Media Informasi Islam Terkini

Keutamaan Belajar Menghadap Kiblat Versi Kitab Ta’lim Muta’alim

Keutamaan Belajar Menghadap Kiblat Versi Kitab Ta’lim Muta’alim
Mursyid Hasan
Salah sejatera kami haturkan untuk para pembaca yang budiman  dan yang senantiasa di mulyakan oleh Allah, dalam kesempatan kali ini web MURSYID HASAN akan membagikan info seputar keutamaan belajar menghadap kiblat.

Menghadap kiblat kearah Baitullah (tempat turunnya barakah, ampunan dan kasih sayang Allah), menghadap kiblat salah satu arah yang harus di tuju oleh seseorang yang melakukan shalat, kalau tidak menghadap kiblat sudah pasti shalatnya batal, dalam mengharap kea rah kiblat bukan hanya saat shalat saja, tapi ketika tawaf (mengelilingi ka’bah) juga harus menghadap Ka’bah. 

Dan juga di anjurkan menghadap kearah kiblat dalam hal perbuatan yang berkaitan dengan amal ibadah seperti contoh membaca al-qur’an, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad dan juga saat belajar.

Nah, Web MURSYID HASAN kali ini akan  membagikan info yang berkaitan dengan belajar menghadap kiblat, kenapa sih? Kita di anjurkan belajar untuk menghadap kea rah kiblat.
Ini kisah inspirasi agar kiranya kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran.

Di zaman dulu ada seorang santri berguru kepada salah satu ulama yang sangat terkenal kealimannya sehingga tak jarang masyarakat berbondong-bondong untuk mendalami sebuah ilmu agama kepada beliau. 

Singkat cerita kedua santri ini sangat rajin dalam menuntun ilmu agama dan istiqomah dalam belajar, Namun ada sedikit perbedaan dari kedua santri ini, satu yang pertama sebut saja ahmad beliau setiap belajar selalu menghadap kea rah kiblat, sedangkan santri yang satunya sebut saja Abdullah beliau tidak pernah belajar kecuali membelakangi kiblat.

Setelah sekian lama beliau bersabar mendalami sebuah ilmu agama kepada salah satu ulama, sehingga keduanya memutuskan untuk pulang ke tempat asalnya, guna menyampaikan ilmu yang selama ini di pelajari.

Setelah sekian lama beliau berdua ini menetap di tanah kelahirannya, ada sedikit perbedaan dengan  dua santrinya ini, santri yang bernama Ahmad beliau menjadi salah satu ulama yang sangat alim dalam bidang ilmu agamanya. 

Sedangkan santri yang bernama Abdullah ilmu beliau tidak bermanfaat sehingga tidak ada satupun masyarakat yang datang untuk meminta fatwa atau ingin mendalami kepadanya, sedangkan Ahmad teman sewaktu mondok di pesantren sangat mashur namanya di kalangan masyarakat dan ulama sampai kabar ini terdengar oleh Abdullah.

Setelah sekian lama Abdullah hendak menemui temannya yang bernama ahmad yang menjadi ulama terkenal berkat ke’aliman ilmunya, setelah sampai di rumah ahmad, Abdullah mengutarakan maksud kedatangannya.

Abdullah “apa yang menyebabkan kamu menjadi ulama terkenal serta ’Alim dalam ilmu fikih yang engkau pelajari, sedangkan ketika di pesantren kita sama-sama belajar dan bersungguh-sunnguh, sedangkan ilmu saya tidak bermanfaat.

Ahmad “Wahai sahabat seperjuanganku, aku di pesantren dulu tidak pernah belajar kecuai menghadap kiblat, sedangkan engkau setiap belajar selalu selalu membelakangi kiblat, bukannya kita di anjurkan dalam mengamalkan kebaikan harus mengahadap kiblat seperti halnya belajar” jawab Ahamd.

Dari kisah ini kita sudah faham keutamaan menghadap ke arah kiblat, baik ketika membaca al-qur’an, belajar. Belajar di sini umum bukan hanya ilmu agama saja melainkan semua ilmu seperti ilmu matematika, hadist, fisika dan lain sebagainya lebih-lebih melakukan shalat.

semoga dari kisah ini para pencari ilmu bisa semakin bersemangat, istiqomah lebih-lebih mengamalkan anjuran menghadap kiblat saat belajar. amin..

Tag : Inspirasi
0 Komentar untuk "Keutamaan Belajar Menghadap Kiblat Versi Kitab Ta’lim Muta’alim"

Back To Top