Media Informasi Islam Terkini

Meluruskan Anggapan Masyarakat Tentang Buah Khuldi Dalam Al-Qur’an

Meluruskan Anggapan Masyarakat Tentang Buah Khuldi Dalam Al-Qur’an
Keindahan Surga
Kita sudah mengetahui kalau Nabi Adam di keluarkan dari surga sebab memakan buah khuldi, karena nabi Adam memakan satu buah maka buah itu menjadi tulang di leher. Sedangkan Sayyidah Hawa memakan buah khuldi dua biji, jadi buah itu menjadi buah dada yang kita yakini selama ini.

Apakah masih beranggapan seperti itu ? mari kita lanjutkan pembahasannya dalam Surat al-Baqarah Ayat 35 ini menjelaskan masalah Nabi  Adam As di keluarkan dari surga lantaran telah memakan buah yang di haramkan oleh Allah Swt sewaktu ada di dalam surga, buah ini oleh kebanyakan orang-orang di namakan buah khuldi, padahal kalau kita teliti secara mendalam mengenai al-qur’an tidak di temukan Allah berfirman mengenai larangan memakan buah khuldi,   Alloh hanya berfirman bahwa  melarang mendekati pohon ini (وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ) tanpa menyebutkan nama buah secara jelas.

وَيَا آَدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ 
Karena tidak ada kejelasan mengenai buah yang di maksud dalam al-qur’an maka sebagian ulama dan sahabat memberi penafsiran mengenai buah yang di larang oleh Allah untuk di dekati yaitu:

a.    Menurut Imam  Ibnu Juraij mengutip dari sebagian sahabat bahwa pohon kekekalan yang di maksud dalam ayat  tersebut adalah buah Delima

b.    Sedangkan menurut pendapatnya Imam Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas dan Sa’id bin Jabir pohon kekekalan yang di maksud dalam al-qur’an ayat 35 surat Al-baqarah  adalah buah Anggur, oleh sebab itu khamr yang terbuat dari bauah haram untuk di konsumsi

c.    Menurut Qotadah, Abu Malik dan Ibnu Abbas dalam riwayat lain pohon kekekalan tersebut adalah Gandum

Walapun ada penafsiran dari para sahabat atau ulama mengenai ayat ( وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ), ada yang menyebutkan buah anggur. Delima atau gandum, kita tetap tidak bisa memastikan buah yang di maksud di dalam al-qir’an secara pasti, kenapa kok gitu, sebab dalam al-qur’an tidak menyebutkan buah secara pasti yang harus di jauhi dalam hadist pun tidak ada penjelasan secara detail dan jelas.

    Kata Khuldi yang di maksud di dalam al-qur’an itu bukan berasal dari allah Swt, melainkan dari Syaitan, yang terus membujuk Nabi adam Dan Sayyidah Hawa untuk memakain buah itu, sebab buah itu bisa mengkekalkan siapaun yang memakannyya, dengan bujukan yang sanga manis namun menyakitkan ahirnya nabi Adam memakan buah tersebut, dengan begitu Nabi Adam terlempar dari dalam Surga. Berikut paparan ayat mengenai buah khuldi dalam al-qur’an yang di ucapkan oleh Syeitan untuk menjerumuskan Nabi Adam.

Surat  Toha ayat  120

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آَدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَى

Masihkan kita menyebut buah khuldi lagi, setelah membaca artikel ini.

Demikian artikel mengenai Penyelewangan makna Khuldi Dalam Ayat Surat al-baqarah, semoga dengan hadirnya web MURSYID HASAN  ini bisa memberi kemanfaatn bagi seluruh umat muslim yang di mulyakan oleh Allah. Amin..

Tag : Islam
0 Komentar untuk "Meluruskan Anggapan Masyarakat Tentang Buah Khuldi Dalam Al-Qur’an"

Back To Top