Media Informasi Islam Terkini

Makmum Melihat Gerakan Imam Melalui Media Proyektor, Sahkah Shalatnya?


Masjid-masjid besar di zaman sekarang ini, mulai memasang layar atau proyektor di tingkat-tingkat masjid, ini di lakukan agar para jama’ah bisa dengan mudah mengetahui gerak gerik imam, lebih-lebih ketika shalat Ied atau jum’at.

Dengan deskripsi di atas ini sudah cukupkah para jama’ah melihat imam asli dengan melalui Proyektor atau layar Tv, mengingat para jama’ah sangat sulit untuk melihat imam atau yang mengikuti imam lebih-lebiih makmum yang berada di lantai 2, 3 atau 4.

Lalu bagaimana jama’ah yang melihat imam melalui media proyektor atau Tv, apakah shalatnya sah atau tidak?

*Para Jama’ah shalat jum’at atau shalat Ied yang melihat Imam asli melalui media proyektor atau sejenisnya, sudah di anggap mencukupi, tapi ada syaratnya yakni makmum dan imamnya harus berada di satu di dalam masjid.

Dengan mengacu jawaban di atas ini, maka menurut kaca mata fikih hukumnya sah.


Makmum Melihat Gerakan Imam Melalui Media Proyektor , Sahkah Shalatnya?

#Landasan Hukum Fikih

Sebelum membahas lebih lanjut masalah ini kami selaku admin web MURSYID HASAN menguraikan syarat-syarat menjadi makmum agar penjelsan nanti semakin bisa di pahami.

Syarat-Syarat menjadi Imam

a. Niat menjadi Makmum, kalau berjama’ah tidak berniat menjadi makmum maka shalatnya batal.

b. Makmum berada disatu tempat/lingkungan yang sama, jika tidak berada di tempat yang sama maka jarak antara barisan makmum terakhir dengan makmum yang bersangkutan tidak boleh lebih dari  150 m diukur dari tumit.

c. Makmum harus mengetahui gerakan imam walaupun dengan perantara makmum yang paling terakhir

d. Makmum tidak boleh mendahului imam. Kalau sampai mendahului Imam sebanyak 2 rukun fi'li, maka shalatnya batal

e. Makmum wajib mengikuti imam. Kalau sampai tertinggal oleh imam sebanyak 2 rukun fi'li, shalatnya batal.

f. Shalatnya makmum harus sama dengan gerakannya  imam.

g. Berdirinya makmum tidak boleh berada di depan atau sejajar dengan imam. Ukurannya yaitu jika berdiri diukur dari tumitnya, jika duduk diukur dari pinggulnya.

h. Makmum laki-laki tidak sah mengikuti imam yang banci/perempuan, dan orang banci tidak boleh makmum kepada perempuan.

Lanjut membahas masalah syarat berjama’ah yang ketiga, makmum harus mngetahui gerakan imam mulai dari satu rukun ke rukun yang lain , baik melalui perantara makmum yang ada di depannya atau dengan alat media Tv atau Proyektor atau mendengar suara imam.

Rhabit ialah seorang makmum berdiri  yang bisa menuju ketempat imam, semisal makmum berdiri di depan pintu masjid, agar bisa di ketahui oleh sebagian makmum yang lain yang berada di belakang pintu, sekalipun makmum yang berada di belakang pintu itu tidak melihat imam secara langsung. Dan sudah di anggap cukup hanya melihat Rhobit (makmum di depannya).. status hukumnya makmum (Rhobit), sama halnya dengan imam untuk makmum-makmum yang sulit melihat imam.

*kalau makmum dan imam berada di ruangan, maka yang penting makmum melihat perpindahan gerak gerik imam dari satu rukun ke rukun yang lain. Maka melihat kondisi ini hukumnya sah. Dan sudah di anggap mendukupi.

Bagaimana kalau makmum berada di lantai atas sedangkan imamnya berada di lantai paling bawah atau di dalam sumur sekalian, selama ada Rhobit (makmum), sebagai perantara mengikuti imam atau ada media TV atau Proyektor yang bisa melihat langsung gerakan imam melalui media tersbut, maka shalatnya tidak berbahaya dalam artian shalatnya Sah.

Seandainya tidak ada media Tv atau Proyektor hanya pengeras suara saja, yang bertujuan untuk memberi tahukan bahwa imam sedang dalam keadaan sujud, ruku, atau membaca al-fatihah, kalau ini di nilai baik, maka sangat di anjurkan, dengan memandang sesuatu yang di hasilkannya. Sebab ada sabda Nabi Muhammad Saw. “Hai Bilal!! Perintahkan para jamaah untuk diam demi mendengarkan adzan.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat untuk kita semua. Amin..


Refrensi Kitab Kuning: Al-Majmu’ Fatawi Rosaili Hal 174
                                       Nihayatuz Zain Hal 122 Dan 121



Tag : Islam
0 Komentar untuk "Makmum Melihat Gerakan Imam Melalui Media Proyektor, Sahkah Shalatnya?"

Back To Top