Media Informasi Islam Terkini

Inilah Hukum Air Berubah Sifat Sebab Kejatuhan Dedaunan Dan Buah

Inilah  Hukum Air Berubah Sifat Sebab  Kejatuhan Dedaunan Dan Buah
Dedaunan
Di daerah pedesaan khususnya banyak yang memiliki kolam untuk menampung air, agar ketika musim kemarau tiba persediaan air masih ada, ini banyak berlaku di daerah-daerah pedesaan atau kota yang sulit mendapatkan air.. fungsinya pun bermacam-macam baik untuk mandi, memasak dan mencuci.

Sungai serng kali oleh masyarakat terutama yang berdekatan dengan tempat tinggalnya di gunakan sebagai pemandian dan mencuci.

Banyak juga kolam penampuan air karena letaknya berdekatan dengan pohon yang berbuah atau tidak, air yang tadinya bersih berubah menjadi kotor di sebabkan kejatuhan daun atau buah yang berada di sekitar air kolam tersebut.

Lalu bagaimana hukumnya air yang berubah sebab kejatuhan daun atau buah-buahan, sedangkan air itu bisa di gunakan untuk berwudlu’-mandi atau mencuci.

Melihat deskripsi permasalahan di atas, maka tanggapan hukum fikih. Di tafsil (Di perinci) sebagai berikut:

a.    Apabila perubahan air itu di sebabkan oleh dedaunan yang jatuh dengan sendirinya, maka hukumnya air yang berubah tersebut suci dan mensucikan bisa di buat berwudlu dan mandi, karena untuk menghindari jatuhnya dedaunan sangan sulit. Kalau bisa di hiindari semisal di buat atap agar kesucian air tetap terjaga, maka hal ini lebih baik.

b.    Kalau di sebabkan oleh buah-buahan yang jatuh baik jatuhnya itu dengan sendirinya atau sengaja di jatuhkan, maka hukumnya tidak lagi suci menyucikan.

#Landasan Hukum fikih

*Perubahan air yang sangat jelas, sebab bercampur dengan perkara yang tidak bisa di hindari seperti tanah yang menempel di dinding kolam (Lumut jawa), dan air yang berubah sebab lamanya tidak di gunakan, atau kejatuhan perkara yang sulit di hindari, maka hukumnya air tersebut suci mensucikan.

*Dedaunan yang jatuh ke dalam air dan sulit untuk mencegahnya maka hukumnya di perinci. Apabila dedaunan itu tercebut ke air lalu hancur sampai merubah warna bau air, maka hukumnya tidak bisa suci mensucikan. Apabila tidak hancur dan merubah air maka hukumnya suci, karena perubahan air yang sebab jatuhnya dedaunan itu termasuk perubahan yang di sebabkan oleh perkara Mujawir.

*air yang kejatuhan buah-buahan baik di sengaja di jatuhkan atau jatuh dengan sendirinya, karena pada umumnya hal demikian mudah untuk menjaganya, sehingga jika sulit menjaga maka hukumnya tidak mengapa karena melihat pada umumnya..

Hukumnya air yang kejatuhan benda semisal daun atau buah ini di tinjau dari segi kesulitan atau tidaknya mencegah benda tersebut. Dan status bendanya.

Demikian web MURSYID HASAN menginformasikan seputar hukum air yang kejatuhan dedaunan yang merubah sifat air tersebut, semoga dengan hadirnya info ini memberi kemanfaatn untuk semuanya khusnua pembaca dan penulis. Aminn..


Refrensi Kitab:Fathil Qorib Waa Ma'a Syiyatihi Al-Bajuri Juz 1 Hal 33
Tag : Islam
0 Komentar untuk "Inilah Hukum Air Berubah Sifat Sebab Kejatuhan Dedaunan Dan Buah"

Back To Top