Media Informasi Terkini

Lengkap, Penjelasan Tentang Taubat Menurut Ijma' Dan Hadist

Lengkap, Penjelasan Tentang Taubat Menurut Ijma' Dan Hadist
Bertaubat

Assalamulaikum sahabat mursyid hasan yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah Swt. Mari kita membahas masalah taubat yang benar-benar di terima oleh Allah Swt dan mengetahui taubat yang tidak  di terima Allah swt.

Perkataan ulama, “taubat itu wajib di lakukan atas segala pelanggaran-pelanggaran, baik pelanggran kepada Allah Swt atau kepada sesama manusia”.

Kalau seseorang itu melakukan pelanggaran kepada sesama manusia, maka ada ada 7 syarat yang harus di penuhi.

Tapi, kalau memiliki dosa atau pelanggatan kepada Allah Swt, maka cukup memnuhi 3 syarat, agar taubat kita di terima oleh Allah Swt.

3 Syarat Taubat kepada Allah Swt


1. Berusaha menjauhi kemaksiatan


Syarat pertama seorang hamba bertaubat kepada Allah swt yang telah melakukan pelanggaran kepadanya, yakni harus memiliki rasa untuk tidak mengerjakan kemaksiatan yang sudah di lakukan.

2. Menyesal


Yang kedua ketika seorang hamba melakukan pelanggaran, lalu berniat untuk bertaubat, maka harus melakukan syarat yang kedua yaitu,  ia harus benar-benar menyesali perbuatan yang telah di lakukan, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

3. Berkomitmen


Syarat yang kedua agar seorang hamba  taubatnya di terima oleh  Allah Swt, maka ia harus memiliki komitmen atau keinginan yang kuat untuk tidak melakukan pelaanggaran yang pernah ia lakukan.
Semisal nanti ada kecerobohan lagi dan mengulang pelanggarannya, maka ia harus bertaubat dengan 3 syarat ini, kalau 3 syarat ini tidak terpenuhi maka taubatnya tertolak, atau salah satu dari tiga ini tidak ada, maka taubatnya juga tidak di terima.


Lengkap, Penjelasan Tentang Taubat Menurut Ijma' Dan Hadist
Menyesali Perbuatan

7  Syarat Bertaubat Atas Sesama Hamba


Ketika seorang hamba memiliki dosa kepada Allah swt cukup memakai 3 syarat di atas tadi, tapi,  kalau seorang hamba memiliki kesalahan kepada sesama hambanya, maka ada tujuh syarat yang harus di penuhi. 


1. Sebagian syarat yang ketiga sudah di jelaskan di atas yakni, berusaha menjauhi perbuatan dosa , benar-benar menyesal telah melakukan pelanggaran, berkomitmen untuk tidak mengulangi pelanggaran.

2 Mengembalikan barang atau selainya, yang telah di ambil tanpa adanya ridlo dari pemiliknya, semisal mencuri, menggosab atau merampas, maka ketika mau bertaubat selain memenuhi 3 syarat di atas, juga harus mengembalikan harta yang telah di ambil secara paksa

3. Meminta damai atau mempersilahkan orang yang kita aniaya untuk membalas apa yang telah di lakuakn kepadanya, semisal menuduh orang berzina, padahal tidak terbukti, pernah memukul, mencaci, maka ketika hendak bertaubat selain melakukan 3 syarat di atas juga meminta damai atau mempersilahkan orang yang kita aniaya untuk menuntut balas


4. Meminta kehalalan atau kebebasan atas orang yang telah kita jatuhkan harga dirinya semisal, di gunjing, di ejek, di bully.

Inilah syarat-syarat yang harus di penuhi oleh seorang hamba agar taubatnya di terima oleh Allah Swt, 

Catatan penting:  jika pemiliki pelanggaran kepada seorang hamba, lalu ada keyakinan yang kuat, bahwa jika dirinya menyebutkan pelanggran kepadanya, maka ampunan maaf untuk dirinya tidak akan di terima, bahkan akan menimbulkan pertikaian di antara keduanya, maka cara meminta maaf benar yakni, meminta maaf secara luas.

Contoh:  “maafkan kesalahan yang pernah aku lakukan kepadamu, baik di sengaja atau tidak di sengaja, ini luas..

Contoh: penyebutan pelanggaran, ”maafkan saya yang telah melukai nenekmu atau telah menjatuhkan harga dirimu di depan orang banyak

Kalau ada indikasi adanya pertikaan, maka cukup meminta maaf secara luas saja.

Semoga  artikel ini bermanfaat bermanfaat.







Tag : Islam
0 Komentar untuk "Lengkap, Penjelasan Tentang Taubat Menurut Ijma' Dan Hadist"

Back To Top