Media Informasi Islam Terkini

Hukum Wanita Mengajar Membaca Al-Qur’an Ketika Haid

Hukum Wanita Mengajar Membaca Al-Qur’an Ketika Haid

 
TPQ merupakan tempat pendidikan al-qur’an yang mengajarkan masalah tata cara membaca al-qur’an dengan benar serta mengenali tajwid. Untuk sekarang ini Di TPQ sendiri banyak di temukan beberapa macam metode membaca al-qur’an seperti metode Qiro’ati, metode Jibrili, metode yambu’a, semuanya itu di bentuk semata-mata untuk mengajarkan tata cara membaca al-qur’an dengan benar.

Dengan seiringnya zaman berganti banyak di temukan di TPQ-TPA para ustadnya dari kaum hawa, ini bukan untuk memikat para siswanya agar mengaji TPQ yang di didirikan, tapi  sebagian wanita itu lebih telaten, sabar dan lebih menguasai metode-metode tata cara membaca al-qur’an dengan baik.

Dengan banyaknya para asatid dari kaum hawa yang mengajar di TPQ/TPA, ada sedikit keresahan ketika para kaum hawa ini datang bulan/ Haid, sebab ketika ia haid otomatis ia tidak bisa mengajar al-qur’an lagi, ini akan menjadi tantangan tersendiri, jika haidnya sampai tujuh hari atau lebih para santri akan libur dan ini akan berdampak pada kemalasan.

Lalu bagaimana  tanggapan hukum fikih mengenai deskripsi di atas, apakah di perbolehkan kaum hawa mengajar dalam keadaan haid, semata-mata dalam rangka Ta’lim Wal Muta’alim?

*Hukum fikih menanggapi, bahwa di perbolehkan bagi seorang wanita mengajar al-qur’an atau mengajar Iqra ketika datang bulan/haid, Namun harus memenuhi beberapa syarat.
a.  Syarat pertama wanita haid yang sedang mengajar al-qur’an atau iqra’ tidak menyentuh mushaf.
b. ketika wanita haid mengajar cara membacanya harus di putus-putus atau di eja.
c. ketika wanita haid mengajar al-qur’an, maka tidak berniat membaca al-qur’an melainkan niat berdzikir.

Sedangkan kalau menurut Madzhab malikiyah wanita haid boleh-boleh saja membaca al-qur’an ketika mengajar al-qur’an karena wanita haid yang mengajar itu dalam rangka Ta’lim Wal Muta’alim, sebab kasus demikian itu termasuk Dlarurat seperti halnya deskripsi di atas.

Dalam kitab Tuhfatul muhtaj Juz 6 Hal 160


Boleh-boleh saja wanita haid mengajar al-qur’an, namun harus di eja atau di putus-putus ini syarat di perbolehkannya wanita haid yang mengajar, kalau hal ini sangat di butuhkan.

Kitab Khozanatul Asror hal 61

 
Tidak makruh bagi wanita haid, orang junub dan nifas ketika cara membaca al-qur’annya di eja atau di putus-putus, kenapa membaca al-qur’an dengan mengeja tidak haram padahal yang di baca al-qur’an/. Karena mengeja membaca al-qur’an tidak termasuk membaca.

Nb: sebaiknya bagi wanita haid, orang junub, nifas ketika hendak mengajar al-qur’an sebaiknya mengajar perhuruf saja, seperti yang kita kenal seperti A I U Ba’ untuk memfasihkan makhorijul Huruf.

Kitab Bughyatul Mustarsyidin Hal 26


Makruh hukumnya menyentuh tafsir al-qur’an bagi orang yang mempunyai hadast besar atau kecil, jika di yakini tafsirnya lebih banyak dari pada ayat al-qur’annya, jika sebaliknya, tafsirnya lebih sedikit dari pada ayat al-qur’annya, maka hukumnya haram.

Hukum haram ini kalau bertujuan untuk membaca, atau tidak ada tujuan yang lain. Sedangkan pendapat yang kuat  mengenai orang yang mempunyai hadats tidak haram, seperti halnya membenarkan bacaan al-qur’an yang salah dan dalam rangka mengajar.

Bagaimana kalau yang di bawa atau di baca itu berupa kitab injil, taurat atau zabur? Maka hukumnya tidak haram (boleh). Sedangkan Madzhab Hanafiyah menghukumi makruh.

Dalam Kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillati Juz 1 Hal 398


Menurut madzhab malikiyah di perbolehkan wanita haid, orang junub atau nifas menyentuh al-qur’an atau membaca al-qur’an, jika bertujuan mengajar siswa-siswinya, sebab hal demikian itu termasuk Dlarurat yang di perbolehkan Syara’.

Nb: kalau ada yang bisa mengganti untuk mengajar al-qur’an maka sebaiknya di ganti, ini semata-mata untuk memulyakan al-qur’an, jika tidak  menemukan pengganti yang bisa mengajar al-qur’an
 Maka hukumnya seperti di atas ini.

Demikian pembahasan mengenai hukum wanita mengajar al-qur’an atau iqra’ ketika sedang haid. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua khususnya bagi pembaca dan penulis. Amin..






Tag : Islam
0 Komentar untuk "Hukum Wanita Mengajar Membaca Al-Qur’an Ketika Haid"

Back To Top