Media Informasi Islam Terkini

Hukum-Nya Wanita Haid Memandikan Jenazah

Hukum-Nya Wanita Haid Memandikan Jenazah


Sahabat Mursyid Hasan yang selalu di mulyakan oleh Allah Swt. Nah saat ini web Mursyid hasan akan membagikan info seputar hukumnya wanita haid memandikan jenazah, semoga artikel ini bisa bisa bermanfaat.

Seorang wanita yang sedang mengalami haid di haramkan untuk melakukan shalat, membaca, membawa Mushaf al-qur’an, berdiam diri di masjid, thawaf, puasa dan juga haram untuk mentalak istri dalam keadaan haid, inilah ibadah yang harus di tinggalkan oleh wanita yang mengalami haid.

Lalu bagaimana kalau wanita itu memandikan jenazah, apakah di perbolehkan atau di haramkan memandikannya?

Mungkin sudah jelas penjelasan di atas terkait ibadah yang harus di tinggalkan saat wanita mengalami haid, 

Namun lebih indahnya jika membahas lebih perinci sesuai landasan hukum-hukum yang tertera di dalam kitab klasik.

Wanita yang mengalami haid hukumnya di perbolehkan memandikan jenazah, sebab wanita haid itu hukumnya tetap suci sebagaimana orang lain (bukan dalam melakukan ibadah wajib dan Sunnah, kalau melakukan ibadah Sunnah/ wajib sudah jelas hukumnya).  Hanya saja ada sebagian ulama mengatakan makruh hukumnya wanita haid memandikan jenazah.

#Landasab Hukum Fikih

Dalam kitab Ar-Raudlah dan Syarh Al-Muhadzab imam Nawawi memberi penjelasan bahwa orang junub dan orang haid di perbolehkannya memandikan jenazah, sebab keduanya ini suci.

Sedangkan menurut Imam Hasan dan sebagian ulama lain menghukumi makruh wanita haid atau junub memandikan jenazah.

Tadi di jelaskan di muka bahwa wanita haid di haramkan melakukan ibadah wajib atau Sunnah. Dan ketika sudah selesai masa haidnya maka di wajibkan untuk mandi. Lalu bagaimana kalau ia meninggal dunia sedangkan ia belum mandi besar, apakah di wajibkan baginya di mandikan dua kali atau tidak . Dengan masalh seperti ini cukup di mandikan satu kali saja. sebab wanita haid bisa gugur kewajiban  mandinya, sebab meninggal dunia.

Imam Nawawi berkata dalam kitab Syarh Al-Muhadzab  menurut Imam Al-Hasan wanita haid atau junub ketika meninggal dunia di wajibkan memandikan dua kali (di mandikan sebab hadast besar, di mandikan sebab meninggal dunia).

Berikut penjelasan mengenai hukum wanita haid memandikan jenazah, semoga artikel ini memberi kemanfaatan untuk semuanya, khususnya pembaca dan penulis. Amin..


Refrensi Kitab Kuning: Hayisyataaa Qhulyuby Juz 1 Hal 360                                         Fathil Qorib Mujib                                         Safinatun najah





Tag : Islam
0 Komentar untuk "Hukum-Nya Wanita Haid Memandikan Jenazah "

Back To Top