Media Informasi Islam Terkini

Meluruskan Amaliyah-Amaliyah Yang di Tuduh Bid’ah

Meluruskan Amaliyah-Amaliyah Yang di Tuduh Bid’ah
Tahlilan/Istiqosah
Ahir-ahir ini banyak sekelompok orang yang menyemarakkan ibadah yang di kerjakan oleh orang muslim merupakan ibadah yang tidak ada landasan dari Nabi Muhammad Saw (Bid’ah), padahal seandainya sekelompok ini mau meneliti dengan seksama dan mau untuk berdiskusi ini tidak akan memperpanjang masalah.

Katanya sekelompok orang Ziarah kubur itu haram, kalau kita lihat sejarah pastinya sudah mengetahui kalau nabi itu sering mengunjungi makam para sahabat, bahkan sejak kecil beliau turut hadir bersama ibunya menziarahi makam ayahandanya.

Kalau larang itu karena menyembah kuburan saya setuju, namun tidak semua orang yang pergi ke kuburan itu menyembah dan sudah mengetahui kalau menyembah selain Allah itu Musrik.

Ironisnya banyak di timur tengah menghancurkan kuburan para sahabat dan Nabi dengan anggapan kuburan ini di anggap sebagai barang yang di sembah, lucunya semestinya yang perlu di perbaiki itu manusianya, bukan malah menghancurkan kuburan itu.

Masalah yang kedua tentang Tahlilan dan Maulid di tuduh bid’ah kita kaji bersama dalam tahlilan terdapat kalimat tayyibah dan kalimat tauhid serta Shalawat, ini semua di perintah oleh Allah dalam Al-Qur’an, namun oleh ulama salaf di kumpulkan menjadi satu namanya tahlilan begitu juga dengan maulid.

Kalau sekelompok golongan ini menyerukan tentang larangan bid’ah padahal tanpa di sadari ia telah melakukan bid’ah sendiri ini namanya lucu, contoh zaman dulu membaca al-qur’an dari tulang dan kulit sekarang kertas yang di baca. Dulu naik unta tapi sekarang naik mobil, apa masih mau terus-meneerus menyerukan bid’ah itu di larang padahal belum tahu hukum sebenarnya.
Perlu di ketahui bahwa Umat Islam yang mendiami wilayah Jawa timur, barat dan jawa tengah lebih luasnya negara Indonesia sejak zaman dahulu telah bersepakat dan menyatu dalam pandangan keagamaan. Di bidang fiqh, mereka berpegang kepada madzhab Imam Syafi’i, di bidang ushuluddin berpegang kepada madzhab Abu al-Hasan al-Asy’ari, dan di bidang tasawwuf berpegang kepada madzhab Abu Hamid al-Ghazali dan Abu al-Hasan asy-Syadzili, semoga Allah meridhai mereka semua.

Kemudian pada tahun 1330 H  timbul berbagai pendapat yang saling bertentangan, isu yang bertebaran dan pertikaian di kalangan para pemimpin. Diantara mereka ada yang berafiliasi pada kelompok Salafiyyin yang memegang teguh tradisi para tokoh pendahulu. Mereka bermadzhab kepada satu madzhab tertentu dan berpegang teguh kitab-kitab mu’tabar, kecintaan terhadap Ahlul Bait Nabi, para wali dan orang-orang salih. Selain itu juga tabarruk dengan mereka baik ketika masih hidup atau setelah wafat, ziarah kubur, mentalqin mayit, bersedekah untuk mayit, meyakini syafaat, manfaat doa dan tawassul serta lain sebagainya

Diantara mereka (sekte yang muncul pada kisaran tahun 1330 H.), terdapat juga kelompok yang mengikuti pemikiran Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Mereka melaksanakan kebid’ahan Muhammad bin Abdul Wahhab an-Najdi, Ahmad bin Taimiyah serta kedua muridnya,  Ibnul Qoyyim dan Abdul Hadi.

Mereka mengharamkan hal-hal yang telah disepakati oleh orang-orang Islam sebagai sebuah kesunnahan, yaitu bepergian untuk menziarahi makam Rasulullah Saw. serta berselisih dalam kesepakatan-kesepakatan lainnya.

Ibnu Taimiyah menyatakan dalam Fatawa-nya: “Jika seseorang bepergian dengan berkeyakinan bahwasanya  mengunjungi makam Nabi Saw. sebagai sebuah bentuk ketaatan,  maka  perbuatan tersebut  hukumnya haram dengan  disepakati oleh umat Muslim. Maka keharaman tersebut termasuk perkara yang harus ditinggalkan.”

Al-‘Allamah Syaikh Muhammad Bakhit al-Hanafi al-Muth’i menyatakan dalam kitabnya Thathhir al-Fuad min Danas al-I’tiqad (Pembersihan Hati dari Kotoran Keyakinan) bahwa: “Kelompok ini sungguh menjadi cobaan berat bagi umat Muslim, baik salaf maupun khalaf. Mereka adalah duri dalam daging (musuh dalam selimut) yang hanya merusak keutuhan Islam.”

Maka wajib menanggalkan/menjauhi (penyebaran) ajaran mereka agar yang lain tidak tertular. Mereka laksana penyandang lepra yang mesti dijauhi. Mereka adalah kelompok yang mempermainkan agama mereka. Hanya bisa menghina para ulama, baik salaf maupun khalaf.

Mereka menyatakan: “Para ulama bukanlah orang-orang yang terbebas dari dosa, maka tidaklah layak mengikuti mereka, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.”

Mereka menyebarkan (pandangan/asumsi) ini pada orang-orang bodoh agar tidak dapat mendeteksi kebodohan mereka.


Maksud dari propaganda ini adalah munculnya permusuhan dan kericuhan. Dengan penguasaan atas jaringan teknologi, mereka membuat kerusakan di muka bumi. Mereka menyebarkan kebohongan mengenai Allah, padahal mereka menyadari kebohongan tersebut. Menganggap dirinya melaksanakan amar makruf nahi munkar, merecoki masyarakat dengan mengajak untuk mengikuti ajaran-ajaran syariat dan menjauhi kebid’ahan, padahal mereka dengan halus mau merusak tradisi Syari’at yang sudah tertancap kuat di hati warga Indonesia. Padahal Allah Maha Mengetahui, bahwa mereka berbohong. 

Supaya tidak membid’ahkan sesuatu yang belum kita ketahui hukumnya sudah salayaknya web MURSYID HASAN memberikan pemahaman mengenai bid’ah sendiri:


Meluruskan Amaliyah-Amaliyah Yang di Tuduh Bid’ah
Ziarah Makam Nabi Muhammad Saw

Karena itulah Imam Ibnu Abdis Salam membagi perkara-perkara yang baru itu ke dalam hukum-hukum yang lima. Beliau berkata:

“Bid’ah adalah mengerjakan sesuatu yang tidak pernah dikenal (terjadi) pada masa Rasulullah Saw. (Bid’ah tersebut adakalanya):

1.      Bid’ah Wajibah: seperti  mempelajari ilmu nahwu dan mempelajari lafadz-lafadz yang gharib baik yang terdapat di dalam al-Quran ataupun as-Sunnah, dimana pemahaman terhadap syari’ah menjadi tertangguhkan pada sejauhmana seseorang dapat memahami maknanya.

2.      Bid’ah Muharramah: seperti aliran Qadariyah, Jabariyah dan Mujassimah.

3.      Bid’ah Mandubah: seperti memperbaharui sistem pendidikan pondok pesantren dan madrasah-madrasah, juga segala bentuk kebaikan yang tidak dikenal pada zaman generasi pertama Islam.

4.      Bid’ah Makruhah: seperti berlebih-lebihan menghiasai masjid, menghiasi mushaf dan lain sebagainya.

5.      Bid’ah Mubahah: seperti bersalaman selesai shalat Shubuh dan Ashar, membuat lebih dalam  makanan dan minuman, pakaian dan lain sebagainya.”

فَإِذَا عَرَفْتَ مَا ذُكِرَ تَعْلَمُ اَنَّ مَا قِيْلَ : إِنَّهُ بِدْعَةٌ, كَاتِّخَاذِ السُّبْحَةِ, وَالتَّلَفُّظِ بِالنِّيَّةِ, وَالتَّهْلِيْلِ عِنْدَ التَّصَدُّقِ عَنِ الْمَيِّتِ مَعَ عَدَمِ الْمَانِعِ عَنْهُ, وَزِيَارَةِ الْقُبُوْرِ وَنَحْوِ ذَلِكَ لَيْسَ بِبِدْعَةٍ

Setelah kita mengetahui apa yang telah dituturkan di muka maka diketahui bahwa adanya klaim bahwa berikut ini adalah bid’ah, seperti memakai tasbih, melafadzkan niat, membaca tahlil ketika bersedekah setelah kematian dengan catatan tidak adanya  perkara yang mencegah untuk bersedekah tersebut, menziarahi makam dan lain-lain, maka kesemuanya bukanlah merupakan bid’ah.

وَإِنَّ مَا أُحْدِثَ مِنْ أَخْذِ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْأَسْوَاقِ اللَّيْلِيَّةِ, وَاللَّعِبِ بِالْكُوْرَةِ وَغَيْرَ ذَلِكَ مِنْ شَرِّ الْبِدَعِ

Dan sesungguhnya perkara-perkara baru seperti penghasilan manusia yang diperoleh dari pasar-pasar malam yang banyak kecurangan dan menebar fitnah, bermain undian pertunjukan gulat, judi  dan lain-lain sebagainya yang di larang oleh Syari’at adalah termasuk seburuk-buruknya bid’ah, ini yang perlu di jauhi.

Demikianlah artikel singkat tentang bid’ah semoga bisa memberi kemanfaatn bagi kita semua khusnya penulis dan pembaca. Aminn..


Tag : Islam
4 Komentar untuk "Meluruskan Amaliyah-Amaliyah Yang di Tuduh Bid’ah"

masi banyak yang belum mengetahui masalah bid'ah ini pak ustad. artikelnya sangat membantu

insa allah lain waktu saya posting masalah amaliyah2 yang di tuduh bid'ah2...

Bermanfaat mas, banyak hal yang dikatakan demikian. Sedikit dikit orang jadi mudah ngomong "emang dulu nabi dan sahabatnya begitu". Saya khawatir juga kegiatan dakwah melalui jalur blogging di cap sebagai bid'ah.

Maafkan lah mereka atas ketidak tahuan karena minimnya wawasan, dan doakan lah mereka yang sengaja ingin membuat keributan agar segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah. :)

Iya mas nino..semoga orang2 yang selalu menebar fitnah dan kerusakan di beri hidayah dan taufiq..

Back To Top