Media Informasi Islam Terkini

Meluruskan Kesalahfahaman Mengenai Sah Shalat Jenazah Tanpa Memiliki Wudlu’

Meluruskan Kesalahfahaman Mengenai Sah Shalat Jenazah Tanpa Memiliki Wudlu’


Sahabat Mursyid Hasan yang selalu mendapatkan keberkahan dari Allah Swt, seiring dengan problematika  yang di hadapi oleh masyarakat mengenai menyolati jenazah dalam keadaan tidak memiliki wudlu, maka selayaknya web mursyid hasan memberikan informasi mengenai hal tersebut, agar kiranya tidak terjadi kesalah fahaman yang sangat fatal.

Shalat yang kita ketahui selama ini harus memenuhi syarat sahnya shalat yakni  harus memiliki memiliki wudlu, lalu apa jadinya kalau ada ulama mengatakan boleh melakukan shalat jenazah dalam keadaan hadast kecil.

Lalu bagaimana pendapat ulama tersebut apakah boleh di ikuti ?

Tidak boleh di ikuti menurut komentar yang ada di dalam kitab Majmu’ Syarh Muhadzab, sebab kalau pendapat itu di ikuti akan merusak ijma’ (kesepakatan para ulama), yang mensyaratkan shalat tidak sah tanpa memiliki wudlu. Pendapat yang memperbolehkan shalat jenazah tidak memiliki wudlu yakni Imam As-Subkhi.

As-Sya’bi, Muhammad bin Jarir At-Thabrani dan As’Syi’a berkata “di perbolehkan bagi seseorang yang hendak menyolatkan jenazah tidak memiliki wudlu, walaupun ia bisa seandainya mengambil wudlu atau tayammum.

Kenapa beliau kok membolehkan shalat jenazah tidak memiliki wudlu’, beliau mendasari itu karena shalat jenzah menurut beliau  hanya untuk mendoakan mayit saja.

Pendapat ini oleh kebanyakan ulama di komentari bahwa pendapat ulama yang memperbolehkan shalat jenazah tidak memiliki wudlu itu bisa merusak mendapat ulama yang mensyaratkan shalat harus suci dari hadast, maka oleh ulama ini tidak boleh mengikuti pendapatnya Imam As-Syubkhi.

Pendapat lain yang dikamukakan oleh Santri-Santrinya Imam Asyafi’i Ra, mengenai di perbolehkannya shalat jenazah tanpa harus memiliki wudlu, ini beliau kutip dari salah satu Imam As-Syubki dan Imam Muhammad Bin Jarir, beliau beranggapan bahwa shalat jenazah  hanya mendo’akan mayit.

Pendapat ini oleh santri-santrinya Imam As-Syafi’I di hukumi bathil, tertolak, tidak boleh di ikuti sebab Allah Dan Rasul-nya menyebut shalat jenazah dengan kata As-Shalat, sedangkan syarat sahnya shalat sendiri harus dalam keadaan suci, baik suci dari hadast besar atau hadast kecil.

Dengan begitu dapat di simpulkan bahwa shalat jenazah tanpa di sertai wudlu terlebih dahulu, maka di hukumi tidak sah, kalau nanti ada ulama yang memperbolehkan shalat tanpa wudlu sah, maka jangan di ikuti, sebab para ulama sudah sepakat bahwa yang namanya shalat itu harus punya wudlu’. Baik shalat fardlu atau Sunnah.

Demikian yang dapat saya informasikan semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Amin
Nb: kalau ada pohon yang tumbang, jangan salahkan angin yang bertiup, karena mungkin saja ada kekeroposan di dalam kayu tersebut. Dan kalau ada seorang terpengaruh oleh orang lain, maka jangan salahkan orang yang mempengaruhi, tapi salahkan orang yang terpengaruh, sebab dalam diri orang tersebut ada kekeroposan yang tidak di sadari.

Tag : Islam
0 Komentar untuk "Meluruskan Kesalahfahaman Mengenai Sah Shalat Jenazah Tanpa Memiliki Wudlu’"

Back To Top