Media Informasi Terkini

Panduan Terlengkap Penjelasan Puasa Ramadlan

Panduan Terlengkap Penjelasan Puasa Ramadlan


Puasa merupakan menahan diri selama sehari penuh dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa dengan di sertai niat yang sudah di sepakati oleh ulama’ . Sebab, kalau tidak di sertai niat puasa, meskipun tidak makan dan tidak minum serta menjauhi larangan yang dapat membatalkan puasa, maka  tidak di anggap sebagai puasa.

Puasa merupakan salah satu rukun islam yang ke 3 dan wajib bagi seorang muslim untuk mengerjakan puasa selama dirinya mampu melakukan Ibadah puasa, kalau tidak mampu maka harus membayar fidyah.

Di syariatkan puasa yakni pada tanggal 10 Sya’ban tahun kedua hijriyah yakni setelah nabi Muhammad Saw hijrah ke madinah atau setelah Kiblat umat islam berpindah dari masjidil aqsa ke masjidil haram.

Perintah puasa  berlandaskan al-qur’an


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Di wajibkan atas umat Nabi Muhammad Saw untuk melakukan puasa, sebagaimana Allah Swt telah  mewajibkan atas orang-orang sebelum Umat Muhammad Saw.

Menurut sebagian al-Mufassrin mengatakan yang di maksud ayat “Min Qobblikum” yaitu orang Nasrani, ada juga yang berpendapat dengan ahlu kitab, sebagian yang lain mengatakan semua umat sebelum umat Nabi Muhammad Saw. 

Namun puasa yang di lakukan oleh umat terdahulu prakteknya tidak sama dengan puasa yang di lakukan oleh umat Nabi Muhammad Saw, seperti puasa tanpa bicara, puasa setahun.

Untuk puasa yang di lakukan oleh umat Nabi Muhammad Saw ada tata cara tertentu yang membedakan dengan puasanya umat terdahulu, di antaranya?

Syarat-Syarat Wajib Puasa


Islam

Syarat yang mengesahkan untuk berpuasa salah satunya islam, ahlu kitab, selainnya tidak bisa mengesahkan baik murtad atau kafir dzimmi, (kafir yang mematuhi peraturan agama islam).

Baligh


Baligh merupakan pengalihan usia  mulai masa kekanak-kananan menuju usia remaja, Syarat yang kedua untuk bisa melakukan puasa yakni baligh, usia baligh ini bisa di capai kalau seorang anak itu sudah pernah mengalami 3 hal berikut

a. Keluar mani, keluar mani ini bisa terjadi pada anak laki-laki dan anak perempuan
b. Keluar darah haid, darah haid ini darah kotor yang terjadi pada anak perempuan
c. Menurut kesepakatan para ulama, usia anak yang bisa di katakan baligh yakni untuk laki-laki usia 15 tahun dan untuk anak perempuan minimal usia sudah mencapai 9 tahun.

Berakal sehat


Sehat disini akalnya masih normal dan berfungsi, kalau akalnya sudah tidak normal, maka sudah tidak ada kewajiban untuk berpuasa semisal gila, atau sudah pikun. Dan tidak harus membayar fidyah
Selain dari gila atau pikun tetap di wajiban untuk berpuasa, semisal orang sudah tua tidak mampu untuk berpuasa atau orang sakit yang sudah tidak ada harapan utnuk hidup, maka baginya boleh tidak berpuasa, namun bagi walinya, memliki tanggungan untuk membayar fidyah.

Mampu berpuasa


Mampu puasa sehari penuh merupakan syarat sah berpuasa, kalau tidak mampu untuk berpuasa sehari penuh, dengan alasan yang di benarkan oleh syara’ seperti orang sakit yang parah, perjalana jauh, sudah tua. 

Maka syara’ memperbolehkan tidak puasa, Tapi, setelah selesai melakukan puasa, ia memiliki kewajiban mengqodlo’ puasa yang di tinggalkan, sebab alasan yang di benarkan oleh syara’

Syarat Yang Mengesahkan Puasa


Islam

Syarat yang mengesahkan untuk berpuasa salah satunya islam, ahlu kitab, selainnya tidak bisa mengesahkan baik murtad atau kafir dzimmi, (kafir yang mematuhi peraturan agama islam). Ini berlandaskan dalil al-qur’an.

Wahai orang-orang yang beriman di wajibkan atas kamu untuk berpuasa, seperti yang telah aku wajibkan terhadap umat-umat sebelum kamu.

Beriman kepada Allah Swt
Berimana kepada malaikat Allah Swt
Beriman kepada kitab-kitab Allah Swt
Berimana kepada utusan Allah Swt
Beriman kepada hari akhir

Tamyis


Tamysi merupakan kekuatan daya pikir seorang anak yang mampu menentukan beberapa makna, seorang anak bisa di katakan mumayyis kalau anak itu mampu menjawab pertanyaan dari lawan bicaranya semisal di suruh beli rokok ia akan menjawab tidak atau iya, ini yang di maksud mampu menjawab.

Kalau menjawab tidak sesuai pertanyan maka belum di katakan mumayyis.

Ulama berbeda pendapat mengenai batasan tamyis, ada yang mengatakan tamyis itu di batasi dengan usia, ada juga tidak membatasi dengan usia. Pendapat yang di pilih yakni tamyis tidak di batasi dengan usia.

Contoh idelanya” saya menyuruh anak kecil memeli makanan seharga 10 ribu, sedangkan uang yang saya kasih 15 ribu, otomatis uang kembaliannya 5 ribu, kalau anak kecil itu tahu uang kembalian, maka ia di katakan mumayyis.

Suci dari hadats besar


Seorang wanita yang mengalami haid atau nifas, maka baginya haram melakukan puasa, tapi, ia masih memiliki kewajiban mengqolo’ puasanya, beda halnya dengan shalat yang tidak ada kewajiban mengqodlo ketika mngalami haid.

Begtiu juga laki-laki yang sedang dalam keadaan junub (keluar mani), maka baginya tidak boleh melakukan puasa.

Puasa pada waktu yang di perbolehkan 


Dalam masalah ini puasa ramdlan yang sudah di tentukan kewajiban dan waktunya, kalau ada larangan untuk tidak  berpuasa lalu, di lakukan maka puasanya sah tapi haram.

Waktu yang sudah di tentukan seperti, puasa ramadlan. Puasa muharamm, puasa ‘Asyura, puasa tasyua, puasa senin kamis dan lain sebagainya.

Rukun Puasa


Niat puasa pada malam hari, Untuk puasa Ramadlan,  puasa nadzar, maka harus di niati pada malam hari sebelum terbit fajar, kalau lupa tidak membaca niat pada malam hari, maka puasanya tidak anggap.
Dan juga wajib untuk puasa ramadlan dan puasa nadzar menyebutkan puasa yang akan di kerjakan, semisal “ saya niat puasa ramadlan/ puasa nadzar esok hari pada tahun ini karena Allah Swt.

Untuk puasa Sunnah selain ramadlan atau nadzar, boleh niat di siang hari selama matahari belum tergelincir dan belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa semisal makan atau minum.

Tidak Makan Dan tidak Minum, baik sedikit atau banyak dengan catatan di sengaja, jika seseorang yang berpuasa lupa atau tidak tahu kalau makan dan minum itu bisa membatalkan puasa, di sebabkan dirinya jauh dari para ulama atau dekat dengan ulama’ tapi untuk menuju ke para ulama dapat membahayakan dirinya, maka puasanya tetap sah.


Panduan Terlengkap Penjelasan Puasa Ramadlan

Atau seseorang di paksa untuk makan atau minum kalau semisal tidak menuruti kemauannya untuk makan, maka akan membahayakan dirinya , maka boleh makan, tapi, puasa tetap sah, sebagaimana hukumnya orang lupa.

Tidak bersetubuh selama melakukan ibadah puasa, kalau dirinya lupa sedang berpuasa lalu bersetubuh maka puasanya tidak batal sebagaimana hukum makan dalam keadaan lupa.

Tidak muntah yang di sengaja, hukumnya juga berlaku sebagaimana makan yang tidak di sengaja, kalau tidak di sengaja lalu muntah, maka tidak membatalkan puasanya, semisal mabuk perjalanan, atau tidak sengaja melihat benda kotor lalu muntah.

Yang di sengaja seperti contoh ia tahu kalau melihat kotoran pasti muntah lalu melihatnya dan benaran muntah, maka puasanya batal, begitu juga memasukkan jari tangannya ke mulut dengan tujuan agar muntah, lalu muntah sudah jelas batal puasanya.

Sunnah-Sunnah Puasa


Menyegerakan waktu berbuka jika benar-benar matahari tenggelam, kalau ragu apakah matahari sudah tenggelam atau tidak, maka di anjurkan tidak menyegerakan waktu berbuka, sampai menunggu waktu yang memang benar-benar yakin, kalau waktu berbuka sudah tiba.

Semisal sudah menjadi kebiasaan atau tahu bahwa ketika jam menunjukkan pukul 18:00 adzan magrbib atau waktu berbuka sudah tiba, lalu pada saat itu cuaca gelap dan hujan serta listrik mati, otomatis tidak terdengar suara adzan.

Waktu menunjukkan pukul 18:00, sedangkan hatinya ragu, maka solusi terbaik lewatkan pukul 18:10 menit.


Berbuka puasa dengan kurma, sesuatu yang manis atau air


Dia anjurkan bagi orang yang mau berbuka puasa untuk mengkonsumsi makanan yang manis-manis seperti kurma, Kolak, kalau semunya tidak ada maka dengan air.

Kenapa harus mengkonsumsi makanan yang manis saat berbuka?

Karena saat kita puasa, pastinya tidk ada makanan yang masuk ke dalam tubuh di tambah lagi banyaknya aktifitas sehari-hari, sehingga nutrisi dalam tubuh kurang, dengan begitu di anjurkan makan makanan yang manis, sebab makanan yang manis ini banyak kasiatnya bagi tubuh yang seharian berpuasa.

Berdoa saat berbuka puasa
Mengakhirkan waktu sahur
Meninggalkan perkataan keji
Perbanyak sedekah
Perbanyak membaca al-qur’an, belajar 

Perkara yang membatalkan pahala puasa


Berdusta dan adu domba
Membicarakan keburukan orang lain
Memfitnah
Sumpah palsu
Melihat sesuatu yang tidak pantas, baik dengan syahwat atau tidak.
Mencuri, merampok,


Perkara yang membatalkan puasa


Makan dan minum baik sedikit atau banyak, kalau lupa makan, maka puasa tidak batal, atau di paksa makan jika tidak menuruti untuk makan, maka akan membahayakan dirinya, makan saja dengan niatan ingkar, dan puasanya tetap.

Muntah dengan di sengaja


Hukumnya juga berlaku sebagaimana makan yang tidak di sengaja, kalau tidak di sengaja lalu muntah, maka tidak membatalkan puasanya, semisal mabuk perjalanan, atau tidak sengaja melihat benda kotor lalu muntah.

Yang di sengaja seperti contoh ia tahu kalau melihat kotoran pasti muntah lalu melihatnya dan benaran muntah, maka puasanya batal, begitu juga memasukkan jari tangannya ke mulut dengan tujuan agar muntah, lalu muntah sudah jelas batal puasanya


Bersetubuh dengan sengaja


kalau dirinya lupa sedang berpuasa lalu bersetubuh maka puasanya tidak batal sebagaimana hukum makan dalam keadaan lupa.

Jika ia tahu kalau berpuasa lalu bersetubuh dapat membatalkan puasanya, tapi, ia tetap melakukan hal tersebut, maka baginya mendapatkan dosa, memiliki hutang puasa dan memiliki kafarat yakni kalau ia memiliki budak, maka harus di merdekakannya, kalau tidak punya maka puasa dua bulan berturut-turut, kalau tidak mampu berpuasa, maka baginya memberi makanan pada orang fakir miskin sebanyak 60 orang, setiap satu orang miskin mendapat 1 posi makanan. Kalau tidak mampu, maka tanggungan semuanya itu tetap baginya sampai ia mampu memenuhi kewajiban kafaratnya.

lalu bagaimana kalau onani saat berpuasaa, baca selengkapnya hukum onani saat puasa

Gila


Yang dapat membatalkan puasa yakni salah satunya gila, baik gilanya itu terus menerus atau putus, seperti contoh setiap 2 jam sekali gila, dua jam kemudian sadar, maka tetap membatalkan puasanya.

Murtad 


Keluar dari agama islam baik dengan ucapan atau dengan perbuatannya atau dengan hatinya, maka seketika itu batal puasanya.

Kalau ia kembali memeluk agama islam maka semua puasa yang di tingggalkan sebab murtad tadi har di ganti (Qodlo’)

keluar sperma dengan sengaja


perkara yang membatkan puasa yang terahir keluar sperma dengan sengaja, semisal dengan sengaja melihat gambar porno atau video porno, atau mengeluarkan sperman dengan tangannya sendiri atau menggunakan tangan istrinya, maka puasanya batal

bagaimana kalau keluar sperma tanpa di sengaja, maka puasa tetap sah, seperti contoh tidur lalu bangun-bangunnya keluar sperma, maka tidak membatalkan puasa.


Waktu yang di haramkan berpuasa


Pada hari raya idul fitri dan idul adha

Tanggal 11,12,13 Dzulhijjah

Tanggal 30 Sya’ban (pertengahan) kecuali ada sebab yang memperbolehkan puasa semisal puasa qodlo’ ramadlan.

Hal-Hal yang memperbolehkan tidak puasa


Sakit


Orang sakit di perbolehkan tidak puasa, jika sakitnya itu sangat memayahkan tubuhnya, tapi, harus mengqodlo jika sudah sembuh


Musyafir

Panduan Terlengkap Penjelasan Puasa Ramadlan


Orang yang melakukan perjalanan jauh boleh tidak puasa dengan beberpa syarat seperti, perjalanannya bukan maksiat seperti silaturrahmi, berdagang atau membayar hutang

Syarat yang kedua sudah menempuh batas di perbolehkannya shalar qhosor, dalam hal ini ulama beda pendapat mengenai batasan (jarak qhasar) ada yang 88 KM, ada juga 90 KM

Syarat ketiga perjalnannya di lakukan sebelum terbitnya fajar, kalau di lakukan setelah fajar, maka baginya harus puasa sehari penuh.

Syarat ke empat sudah kelaur dari wilayah tempat tinggalnya, kalau di negara Indonesia batasan keluar dari kelurahan atau desa.


Tidak Mampu Puasa


Mampu puasa sehari penuh merupakan syarat sah berpuasa, kalau tidak mampu untuk berpuasa sehari penuh, dengan alasan yang di benarkan oleh syara’ seperti orang sakit yang parah, perjalana jauh, sudah tua. 

Maka syara’ memperbolehkan tidak puasa, Tapi, setelah selesai melakukan puasa, ia memiliki kewajiban mengqodlo’ puasa yang di tinggalkan, sebab alasan yang di benarkan oleh syara’

 Perempuan Hamil atau Menyusui


perempuan hamil boleh tidak puasa jika khawatir membahayakan dirinya, maka hanya di wajibkan mengqodlo saja tanpa membayar fidyah, jika, khawatir terhadap bayi yang di kandungnya, maka harus mengqodlo dan membayar fidyah

fidyah disini yaitu memberi makan orang miskin 1 porsi

hukum ini berlaku juga bagi wanita yang menyusi, kalau ia kuat untuk berpuasa, namun karena kuatir akan bahaya pada bayinya, ia tidak berpuasa, maka baginya wajib mengqodlo juga wajib membayar fidyah.

Tapi, kalau kuatir akan keselamatan dirinya cukup mengqodlo saja.


Macam-Macam Puasa Sunnah


Puasa 6 hari di bulan syawwal (1 hari setelah idul fitri)

Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah)

Puasa tanggal 9 Muharram (Tasyu’a)

Puasa pada tanggal 10 Muharram (‘Asyura)

Puasa bulan Sya’ban

Puasa senin dan kamis

Puasa pertengahan bulan yakni tanggal 13, 14, 15, dari tiap-tiap bulan

Puasa rajab

Puasa daud, puasa 1 hari penuh, keesokan harinya tidak berpuasa, begitu juga seterusnya

Perbolehan Menggodlo Puasa Orang Mati

Ulama dalam menyikapi hal demikian terjadi khilaf, menurut Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Syafi’i tidak boleh bagi wali atau keluarga berpuasa atas nama mayit yang memiliki hutang puasa.

Sedangkan mengqodlo’ puasa nya orang meninggal seperti di sebutkan dalam syarh al-Muhadzab dan ar-Raudlah boleh, berlandaskan Hadits Nabi Muhammad Saw. 

Barang siapa meninggal dunia lalu ia memiliki hutang puasa maka boleh bagi walinya mengqodlo puasanya”.

Demikian penjelasan artikel ini semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan atau kritik yang sifatnya membangun, langsung komenter di bawah ini.














Tag : Islam
1 Komentar untuk "Panduan Terlengkap Penjelasan Puasa Ramadlan"

Back To Top