendoakan warga yang meninggal dunia, tak lepas Syeikhona kholil turut hadir mendoakan mayit tersebut.

Yang sudah menjadi tradisi warga NU khususnya saat mendoakan mayit yang di baca surat yasin tahlil lengkap dan di sempurnakan dengan do’a


Syeikhona Kholil bangkalan  Dengan secarik Kertas






Ketika Beliau Syeikhona kholil membaca beberapa kalimat Tauhid, lalu berliau berdoa dalam doanya hanya doa kebaikan kedua orang tua, karena merasa jangkal sang tuan rumah karena Syeikhona kholil membaca satu kalimat Tauhid sja (Lailaha’illallah) dan di sempurnakan dengan doa kebaikan untuk kedua orang tua saja.

Lalu tuan rumah tersebut memprotes Syeikhona kholil lantaran membaca tahlil dan doa terlalu pendek tidak seperti biasanya, Syeikhona Kholil hanya tersenyum, beliau tidak menjawab protes dari tuan rumah, beliau hanya menyuruh warga untuk membawa sapi 9 ketempat tersebut.

Ketika semua sapi terkumpul beliau menulis lafad La’ilaha’illallah lalu beliau menimbang ke 9 sapi tersebut dengan secarik kertas berlafad Lailahaillallah.

Subhanallah, ketika di timbang ternyata bobot Kalimat Lailahaillallah itu lebih berat dari pada 9 sapi, ini menandakan betapa agungnya kalimat Lailallahaillallah.

Dari kisah ini kita bisa mengambil hikmah yang terkandung dari kisah Syeikhona Kholil, bahwa kita jangan sampai meremehkan kalimat-kalimat Allah Swt, apalagi memprotes seorang wali, yang belum kita tahu kebenarannya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk semuanya




Tag : hikayah
0 Komentar untuk "Syeikhona Kholil bangkalan Dengan secarik Kertas"

Back To Top