Media Informasi Islam Terkini

Hukum-Nya Berwudlu Meminta Tolong Orang Lain Untuk Menuangkan Air Pada Anggota Wudlu

Hukum-Nya Berwudlu Meminta Tolong Orang Lain Untuk Menuangkan Air Pada Anggota Wudlu


Sahabat mursyid hasan yang selalu mendapatkan bimbingan dari Allah, kali ini mursyid hasan akan membagikan informasi seputar wudlu.

Wudlu merupakan syarat sah shalat, tanpa wudlu sudah pasti shalatnya batal, Nah problematika yang sering di alami oleh kebanyakn masyarakat, ketika berwudlu  menyeruh orang lain untuk menuangkan air pada bagian-bagian anggota wudlu-nya, baik ada udzur atau tidak., baik menuangkan itu ada maksud memberitahukan tata cara wudlu yang benar terhadap orang yang menuangkan atau karena sakit parah yang tidak bisa berwudlu tanpa di bantu oleh orang lain.

Dengan deskripsi permasalah di atas ini, lalu bagaimana hukum fikih menyikapi hal demikian ini?

*Di perbolehkan bagi seseorang yang sakit parah yang apabila mengambil air sendiri tidak mampu atau sangat payah, maka baginya boleh meminta tolong kepada orang lain untuk menuangkan air pada anggota wudlunya. Dan juga tidak makruh kalau motif meminta tolong tersebut untuk mengajarkan tata cara wudlu yang benar.

Kitab Mughni Al-Muhtaj Juz 1 hal 281


Seseorang yang tidak memintakan tolong kepada orang lain, untuk menuangkan air kepada anggota wudlunya, maka orang ini mendapatkan kesunnahan wudlu atau Sunnah wudlu tanpa meminta tolong orang lain untuk  menuangkan air pada anggota wudlunya.. ini semua kalau tidak ada udzur yang bisa di benarkan oleh Syara’

Kalau nanti ada udzur yang alasaanya dapat di benarkan oleh syara’ semisal sakit yang sangat atau  terikat kedua tangannya, maka boleh baginya meminta  tolong kepada orang lain untuk menuangkan air pada anggota wudlunya, bahkan ini bisa wajib hukumnya. Sekalipun meminta tolongnya ini ada ujrah mitsil (bayaran).

Hukum kesunnhan wudlu ini ketika orang berwudlu dengan tanganya sendiri, bukan meminta tolong kepada orang lain.

 Lalu bagaimana kalau ada orang lain menolongnya dengan menuangkan air pada anggota wudlu sedangkan ia diam saja tanpa ada kata-kata menolak atau menerima, maka ini di hukumi sama dengan orang yang meminta tolong. 

Al-Minhajul Qowim Juz 1 hal 44


Kesunnahan wudlu yakni tidak meminta tolong kepada orang lain untuk menuangkan air kepadanya, kecuali ada udzur yang di benarkan oleh syara’ seperti sakit. 

Hukumnya isti’anah (meminta tolong) hanya untuk  mengambilkan air, maka hukumnya di perbolehkan.

Hukumnya isti’anah untuk menuangkan air pada anggota wudlunya tanpa adanya udzur yang di perbolehkan syara’, maka hukumnya makruh.

Namun kalau meminta tolong (Istianah) sebab tidak mampunya seseorang untuk membasuh anggota wudlunya, semisal sakit stoke, maka hukumnya wajib, meskipun orang yang meminta tolong itu harus membayar upah.

Demikianlah hukum-hukum isti’anah dalam hal wudlu, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran/ ilmu pengetahuan dari artikel ini. Amin.. 



Tag : Islam
0 Komentar untuk "Hukum-Nya Berwudlu Meminta Tolong Orang Lain Untuk Menuangkan Air Pada Anggota Wudlu"

Back To Top