Media Informasi Islam Terkini

Faidah, Jangan Menghiraukan Omongan Orang Kalau Kita Benar

Faidah, Jangan Menghiraukan Omongan Orang Kalau Kita Benar
Akibat mendengarkan Omongan Orang

Salam  sejahtera untuk sahabat-sahabat mursyid hasan yang selalu di rahmati oleh Allah Swt, Nah untuk kali ini mursyid hasan akan memberikan sebuah artikel yang di dalamnya mengupas permasalahn yang sering di hadapi oleh segolongan muslim yang taat, lalu dengan hadirnya oknum yang tidak bertanggung jawab ini, lalu orang muslim ini cenderung meninggalkan keistiqomahan yang selama ini di lakukan. 

Nah, Artikel ini di buat untuk membantu mereka-mereka yang istiqomah menjalankan ibadah dengan tenang dan  mantap, dan tidak mendengarkan omongan-omongan orang lain, selama yang kita lakukan benar menurut syari’at dan patut bagi manusia.

Banyak yang kita dengar ketika seseorang melakukan ibadah seperti contoh membaca al-qur’an, lalu biasanya ada yang meledeki dengan kata-kata, halahhh, nanti saja baca al-qur’annya sekarang waktunya bermain. Atau biasanya ketika seseorang pergi ke masjid pagi-pagi atau sekolah tak jarang yang mengejek dengan kata-kata” ontanya masih tidur kang nanti saja berangkatnya. Dengan ejeken seperti ini terkadang seseorang malah tertipu dan meninggalkan keistiqomahannya, ini justru tidak baik untuk di tinggalkan.

Seperti kisah seorang ayah beserta anaknya melewati gurun sahara sambil menuntun keledai, sewaktu melewati perkampungan penduduk, ada yang menegor sambil mengejek keduanya, kamu berdua ini bodoh sudah jelas-jelas memilki keledai kok tidak di kendarai saja, karena mendengar omelan warga penduduk ini, keduanya menaiki keledai ini, ketika sampai di perkampungan yang lain, ada lagi seorang warga menegor kedua sambil berkata, kamu berdua ini tidak memilki perasaan sama hewan, jelas-jelas memiliki hewan keledai yang masih kecil kok masih di kendarai, mendengar omelan warga ini keduanya lantas mengikat keledai ini lalu memikulnya, setelah sampai di perkampungan yang lain, ada lagi warga yang menegor sambil berkata” kamu berdua  ini sungguh bodoh atau gila, jelas-jelas keledai ini tidak sakit kok di pikul, tanpa pikir panjang ayah beserta anaknya melepas ikatan keledai ini, berjalan melewati gurun sahara, karena tidak mau di tegor lagi, sang ayah menyuruh anaknya untuk menaiki keledainya sedangkan dirinya yang menuntun keledai tersebut, setelah beberapa hari berjalan di padang sahara, keduanya sampai di suatu perkampungan, lalu masih ada warga yang menegornya dengan berkata” sungguh anak yang durhaka masak ayahnya susuh menuntun keledai sedangkan dirinya enak-enak di atas keledai, sungguh keterlaluan, lalu si akan melompat dari atas keledai dan menuruh ayahnya untuk menaiki keledai tersebut, tidak sampai jauh beliau berdua ini berjalan ada warga yang menegornya, sambil berkata” sungguh seorang ayah yang kurang ajar, masak anaknya suruh menuntun sedangkan dirinya enak-enakan menaiki keledai, mendengar omelan dari warga sang ayah pun langsung turun dari atas keledainya, lalu keduanya duduk di bawah pohon, bermusyawarah mencari jalan keluar agar tidak ada warga yang menegornya lagi, setelah bermusyawarah kedua memutuskan untuk melepas keledai tersebut, setelah di perkampungan keduanya melepas keledai yang di milkinya, lalu kedua berjalan melewati perkampungan yang lalu, lalu ada warga lagi yang menegor keduanya sambil berkata” sungguh kalian berdua ini gila dan bodoh jelas-jelas memiliki seekor keledai untuk di tunggangi malah di lepas. Mendengar omelan warga ini keduanya menyesal dan berlalu meninggalkan perkampungan ini.
Dari kisah ini kita bisa menilai bahwa seandainya mereka berdua tetap menaiki keledainya, tidak ada larangan dari syariat serta menurut kebiasaan penduduk tidak salah sebab keledai ini fungsinya untuk di tunggangi, karena mereka berdua mendengar omelan orang lain, justru mereka rugi sendiri.
Faidah, Jangan Menghiraukan Omongan Orang Kalau Kita Benar
Jangan Hiraukan Omongan Orang, kalau Kita Benar

Setelah kita membaca kisah ini setidaknya kita harus tahu bahwa apapun perbuatan kita selama tidak bertentangan dengan syariat dan menurut adat tidak salah lakukan saja, walaupun banyak hujatan dan ejekan. Jangan perkara yang jelek yang di hujat dan di ejek, yang jelas-jelas sesuai dengan syariat masih saja di hujat. Jangankan orang jahat yang di ejek , Nabi Muhammad Saw selalu mendapatkan ejekan dan celaan dari umatnya. Masak kita harus mendengarkan ocehan mereka sedangakn yang kita lakuakn benar adanya.

Ada pepatah mengatakan bahwa” tidak ada sesuatupun yang dapat membahayakan dirimu, juga tidak ada yang bisa membahagiakan dirimu, kecuali Allah Swt. Ada satu lagi pepatah mengatakan “ jangan perdulikan orang lain, kita hidup untuk diri kira sendiri bukan untuk dirinya” 

Dengan pepatah ini saya sam[aikan terima kasih banyak semoga aartikel ini dapat memberikan kemanfaatan bagi semuanya khususnya penulis dan pembaca. Aminn..

Tag : Inpirasi
0 Komentar untuk "Faidah, Jangan Menghiraukan Omongan Orang Kalau Kita Benar"

Back To Top