Media Informasi Islam Terkini

Hukum Di Perbolehkannya Shalat Birrul Walidain Dan Shalat Liqodlo'id Dain Menurut Syara’


Manusia pada umumnya selalu berusaha untuk mendapatkan ampunan dan kasih sayang dari Allah Swt walaupun caranya bermacam-macam seperti halnya bertaubat dengan selalu membaca Istigfar, melakukan amal kebaikan dan ada juga melakukan shalat dengan niatan agar di ampuni dosa-dosanya seperti shalat Birrul Walidaini, Shalat Tasbih. Shalat Liqodloid dain, Shalat Liqodloid Fawaaid.


Hukum Di Perbolehkannya Shalat Birrul Walidain  Dan Liqodloid Dain Menurut Syara’
Shalat Sunah Birrul Wa Lidain


Dengan permasalah di atas ini bagaimana tanggapan hukum fikih. Apakah di benarkan melakukan shalat seperti si atas ini. Kalau memamng di benarkan lalu adakah dalil yang mendasarinya?

Hukum fikih menyikapi hal demikian itu tidak di benarkan kalau niatannya itu untuk melebur dosa, sedangkan dalam kitab Khozanatul Asror di perbolehkan karena sudah sesuai dengan kemutlakan hadist.  dalam kitab Ihya Ulum Ad-Din karya Imam Al-Ghazali juga menerangkan demikian.


Kitab I’anatut Thalibin


Imam al-Qurdi berkata ulama masih terjadi khilaf terkait shalat Roghoib, Shalat Nisfu Sa’ban. Sebagian dari mereka, ada ulama yang berpendapat, bahwa hal itu terdapat beberapa riwayat yang banyak, kalau semisal riwayat itu bisa di kumpulkan, tentu hadist tersebut sudah mencapai batas di perbolehkan untuk di amalkan dalam hal Fadloilul A’mal.

Ada sebagian ulama yang menghukumi bahwa hadist tersebut adalah Maudlu’, termasuk dari  mereka adalah Imam Nawawi. Ada juga ulama mengikuti pendapatnya Imam Nawawi dalam karyanya yaitu Al-Idloh Wal Bayan yang menjelaskan panjang lebar tentang shalat Roghoib dan shalat Nisfu Sa’ban serta menjelaskan hadist Maudlu’ yang berkaitan dengan shalat Roghoib dan Nisfu Sa’ban.

Kitab Khozinatul Asrar


Shalat Sunnah Birrul Walidaini merupakan shalat Sunnah untuk menebus dosa kita kepada kedua orang tua. Caranya dengan melakukan ibadah shalat dua rakaat yang di kerjakan pada hari kamis setelah melakukan shalat maghrib atau seteah isya’ dan setiap rakaatnya membaca Basmalah satu kali ayat kursi  tiga kali, suarat Al-falaq dan Surat An-Nas masing-masing lima kali. Setelah melakukan shalat Sunnah Birrul Walidaini ini di sunnahkan membaca istighfar kepada Allah dengan 15 kali, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw 15 kali, dan menjadikan pahala shalat untuk kedua orang tua.

Shalat Sunnah Li Qodloid Daini untuk penjelasan shalat Sunnah ini berdasarkan hadist nabi Muhammad Saw yang di riwayatkan oleh Abdullah Bin Umar” ada seorang laki-laki dari Tanah Arab mendatangi Nabi Muhammad Saw, lalu mengutarakan kepada Nabi Muhammad Saw bahwa ia sedang menanggung hutang, lalu nabi menyuruh orang  tersebut untuk shalat empat rokaat di setiap rakaatnya membaca surat Al-Fatihah dan surat al-falaq 10 kali,  rakaat kedua membaca surat al-fatihah dan surat al-kafirun 10 kali. Setelah melakukan shalat ini hendaknya duduk lalu membaca Tasbih. Rokaat ketiga dan ke empat  mebaca surat al-fatihah 1 kali, surat at-takasur 3 kali, surat al-zalzalah 3 kali dan terahir surat al-ikhlas 3 kali. Kemudian laki-laki yang datang kepada Nabi Muhammad Saw itu melakukan apayang di perintah oleh Nabi, kemudian nabi berkata sesungguhnya Allah Swt akan memenuhi hutangnya.

Tuhfatul Muhtaj Fi Syarh Al-Minhaj Juz 3 Hal 499


 Imam Al-adzro’I telah mengutip keterangan dalam kitab At-Tanbih milik Imam Al-Muhib At-Tabrhani, sesungguhnya pahala semua ibadah ituyang telahdi lakukan bisa sampai kepada mayit, baik yang di lakukan itu ibadah wajib atau Sunnah.

Sedangkan keterangn yang ada di Dallam kitab ulama Hanafiyah” sesungguhnya boleh seseorang menjadikan pahala dari amal perbuatannya untuk orang lain baik berupa shalat, puasa atau shadaqah.
Kalau menurut Ahlussunnah Wal Jama’ah bahwa boleh seseorang menjadikan amal perbuatannya seperti shalat atau puasa untuk orang lain dan pahala itu akan sampai.

Dalam karya Al-Bukhori dan Abdullah Bin Umar Ra, sesungguhnya ia memerintahkan terhadap seseorang yang ibunya telah meninggal dunia, sedangkan si ibu itu memiliki tanggungan shalat atau puasa, maka baginya boleh mengganti dari ibadah yang menjadi tanggungan si ibu tadi.

Jadi kesimpulan yang penulis ambil dari penjelasan di atas ini, bahwa boleh seseorang melakukan shalat Li Qodloid Daini shalat Birrul Wa Lidaini, dan Shalat Li Qodloid Fawaaid serta kebolehan ini sesuai dengan dalil dan Hadist.

Demikian yang dapat saya informasikan semoga bisa bermanfaat untuk semuanya. Amin..





Tag : Islam
0 Komentar untuk "Hukum Di Perbolehkannya Shalat Birrul Walidain Dan Shalat Liqodlo'id Dain Menurut Syara’"

Back To Top