Media Informasi Terkini

Kebijakan Pondok Pesantren PPRU I Dalam Menghidupkan Bahsul Masail

Dari permasalah yang ada maka perlunya penyegarakan agar progam pondok pesantren tetap berjalan, maka ada kebijakan-kebijakan tertntu yang harus di ambil agar progam ini tetap berlanjut dan hidup, salah satu kebijakan pondok pesantren?

Mengutus Masing-Masing Kelas


Kebijakan Pondok Pesantren PPRU I Dalam Menghidupkan Bahsul Masail
BAHSUL MASA'IL



Bahtsul masail yang menjadi progam PP Raudlatul Ulum I dikelompokkan menjadi 4 tingkatan. Mulai dari jenjang kelas 3 A wustha, kelas 3B Wustha, semua kelas 2 dan terahir kelas Ma’had ali. Dari masing-masing kelas ini ada kelas yang akan di tunjuk sebagai tuan rumah atau menghendel semua aktifitas dalam bahsul masail seperti menunjuk kelas 2 untuk menjadi moderator, notulen, pembaca, penerjemah dan juga menyiapakn tempat dan konsumsi.

Dari masing-masing kelas ini mendelegasikan maksimal 3 orang, dari salah satu kelas ada yang di tunjuk untuk menjadi Moderator, pembaca serta penerjemah. Jadi sejak berada di jenjang kelas 2 telah diberikan pembinaan untuk melakukan bahtsul masail. Pembinaan ini berlanjut pada jenjang Tsanawiyah dengan kualitas yang lebih baik. Sementara untuk santri yang berada di kelas bawah belum difasilitasi untuk ikut dalam forum bahtsul masail, mereka para santri masih di gembeleng dengan ilmu alat seperti nahwu, sharaf.

Menentukan Jadwal  


Dari awal mula bahsul masail menjadi progam pondok pesantren Raudlatul Ulum I sejak dulu, problem bahsul masail tidak berjalan di sebabkan tidak adanya penentuan jadwal sebelum bahsul masail di laksanakan, sehingga banyak teman santri ketika menghadiri bahsul masail, saling tanya bab, dengan kondisi seperti ini santri kurang siap, lalu dampaknya forum bahsul masail ini tidak hidup dan cenderung diam.

Karena bahsul masail ini sangat di butuhkan oleh banyak pihak,maka mau tidak mau, progam ini harus hidupkan lagi dengan beberapa kebijakan, salah satunya, menentukan jadwal sebelum  bahsul masail di laksanakan mnimal 4 hari sebelum bahsul masail, mulai menentukan pembaca, moderator, penerjemah dan bab yang akan di bahas, dengan kebijakan ini basul masail yang di selenggrakan tiap malam jum’at mulai hidup.

Kajian Kitab fathil Qorib


Bahsul masail yang di selenggrakan di pondok pesantren Raudlatul Ulum I sebagai salah satu progam mingguan, dari tahun lalu sampai tahun ini tetap mengkaji ulang kitab-kitab kuning yakni fathil qorib dengan permasalahan yang ada di dalam kitab, seperti menanyakan murat, menanyakan nahwu, lafad dan makdsud. serta mengggabungkan dengan dalil kitab-kitab lain untuk menemukan hukum.

Biasa bahsul masail yang di selnggrakan di forum besar seperti PWNU atau PBNU mencakup semua permasalah-permasalah yang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dengan menggunakan  dalil al-qur’an, hadits, ijma ulama (kitab-kitab klasik) dan qiyas, sedangkan di forum bahsul masail yang di selenggrakan di pondok pesantren RU I masih pengkajian kitab kuning, bukan mengangkat  permasalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.



Dengan kebijakan ini santri yang mengikuti bahsul masail merasa bisa dan mudah unuk mengemukakan pendapatnya, hanya saja masih ada santri yang belum berani mengemukakan pendapatnya dengan berlandaskan kitab selain fathil qorib, menurut salah satu pengurus yang menjadi penaggung jawab berjalannya progam ini tidak mengapa santri tidak mengambil dalil dari kitab lain, asalkan mau berpendapat, agar forum bahsul masail hidup.

semoga artikel ini bermanfaat untuk semuanya.

Tag : berita islam
0 Komentar untuk "Kebijakan Pondok Pesantren PPRU I Dalam Menghidupkan Bahsul Masail"

Back To Top