Media Informasi Islam Terkini

Perjalanan Seorang Sufi “Malik Bin Dinar”

Perjalanan Seorang Sufi “Malik Bin Dinar”

     Kita mungkin belum tahu tentang seorang yang menjadi shufi dari kehidupan yang di pandang secara kaca mata dhohir, itu sangatlah merugikan bagi kehidupannya yang akhirnya menjadi seorang shufi, zuhud, termasyhur dan bertaqwa  pada masa kehidupannya. ia sosok  sufi Malik bin Dinar.

    Beliau adalah putra seorang budak bangsa Persia dari Sijistan . beliau menjadi murid dari sahabat Anas bin Malikdan Ibnu Sirrin yang banyak meriwayatkan hadits terutama bersumber dari gurunya (Anas bin Malik dan Ibnu Sirrin) dan  kemudian Malik bin Dinar menjadi sahabat karibnya Hasan Al Bashri.

    Kata Dinar yang berada di belakang namanya dan menjadi panggilan kemasyhuran pada masa yang akan datang itu terjadi pada asal mulanya kisah perjalanan Malik bin Dinar di sebuah kapal. Dimana ketika kapal yang di naiki olehnya itu sudah berada di tengan laut, maka para bajak laut itu menghampirinya untuk memintaa ongkosnya Malik bin Dinar.

    “Berikan ongkosnya”. “aku gak punya ongkos” jawab Malik bin Dinar. Akhirnya para bajak laut itu karna kesal dan merasa jengkel kepada Malik bin Dinar memperlakukan kasar kepada Malik bin Dinar kemudian ditanya lagi oleh para bajak laut itu , kemudian Malik bin Dinar Menjawab seperti jawaban yang semula , hingga terulang sampai tiga kali hal itu karna sangat kesalnya para bajak laut tadi kepada Malik bin Dinar lalu mereka melemparnya ke laut ketika di lemparnya Malik bin Dinar ke laut terjadi keanehan terhadap Malik bin Dinar ikan-ikan langsung serempak menyembulkan kepalanya sambil menggigit dua dinar emas. Malik bin dinar spontan mengambil kedua dinar emas itu lalu memberikannya kepada para bajak laut itu . melihat keanehan itu, maka para bajak laut itu langsung bersimpuh dihadapan kaki Malik bin Dinar. Kemudian ia berjalan di atas air lalu tak lama kemudian hilang dari pandang awak-awak kapal. Demikian kisah nama Malik bin Dinar.

    Pada suatu waktu di Damaskus dimana ia bertempat tinggal, bertepatan penetapan badan pengelolah masjid megah yang telah di bangun oleh pemerintahan Mu’awiyah . Malik bin dinar menghampiri masjid itu niat beri’tikaf dan melakukan ibadah seiring berjalannya waktu hingga sampai setahun , tidak juga perhatian dari pemerintahan Mu’awiyah terhadap Malik bin Dinar karna merasa bosan ia meninggalkan masjid itu kemudian ia pergi ke tempat hiburan ketika sudah sampai melihat teman-temannya tertidur semua, lalu Malik bin dinar mendengarkan suara dari salah satu alat-alat music yang ada di tempat itu, seraya berkata : wahai Malik , mengapa engkau belum taubat juga?.


Perjalanan Seorang Sufi “Malik Bin Dinar”

    
Dalam riwayat lain , menyebutkan dalam keaadaan bangkit di alam porak poranda, manusia bangkit menuju padang masyhar,termsuk ia sendiri. Di tengah-tengah kemelut yang dahsyat dia di kejar ular yang berada di belakangnya untuk menghancukan Malik bin dinar, dia lari  hinggah terengah-engah . ia tetap lari sambal teriak meminta tolong, kemudian ada putrinya yang telah wafat menghampiri dan memigangnya kemudian di dudukanlah oleh putrinya di bawah tempat yang teduh. Anak putrinya berkata pada ayahnya membawakan Al Qur’an surat Al Hadid ayat 16, setelah membawakan ayat itu , kemudian berkata : Wahai ayahku, apakah belum masanya bagi orang beriman untuk mengkhusu’kan hatinya mengingat allah dan mengingat kebenaran yang diturunkan?”.

    Peristiwa diatas amat mempengaruhi jiwa Malik bin dinar dan dalam keadaan gunda gulana ia datang kepada sahabatnya Hasan Al Bashri. Ia mulai bertaubat dan belajar dengan kesadaran dan kesungguhan . Hasan Al Bashri sendiri memberikan uraian tentang mimpi Malik bin Dinar itu dihadapan jamaah masjid Bashrah dan menguraikan tafsir panjang lebar terhadap ayat 16 surat Al Hadid itu secara lengkap.

    Maka akhirnya Malik bin Dinar Menjadi seorang ahli shufi yang termashur di bawah bimbingan Hasan Al Bashri. Itulah kisah taubatnya kemudian ai menjadi salah satu seorang generasi imam tabi’in dan termasuk ulama Bashrah. Ia juga terkenal sebagai menangis sepanjang malam dan juga kezuhudannya.

    Demikian hal-hal aneh yang terjadi pada diri shufi besar Malik bin Dinar yang dalam hidupnya, ia juga dikenal sebagai orang ahli hadits dan juga menyebarkan karya-karya hadist sejak dini. Tulisan-tulisan amat terkenal dalam arena kaligrafi Al Qur’an. Ia wafat pada tahun 130 H atau bertepatan dengan tahun 748 M.

Nah inilah artikel mengenai profil perjalanan seorang sufi malik Bin Dinar, semoga dari profil dan perjalanan beliau bisa menginspirasi kita semua. Khususnya kaum muslimin…aminnn
   

   


Tag : profil ulama
2 Komentar untuk "Perjalanan Seorang Sufi “Malik Bin Dinar”"

Bahagialah mereka yang di muliakan Allah, semoga adanya artikel di atas dapat memberi sedikit siraman kepada ruh kita..

Back To Top