Media Informasi Islam Terkini

Hukumnya Shalat bagi Imam Yang Terlihat Auratnya

Hukumnya Shalat bagi Imam Yang Terlihat Auratnya


Dalam shalat wajib menutup aurot atau menutup warna kulit, kalau larangan ini di lakukan, maka sudah pasti shalatnya batal.

Lalu bagaimana  seumpama kita bermakmum pada imam yang aurotnya terbuka semisal celana atau sarungnya berlubang sedangkan kita mengetahui hal itu ketika shalat, bukan saat akan melakukan shalat.

Dengan permasalahan di atas ini bagaimana hukum shalatnya Imam yang pakaiannya berlubang sebab terkena rokok atau yang lain. Kalau hukumnya batal?

Lalu bagaimana makmum harus bertindak, apakh terus mengikuti imam yang terbuka aurotnya, atau niat memisahkan diri dari imam?

*Seseorang yang melakukan shalat baik menjadi makmum atau imam ketika aurotnya terbuka secara mutlak baik sedikit atau banyak yang terlihat, maka shalatnya batal.

*Solusi bagi makmum yang melihat aurotnya Imam, maka bagi makmum wajib untuk memisahkan diri dari imam (Mufaraqah), kalau setelah melihat aurodnya imam tidak secepatnya memisahkan diri, maka makmum shalatnya batal, sebab mengikuti imam yang shalatnya batal.

#Landasan Hukum Fikih


*Seseorang yang melakukan shalat baik menjadi Imam atau makmum, sedangkan ia melihat pakaiannya sobek atau terbukanya aurat, sedangkan ia mampu untuk menutupi aurat yang terbuka itu, tapi dengan syarat tidak menyentuh anggota badan yang menyebabkan wudlunya batal semisal menyentuh kemaluannya.

*Lalu bagaimana kalau saat sujud atau ruku’ . maka ia tidak berkewajiban menutupi sobekannya dengan tangan, sebab ia masih memiliki kewajiban untuk menyempurnakan anggota sujud dan ruku’nya. Arena keadaan demikian itu tergolong tidak mampu menutupi aurat, menutup aurat itu di wajibkan kalau dalam keadaan mampu.

* Seumpama seseorang selesai melakukan shalat, lalu ia melihat ada najis yang tidak di ma’fu atau melihat sobekan yang menyebabkan auratnya terlihat, dan ia berkeyakinan bahwa najis atau sobekan itu terjadi sebelum melakukan shalat, maka shalatnya batal dan harus mengulang shalatnya lagi.
*menurut Imam Ar-Ramli terkadang memisahkan diri dari Imam (Mufaraqah) hukumnya wajib, jika seandainya ia melihat imamnya melakukan hal-hal yang dapat membatalkan shalat atau melihat sobekan yang memperlihatkan auratnya imam tanpa ada usaha untuk untuk menutupinya atau karena tidak mengetahui.

Kalau menurut Imam Ibnu Hajar. Apabila makmum tidak langsung memisahkan diri dari imam yang shalatnya batal sebab melakukan hal-hal yang membatalkan shalat seperti ada sobekan yang memperlihatkan auratnya atau ada najis yang tidak di ma’fu setelah ia mengetahui, maka shalatnya ikut batal.

Demkianlah yang dapat kami sampaikan semoga bisa memberi kemanfaatan untuk kita semua. Aminn..


Refrensi Kitab Kuning: Tanwirul Qulub Hal 129
                                      Asani Al-Mathalibi Syarh Raudlu At-Thalib Juz 3 Hal 35
                                      Hasyiyah Bujairi ‘Ala Khatib Juz 5 Hal 176

Tag : Islam
0 Komentar untuk "Hukumnya Shalat bagi Imam Yang Terlihat Auratnya"

Back To Top