Media Informasi Islam Terkini

Raudlatul Ulum I Ganjaran Malang Bertakbir

Raudlatul Ulum I Ganjaran Malang Bertakbir
Idul Adha 10 Dzulhijjah 1438
Hari jum’at tanggal 1 September 2017 bertepatan dengan tanggal 10 Arafaf 1438 H. merupakan hari besar umat muslim sedunia, Namun untuk kemeriaan hari besar ini hanya berbeda di timur tengah seperti Makkah dan Madinah, sedangkan di Indonesia, Malaysia dan negara sahabat kemeriaan hari besar terletak di hari raya idul fitri bukan di hari raya idul adha.

Mungkin akan sangat berbeda lagi kalau perayaan hari raya idul adha di meriahkan oleh kaum bersarung (Santri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I). Gimana sich kok bisa berbeda? Simak saja sampai selesai..oke

Santri Pondok Pesantren Rudlatul Ulum I sengaja tidak di liburkan alias tidak di perbolehkan pulang, kenapa kok begitu, karena sejak masih adanya pendiri PPRU I Kyai Yahya Sabrawi Libur pesantren hanya satu tahun dua kali yakni pada bulan Maulid dan Ramadlan. Oleh sebab itu santri tidak di perbolehkan pulang dan wajib merayakan malam idul adha di Pesantren.

Untuk menghilangkan rasa rindu kepada orang tua dan rela mengorbankan perasaann demi mematuhi undang-undang yang sudah berlaku sejak dulu, maka Pengurus Pesantren Raudlatul Ulum I mengadakan lomba takbir. Ini di fungsikan Agar para santri yang tidak pulang bisa terobati dengan kegaiatn ini.

Dalam perlombaan ini semua santri boleh mengikuti lomba mulai dari santri yang paling kecil sampai santri yang sudah dewasa, perlombaan ini tanpa di pungut biaya alias Gratis, tapi tetap mendapat hadiah besar, enak bukan..biaya gratis masih dapat hadiah, Tapi kalau bisa menang. persyaratan lomba tidak terlalu menyulitkan peserta lomba yakni hanya berpakaian rapi, untuk peserta lomba minimal 3 orang maksimal tujuh orang, lagu dan alat music bebas..

Peserta lomba di ikuti oleh semua santri baik santri dari malang, Pontianak, Madura, Lombok, Cilacap dan ada juga dari Lumajang dan Jakarta…lomba semakin meriah sebab ada salah satu peserta yang menampilkan Takbir dengan menghadirkan goyang maut ala santri gokil…seru bukan.

Lomba ini di hadiri langsung oleh kepala pesantren Gus Abdurrohim Sa’id Putra pengasuh Pondok Pesantren PPRU I..serta untuk dewan juri di hadiri oleh Gus Zamzami Mursyid, Gus Syarif Hidayatullah serta Ustad Abdur Rofik, dalam perlombaan takbir akbar ini hanya di pilih 3 pemenang, juara I.II. dan III.

Penilaian lomba sendiri hanya Vocal, Kerapian seragam dan kekompakan Kelompok, Nah takbir dari beberapa peserta mulai menggema, mengalunkan suara-suara khasnya masing-maing, serta pendukung dari masing-masing kelompok terus memberi semangat, dengan meneriakkan nama kelompoknya ada juga yang menyanyikan lagu daerahnya masing-masing.

Jarum jam menunjukkan pukul 10 malam, menandakan lomba takbir akbar sudah usia hanya mendengarkan siapa pemenang dari lomba takbir ini. Kulit mulai dingin, bibir terus melantunkan kalimat-kalimat pujian dengan harapan lomba takbir ini di menangkan oleh dirinya. Setelah menunggu lama, ahirnya juara satu di menangkan oleh kelompok dari kota lumajang, juara dua di raih oleh kelompok dari malang, selanjutnya juara III di rebut kelompok dari Madura.

Inilah perlombaan takbir akbar yang di meriahkan oleh santri-santri Raudlatul Ulum I, semoga dengan ada takbir ini para santri semakin betah dan cinta dengan pesantrennya, tanpa harus merengek minta di pulangkan. mengorban perasaan sesaat demi mematuhi undang-undang pesantren, semoga para santri selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat, lancar rizki dan di lancarkan segala urusan. Aminn…

                                                              
                                                                                                           Jum’at 2 September 2017
                                                                                                           Admin Mursyid hasan
Tag : Liputan
0 Komentar untuk "Raudlatul Ulum I Ganjaran Malang Bertakbir "

Back To Top