Media Informasi Islam Terkini

Inilah Hukum Keputihan Dan Tata Cara Shalatnya Wanita Yang Mengalami Keputihan

-Inilah- Hukum- Keputihan- Dan- Tata- Cara- Shalatnya- Wanita- Yang- Mengalami- Keputihan


Salah sejahtera kami haturkan untuk para pembaca yang selalu mendapatkan kasih sayang dari Allah Swt, Nah untuk kali ini web MURSYID HASAN akan membagiakn seputar informasi mengenai wanita  yang mengalami keputihan. 

Seorang wanita yang sudah mencapai masa haid akan mudah mengalami keputihan, jika setelah selesainya darah haid tidak bisa menjaga atau merawat alat kelaminnya.

Maksud dari keputihan yakni keluarnya cairan berwarna putih dari alat kelamin perempuan, kalau masalah haid sudah jelas hukumnya haram. Nah ini permasalahannya,? 

Apakah keputihan yang keluar dari alat kelamin perempuan sama halnya seperti darah Haid. Kalau tidak tergolong. Bagaimana hukumnya keputihan tersebut? Dan bagaimana tata cara shalatnya wanita yang mengalami keputihan.

*keputihan hukumnya tidak sama dengan darah haid yakni tetap di perbolehkan untuk melakukan shalat dan tidak di haruskan mandi besar, Namun  keputihan ini hukumnya najis kalau keluar dari dalam kelamin wanita.

Lalu bagaimana tata cara shalatnya, yakni keputihannyadi bersihkan sampai bersih, lalu shalat, bagaimana kalau keputihan itu keluar terus-menerus, maka hukumnya seperti halnya penyakit beser (Daimul Hadast).

Tata cara shalatnya: bersihkan kelaminnya dulu lalu sumbat dengan kapas atau sejenisnya sekira saat shalat tidak keluar, barulah menyegerakan shalatnya tidak boleh di tunda-tunda setelah berwudlu, kecuali menundanya itu ada kemaslahatan shalat seperti menjawab adzan atau menunggu jamaah.

#Landasan Hukum fikih

Keputihan merupakan air yang berwarna putih yang keluar dari alat kelamin perempuan yang hukumnya masih di ragukan apakah air ini termasuk Madzi atau keringat yang keluar dari bagian luar dan dalam kelamin perempuan.

Untuk itu dalam kitab At-Tuhfa meringkas keputihan menjadi tiga bagian:

a. Hukumnya suci keputihan tersebut, jika di yakini keluar dari tempat yang wajib di basuh saat istinjak, ukurannya yaitu bagian yang kelihatan saat wanita duduk untuk buang hajat (bukan dari dalam kemaluan).

b. Hukumnya najis, jika cairan itu keluar dari dalam kemaluan wanita yang ukurannya dari bagian-bagian yang tidak bisa di jangkau oleh kelamin laki-laki saat bersetubuh.
c. Hukumnya bisa suci jika keluarnya cairan itu dari dalam bagian yang tidak wajib di basuh saat istinjak, akan tetapi bagian itu bisa di jangkau oleh kelamin laki-laki saat menjima’nya.

Beda halnya pendapat Imam Ar-Ramli hukumnya keputihan itu najis sebab keputihan itu termasuk kategori Jaufiyah (Sebangsa dalam tubuh).

Sedangkan dalam kitab Al-majmu’ kalau cairan itu keluar dari dalam yang tidak bisa di basuh saat istinjak, maka hukumnya suci.


-Inilah- Hukum- Keputihan- Dan- Tata- Cara- Shalatnya- Wanita- Yang- Mengalami- Keputihan


Darah Istihadlah itu hukumnya sama dengan beser, maka orang istihadlah ini di perbolehkan melakukan hal-hal yang di larang untuk wanita haid semisal membaca al-qur’an, shalat, tawaf dan sebagainya.

Cara untuk melakukan ibadah ini yaitu harus membersihkan kelaminnya lebih dahulu lalu di sumbat dengan pembalut atau kapas sekira cairan-cairan dari dalam kelamin wanita tidak mengotori.

Dan wajib saat hendak melakukan ibadah fardu seperti shalat wajib membersihkan kelaminnya lalu menyumbat dengan kapas atau pembalut, setelah itu wudlu dan menyegerakan shalatnya.

Hukumnya di perbolehkan mengundurkan shalat jika ada kemaslahatan seperti untuk menutup aurat, menjawab adzan dan menunggu jama’ah shalat.

Demikian yang dapat saya informaskan seputar hukum keputihan yang keluar dari kelamin wanita serta tata cara menjalankan shalat bagi wanita yang mengalami keputihan. Dari Admin web MURSYID HASAN mohon maaf kalau dalam artikel ini terdapat kata-kata yang tidak layak untuk di tulis karena kemampuan admin..semoga artikel singkat ini bermanfaat untuk kita semua. Khusunya penulis dan pembaca. Amin…


Refrensi Kitab Kuning: Minhajut Tullab Juz 1 Hal 36
                                     At-Taqrirotus As-Syadidatu Fii Masaili Al-Mufidati hal 129



Tag : Islam
0 Komentar untuk "Inilah Hukum Keputihan Dan Tata Cara Shalatnya Wanita Yang Mengalami Keputihan"

Back To Top