Media Informasi Islam Terkini

Hukum Di Perbolehkannya Menjama’ Shalat Ketika Mengalami Kemacetan

Hukum Di Perbolehkannya Menjama’ Shalat Ketika Mengalami Kemacetan
Kemacetan Panjang


Negara indonesia merupakan negara yang berpendudukan muslim terbesar di dunia, dan juga pengendara roda empat terbanyak, jadi tidak mengherankan kalau setiap terjadi kemacetan panjang di sana sini,.

Semakin bergantinya waktu kendaraan bermotor semakin bertambah juga sehingga bagi yang mengendari roda dua atau empat harus ikhlas dan sabar berlama-lama di jalan raya sebab mengalami kemacepan, dengan kondisi seperti ini banyak masyarakat yang mengalami kemacetan, sehingga tidak memungkinkan melakukan shalat di karenakan jarak  kemacetannya cukup jauh dari masjid atau mushalla.

Dengan deskripsi seperti di atas ini, apakah boleh  seseorang yang mengalami  kemacetan  menjama’ shalat?

Dengan permasalah di atas ini maka boleh melakukan shalat jama’ sebab kemacetan yang terjadi, sebab nabi Muhammad pernah melakukan shalat jama dengan keadaan beliau sehat dan tanpa kesulitan seperti rasa takut ada serangan musuh atau hujan.

Kitab Tarsyih Al-Mustafidin hal 135


Dari kalangan Madzhab Syafi’I dan ulama lainnya memperbolehkan shalat jama’ taqdim secara mutlak baik ada masyaqat atau tidak ada. 

Menurut imam An-Namiri yang mengatakan kebolehan menjama’ shalat tanpa ada masyaqat ialah Ibnu Sirrin, Rubai’ah Ar’Ra’I, Santri-santrinya Imam Malik dan Imam Ahmad Bin Hambal. Riwayat tentang kebolehan menjama’ shalat tanpa adanya masyaqat  itu diriwayatkan oleh sebagian kecil ulama, apabila tidak menjadi kebiasaan dan  mereka semua adalah ulama yang banyak jika tentang jama ta’dim, sedangkan kalau menjama’ takhir, maka ada segolongan ulama yang memperbolehkannya.

Kitab Bughyatul Mustarsyidin Hal 77


Dari kalangan ulama As-Syafi’I memperbolehkan shalat jama’ walaupun jaraknya tidak terlalu jauh. Pendapat ini  di pilih oleh Imam Al-Bandaniji. Sedangkan teks hadistnya juga memperbolehkan shalat jama di rumahnya, sebagaimana keterangn yang ada di dalam kitab Syarh Muslim. Al-Khotobi meriwayatkan dari Abu Ishaq “ di perbolehkan menjama’ shalat di dalam rumah apabila ada hajat (kebutuhan), sekalipun dalam keadaan sehat, pendapat ini di dukung oleh Imam Al-Mundzir.

Kitab Kifayatul Akhyar Fii Hally Ghoyatil Iktisyor Juz 1 Hal 145


Imam An-Nawawi berkata “pendapat yang memperbolehkan shalat jama’ ketika kondisi sedang sakit maka pendapat ini sudah jelas kebolehannya dan yang di pilih. Imam An-Nawawi juga menjelaskan dalam kitab Shahih Muslim, bahwa Nabi Muhammad Saw pernah melakukan shalat jama’ ketika itu beliau dalam kondisi sehat, shalat jama ini beliau lakukan saat ada di kota madinah.

Imam Al-Asna’I berkata pendapatnya iama Nawawi itu adalah nashnya Imam Syafi’I dalam kitab Mukhtasyor Al-Muzani dan di kuatkan dengan makna hadist, bahwa seseorang yang mengalami sakit tidak di perbolehkan puasa begitu juga saat berpergian, maka menjama’ shalat itu lebih di utamakan. Bahkan ada sekelompok ulama yang mengatakan boleh seseorang melakukan shalat jama di rumahnya jika ada hajat, ini jika seseorang itu tidak menjadikan suatu kebiasan maksudnya tidak setiap hari tapi pada waktu ada hajat saja menjama’ shalat di rumahnya.

Pendapat di atas ini di perkuat dengan pendapatnya Ibnu abbas, “ Nabi mengharapkan umatnya tidak merasa kesulitan ketika di tuturkan, bahwasannya Nabi Muhammad Saw pernah melakukan shalat Jama’ di kota Madinah sedangkan pada waktu itu kondisi nabi Muhammad Saw sehat wal afiat.

Sahabat Sa’id Bin Jubair bertanya, karena apa Nabi Muhammad Saw menjama shalatnya? Kemudian Abdullah Bin Abbas menjawab, supaya umatnabi Muhammad Saw tidak merasa kesulitan  dan Abdullah bin abbas juga tidak memberi alasan kenapa nabi Muhammad Saw melakukan shalat jam’.

Dengan uraian di atas ini dengan melihat dalil-dalil yang tertera di kitab-kitab klasik, maka dapat di simpulkan bahwa menjama shalat saat mengalami kemacetan itu boleh-boleh saja.

Demikian yang dapat saya uraikan semoga bisa bermanfaat untuk sahabt-sahabatku..Aminn 








Tag : Islam
0 Komentar untuk "Hukum Di Perbolehkannya Menjama’ Shalat Ketika Mengalami Kemacetan "

Back To Top