Media Informasi Islam Terkini

Hukum Sperma Keluar Tanpa Adanya Persetubuhan

Hukum Sperma Keluar Tanpa Adanya Persetubuhan



Salam sejahtera untuk para sahabat-sahabat Mursyid Hasan, untuk kali ini web Mursyid Hasan akan membagikan seputar hukum mencium Istri saat berpuasa, apakah termasuk membatalkan puasa atau tidak.

Sebut saja Kang Idrus  seorang santri yang baru menikah, tapi malang nasib kang Idrus ini sebab penikahannya pas hari puasa, sedangkan hasratnya sudah memuncak. Apakah boleh ia mencium istrinya dalam keadaan puasa. Kalau boleh apakah tidak membatalkan puasanya?

Dalam kitab  Fathul Mu’in Hasyiyah I’anatut Tholibin di jelaskan bahwa jika seorang suami mencium, membelai, merangkul memandang atau melamun, lalu keluar sperma tanpa adanya persetubuhan di antaranya, maka tidak membatalkan puasa, hukum ini sebagaimana tidur lalu keluar sperma.

Kalau seorang laik-laki menyentuh wanita mahramnya atau rambut seorang wanita, lalu keluar sperma, maka puasanya tidak batal.

Bagaimana kalau yang keluar itu air madzi, maka  puasanya tidak batal. Lain halnya menurut pendapatnya ulama Malikiyyah hal tersebut bisa membatalkan puasa.

Lalu apa air madzi itu dan  bagaimana untuk membedakan air madzi dengan air sperma?

* Madzi merupakan air yang keluar dari kemaluan, ciri-cirinya air ini bening dan lengket. Keluarnya air ini disebabkan syahwat yang membara karena menginginkan bersetubuh dengan wanita atau ketika pasangan suami istri bercumbu rayu biasanya air ini keluar. Ciri-cirinya yakni Keluarnya air ini tidak menyebabkan seseorang menjadi lemas, tapi kalau mani ini biasanya tubuh menjadi lemas tidak bertenaga, ini pengalaman teman bukan penulis hehe.

Hukum air madzi ini najis, jadi kalau tubuh atau pakaian te terkena madzi harus di sucikan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw:

Cukup bagimu dengan mengambil segenggam air, kemudian engkau percikkan bagian pakaian yang terkena air madzi tersebut.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)

Dan juga air madzi ini juga menyebabkan wudlu sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw:

Keluarnya air madzi  membatalkan wudhu. Apabila air madzi keluar dari kemaluan seseorang, maka ia wajib mencuci kemaluannya dan berwudhu apabila hendak sholat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, “Cucilah kemaluannya, kemudian berwudhulah.” (HR. Bukhari Muslim).

Demkianlah yang dapat kami infokan semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Amin..

Tag : Islam
0 Komentar untuk "Hukum Sperma Keluar Tanpa Adanya Persetubuhan"

Back To Top