Media Informasi Islam Terkini

Standarisasi Anak Kecil Yang Dapat Membatalkan Wudlu

Standarisasi Anak Kecil Yang Dapat Membatalkan Wudlu
Standarisasi Usia Baligh


Perkara yang dapat membatalkan wudlu salah satunya menyentuh kulit lawan jenis tanpa adanya ikatan nasab, saudara susuan atau sebab pernikahan (Mushoharah), namun semuanya itu ada syarat-syaratnya pertama yang dapat membatalkan wudlu usianya sudah baligh, Nah mengingat zaman sekarang belum mencapai usia baligh sudah banyak yang suka terhadap lawan jenisnya, mungkin karena medsos atau yang lain, intinya untuk zaman sekaang ini untuk ukuran anak yang dapat membatalkan wudlu belum cocok, karena melihat fenomena keadaan.

Dengan melihat deskripsi masalah seperti ini, lalu bagaimana tanggapan hukum fikih?

Menurut hukum fikih ulama terjadi khilafah terkait batasan usia yang dapat mengakibatkan batalnya wudlu, menurut pendapat yang mu’tamat usia yang dapat mengakibatkan batalnya wudlu tidak harud di tentukan dengan usia, namun dengan adanya syahwat ini harus melihat Urf (Umum) menurut anggapan masyarakat.

Sedangkan menurut Muqobil Ashah batalnya wudlu bisa juga di tentukan dengan usia, ada yang berpendapat umur 7 tahun ada juga yang berpendapat 6 tahun.

Dalam kitab I’naq Fii Hal Al-faadi Aby Syuja’i Juz 1 Hal 83


Dalam kitab ini yang di maksud dengan lafad Ar-Rojulu yakni seorang laki-laki yang sudah bisa mensyahwati lawan jenisnya, bukan di tentukan dengan Baligh. Sedangkan wanita juga begitu yang dapat membatalkan wudlu, bukan di tentukan dengan usia baligh melainkan dengan mensyahwati laki-laki.

Minhajul Qowim Juz 1 Hal 61


Persentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan tanpa adanya penghalang, maka dapat membatalkan wudlu, jika keduanya itu sama-sama sudah bisa mensyahwati (Suka sama lawan jenisnya), Namun kalau keduanya itu belum mensyahwati dalam artian tidak suka sama lain jenisnya (wataknya sempurna), maka walaupun menyentuh tidak membatalkan wudlu’, ukuran mesyahwati ini menurut Urf (menurut anggapan masyarakat) bukan usia yang menentukan. Oleh sebab itu di redaksi ini tidak menentukan usia anak, sebab kalau ketentuan batalnya wudlu menyentuh dengan alasan usia, maka ini akan terjadi perbedaan pada anak, sebab terkadang ada anak usianya muda namun badannya besar begitu juga sebaliknya.

Kitab Muraqoti Syu’udut At-Tasydiq Hal 21


Perkara yang dapat membatalkan wudlu yakni persentuhan kulit laki-laki dan perempuan tanpa adanya penghalang serta keduanya sama-sama mensyahwati dan bukan saudara nasab, saudara susuan dan adanya perkawinan (mertua).

Kalau anak kecil yang belum bisa mensyahwati lawan jenisnya, maka walapun terjadi persentuhan kulit tidak membatalkan wudlu. Lalu ukuran mensyahati itu seperti apa, ini ada khilafiyah di antara para ulama di antaranya:

a. Ukuran laki-laki dan perempuan harus dapat mensyahwati lawan jenisnya, lalu ukurannya di kembalikan kepada Urf (Anggapan masyarakat).

b. Kalau menurut Imam Yusuf As-Sanbalawi ukuran anak kecil bisa membatalkan wudlu sebab adanya persentuhan kulit,  itu kalau anak sudah berumur 7 tahun. Kalau nanti anak itu masih berumur 5 tahun kebawah, maka walaupun terjadi persentuhan kulit tidak membatalkan wudlu. Ini pendapat yang memakai usia.

c. Yang terahir Imam Abu Hamid Al-Ghazali perempuan atau laki-laki yang belum mesyahwati atau beluam berusia empat tahun, maka tidak menyebabkan wudlunya batal.

d. Pendapat Yang lain mengatakan laki-laki atau perempuan yang terjadi persentuhan kulit ketika berusia 4 tahun, maka menyikapi hal demikian ulama terjadi khilaf. Satu ulama mengatakan batal wudlu’nya

Ulama yang lain tidak membatalkan wudlu’ . ini semua di kembalikan pada tabiat atau watak manusia masing-masing,  sehingga anak yang berusia lima tahun itu bisa membatalkan wudlu sebab bisa mensyahwati lawan jenisnya, begiu juga usia lima tahun bisa tidak membatalkan wudlu jika tidak mensyahwati lawan jenisnya.

Jadi kesimpulannya standarisasi laki-laki atau perempuan yang dapat membatalkan wudlu itu kalau sudah bisa mensyahwati lawan jenisnya untuk ukurannyanya melihat anggapan masyarakat.

Demikianlah yang dapat kami inforasikan seputar permasalah standar anak kecil yang dapat membatalkan wudlu, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan untuk bahan tambahan pengetahuan. Amin..

Tambahan Ilmu


Tag : Islam
0 Komentar untuk "Standarisasi Anak Kecil Yang Dapat Membatalkan Wudlu"

Back To Top