Media Informasi Islam Terkini

Profil Kyai Abdul Wahid Hasyim Tebuireng Jombang

Profil Kyai Abdul Wahid Hasyim Tebuireng Jombang

KH Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah memiliki seorang putra bernama KH Wahid Hasyim, beliau termasuk salah satu putra beliau yang sangat alim dan merayapi kancah politik, tak heran kalau beliau menduduki derajat seperti ini sebab beliau terbilang anak yang cerdas.

Ketika  Nyai Nafiqah mengandung anak pertama dari perkawinan dengan Kh Hasyim Asy’ari, beliau (Nyai Nafiqah), dalam kondisi yang sakit-sakitan, sehingga beliau bernadzar kalau saya melahirkan dengan keadaan selamat beserta bayi yang aku kandung dan berjenis kelamin laki-laki, aku akan bernadzar untuk membawa putra pertamaku ke hadapan guruku di Madura yakni yang di maksud beliau Syeikhona Kholil bangkalan.

Setelah proses kelahiran Nyai Nafiqoh pada hari jum’at tanggal 5 Rabiul Awal 1333 H  di tempat tinggalnya di Tebuireng Jombang, dengan proses kelahiran yang  lancar lalu beliau menepati janji yakni hendak menghadapkan putra pertamanya yakni KH Wahid Hasym kepada Syekhona Kholil bangkalan, setelah beliau sampai di kediaman gurunya pada malam hari, sedangkan cuaca pada saat itu sangat buruk, awan mulai terlihat gelap gulita, hujan pun turun di iringi sambaran petir yang menakutkan. Anehnya walaupun hujan deras dan di sertai petir, beliau beserta bayi yang masih kecil tidak di perbolehkan masuk oleh gurunya, karena beliau merasa iba melihat bayi yang masih kecil beliau mencoba untuk berteduh, setelah Syeikhona Kholil melihat santrinya berteduh, lantas beliau murka dan menyuruh untuk tetap di tengah halaman.

Mungkin ini pertanda bahwa kelak anak yang di gendog oleh Nyai Nafiqah akan menjadi ulama besar dan pemangku jabatan penting di kancah politik.

Kita ketehui bahwa ayah dari KH wahid hasyim ialah KH Hasim Asy’ari seorang ulama karismatik pencetus Nahdlatul Ulama, beliau termasuk di balik suksesnya putra pertama beliau KH Wahid hasyim , beliau dalam mendidik putra putrinya selalau di siplin, jadi tidak mengherankan kalau KH Wahid Hasyim tumbuh menjadi pemuda yang cerdas, berpengetahuan luas serta beliau mahir dalam membaca al-qur’an, serta beliau sangat gemar membaca kitab Fathil qorib dan Minhaj Al-Qowwim.
Ketika usia menginjak dewasa beliau sangat tinggi dalam membaca bebebrapa buku-buku dan kitab seperti Bahasa arab, Diwan Asy-Syu’ara. Selain beliau di bimbing langsung oleh KH Hasyim Asy’ari beliau juga belajar di Madrasah Salafiyah yang terletak di pesantren Tebuireng yang beliau kelola sendiri.

KH Wahid Hasyim dalam menimba ilmu selalu berpindah-pindah pesantren Mulai pesantren Silawan sidoarjo, lalu pondok Lirboyo dan beberapa pesantren di tanah jawa, prinsip yang di pegang oleh KH Wahid Hasyim bekan mencari ilmunya tapi keberkahan dariseorang guru, kalau ilmu bisa di dapat di mana saja dengan cara apa saja, namun kalau keberkahan dari seorang guru tidak bisa di dapat kecuali mengabdi dengan ikhlas.

Setelah sekian lama beliau berkelana mencari ilmu kesana kemari ahirnya beliau memutuskan untuk pulang, pilihan putranya untuk diam di rumahnya di biarkan saja, karena KH Wahid Hasyim bisa menentukan sendiri bagaimana harus belajar, walaupun beliau tinggal di rumahnya  tetap cara belajar beliau tidak pernah padam bahkan semakin membara untuk mengetahui suatu ilmu.

Setelah itu beliau di kirim oleh Kh Hasyim Asy’ari untuk mendalami ilmu agama di tanah arab beserta untuk menunaikan rukum islam yang ke lima yakni haji stelah beliau mengenyam pendidikan  di Makkah beliau memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya di Tebuireng, beum lama beliau menikmati suasa di Tebuireng beliau di minta oleh teman-temannya untuk masuk di Perhimpunan, namun beliau menolak dengan cara yang halus.

Demikianlah info mengenai profil KH Abdul Wahid Hasyim semoga kita mendapatkan barakah dari beliau. Amin..


Tag : profil ulama
0 Komentar untuk "Profil Kyai Abdul Wahid Hasyim Tebuireng Jombang"

Back To Top