Media Informasi Terkini

Lengkap, Penjelasan Istinja' Sesuai Syariat Islam

Lengkap, Penjelasan Istinja'  Sesuai Syariat
Istinjak'

Istinjak merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada dzubur (kemaluan bagian belakang) dan Dubul (kemaluan bagian depan).

Salah satu alat yang dapat menghilangkan kotoran di dua kemaluan ialah dengan air, karena air merupakan salah satu benda yang paling sempurna untuk menghilangkan kotoran tersebut seperti dapat menghilangkan  wujudnya najis, bekas dan bau.

Jika tidak  ada air yang dapat menghilangkan kotoran daridua kemaluan terserbut, maka menggunakan batu, meskipun batu itu hanya dapat mnghilangkan wujudnya saja tidak bisa menghilangkan bekas dan bau.

Sudah menjadi kebiasaan ketika ada anak kecil baru bisa istinjak sendiri, terkadang masih ada bau yang melekat di tangan. 

Maka dalam kasus ini ada dua pendapat:

Pendapat pertama mengatakan,  bau tersebut menunjukkan masih adanya najis yang terdapat di kemaluan, maka wajib baginya menambah basuhan agar najis yang terdapat di kemaluan hilang. Jika berpedoman pada pendapat ini  

Maka di anjurkan  mencium tangan sehabis istinjak, agar tahu sucinya kemaluan setelah  beristinjak.
Pendapat kedua mengatakan, ketika masih terdapat bau pada tangan setelah beristinjak itu tidak menunjukkan adanya najis di area kemaluan.

Baca Juga selengkapnya Tentang jamaah

Namun,  hanya ada najis yang terdapat di jari-jari saja, maka tidak perlu membasuh tempat istinjak cukup membasuk jari-jari tangan saja.

Kalau menurut pendapat yang pertama mengatakan adanya bau yang terdapat di tangan, sudah pasti ada najis di kemaluan, kalau semisal tidak di basuh lagi, opomatis wudlu dan shalatnya tidak sah.
Sebab, ia masih membawa najis, sedangkan syarat shalat harus suci dari hadats dan najis.


Lengkap, Penjelasan Istinja'  Sesuai Syariat
Istinja' Dengan Air

Baca Juga: 6 Solusi menyelasaikan Persoalan rumah tangga


Adab Ketika Masuk Ke Kamar Mandi


Agama islam mengatur semua tentang aktifitas manusia, baik mengatur masalah ibadah, akad transaksi, dan juga mengatur manusia ketika hendak buang air besar atau kecil.

Adab yang pertama, masuk kekamar mandi mendahulukan kaki bagian kiri, sebab, mau masuk ke tempat yang buruk, beda halnya kalau mau masuk ke masjid, maka mendahulukan kaki kanan.
Lalu ketika kaki kiri masuk ke dalam kamar mandi di anjurkan membaca do’a

Do’a masuk kamar mandi

اَللهُمَّ اِنّىْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ

Setelah keluar dari kamar mandi di anjurkan mendahulukan kaki kanan, lalu membaca doa keluar kamar mandi.

Doa keluar dari kamar mandi

لْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

Diam Saat Di Kamar Mandi


Ketika masuk kamar mandi di anjurkan untuk diam tidak boleh berbicara dalam urusan apapun, baik urusan duniawi atau urusan akhirat, juga tidak di perkenankan mambaca ayat-ayat al-qur’an, menjawab adzan, membaca shalawat.
Tidak menghadap kiblat

Seseorang yang buang air besar tidak di perbolehkan menghadap kiblat atau membelakangi kiblat, tidak bolehnya ini kalau orang yang buang besar ini berada di tempat yang lapang seperti lapangan, atau berada di padang sahara, tanpa ada pembatas.

Lalu bagaimana kamar mandi yang sudah jadi, dalam kedaan menghadap kiblat, apakah harus di bongar ?

Tidak harus di bongkar selama ada penghalang seperti tembok atau selainnya, antara dirinya dengan kiblat, seperti di perumahan atau tempat umum yang memng menyediakan tempat buang air besar. 
Syarat Istinjak Dengan Batu

Batu merupakan salah satu alat yang bisa di gunakan untuk beristinjak ketika tidak adanya air, tapi, ada syarat terntu ketika hendak menggunakan batu ini


Lengkap, Penjelasan Istinja'  Sesuai Syariat
Istinja' Dengan Batu


a. Batu yang akan di buat beristinjak harus suci dari najis

b. Batu dalam keadaan kering, jika batu yang di gunakan untuk beristinjak itu basah, maka tidak dapat di buat beristinjak. Sebab, najis yang terdapat pada kemaluan akan meluas.

c. Batu yang akan di gunakan untuk beristinjak harus tiga buah batu 

d. Batunya dapat membersihkan tempat keluarnya najis yang terdapat pada qubul dan dubur

e. Najisnya belum kering 

f. Najisnya tidak terkena barang najis yang lain 

Inilah syarat-syarat istinjak menggunakan batu, tapi, kalau masih ada air, gunakan air saja, sebab istinjak menggunakan air lebih sempurna.

Demikian penjelasan istinjak semoha bermanfaat untuk kita semua. aminnn








Tag : Islam
1 Komentar untuk "Lengkap, Penjelasan Istinja' Sesuai Syariat Islam"

Waaah enak di baca artikel nya dan mudah di pahami.

Back To Top