Media Informasi Islam Terkini

Biografi Kyai Hamim Tohari Djazuli “Cahaya-nya Dunia Kegelapan”

Biografi Kyai Hamim Tohari Djazuli “Cahaya-nya Dunia Kegelapan”


Salam ta’dzim saya haturkan untuk para pembaca, semoga selalu di beri keistiqomahan, kesehatan dan kelancaran rezki, untuk kali ini web MURSYID HASAN akan memberikan info seputar kewalian janin yang masih dalam kandungan, penasaran bukan, kewalian umumnya di capai oleh seseorang yang sudah menginjak usia baligh, beda halnya dengan pembahasan artikel ini. Untuk lebih singkatnya silahkan di baca artikel di bawah ini.

Nyai Hj Rodiyah saat mengandung putra ketiganya banyak mengalami peristiwa-peristiwa aneh dan mimpi-mimpi yang luar biasa yang belum pernah ia alami semasa mengandung putra-putra beliau sebelumnya. Bahkan ulama-ulama pada saat itu menafsiri mimpi dan kejadian yang di alami oleh Nyai Rodliyah merupakan pertanda dari Allah bahwa janin yang di kandungnya kelak akan menjadi wali dan ulama yang sangat berpengaruh.

Kyai Hamim Djazuli atau yang lebih di kenal dengan Gus Mik, beliau inilah yang menjadi seorang wali sejak di dalam kandungan dan Beliau termasuk seorang ulama yang memiliki kepedulian tinggi terhadap al-qur’an,  beliau telah mendirikan jamaah semaan al-qur’an jantiko mantab dan jamaah Dzikrul Ghofilin. 

Beliau Gus mik di lahirkan bertepat tanggal 17 Agustus 1940 di desa Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur. Dari  pasangan Kyai Djazuli Usman dengan Nyai Rodliyah, ketika Nyai Rodiyah melahirkan Gus Miek, Sang Ibu menerima tamu tak dikenal yang menyerahkan padi yang sangat banyak untuk persiapan menyambut kelahiran Gus Miek. Jika dilihat  ke masa berikutnya, banyak orang yang rela menyerahkan harta bendanya kepada Gus Miek, entah sebatas pemberian biasa atau mengharap berkah dari beliau, tapi tak semua pemberian itu diterima oleh Gus Miek.

Gus Mik sewaktu masih kecil dalam mencari ilmu agama terutama al-qur’an langsung di didik oleh ibunya sendiri Nyai Rodliyah setelah sekian lama beliau belajar mengaji kepada Ibundanya, beliau lalu di serahkan kepada Ustadz Hamzah. Proses belajar beliau tak berlangsung lama, sebab baru mendapat satu juz, Gus Miek sudah minta khataman. 

Gus Mik dalam hal mendalami ilmu agama terutama ilmu alat seperti ilmu nahwu dan saraf, langsung di didik oleh ayahnya sendiri, setelah itu oleh Kyai Usman Djazuli mengirim Gus Mik ke beberapa pesantren yang di asuh oleh Kyai Makhrus Ali pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, setelah itu berlanjut ke Pesantren Darussalam yang terletak di kota Magelang  asuhan Kyai Dalhar.

Konon, Gus Mik tiap malam selalu keluar ntah kemana bahkan ketika waktunya belajar kepada ayahnya Gus Mik selalu tiada, oleh karena itu Kyai Usman tidak melanjutkan pembelajarannya sebelum Gus Mik belum datang.

Keluar tiap malam ini beliau lakukan sampai usia tua, tidak ada yang berani menegor atau memarahi , bahkan Nyai Rodliyah berpesan kepada keluarganya dan kepada Kyai Usman untuk tidak ikut campur terhadap kehidupannya Gus Mik, sebab Nyai Rodliyah sudah mengetahui kalau Gus Mik keluar bukan karena menuruti hawa nafsunya, melainkan untuk menyadarkan seseorang yang terlanjur berbuat dosa, tak mengherankan kalau Gus Mik suka berdakwah di tempat-tempat pelacuran, perjudian dan sabung ayam. Sebab Gus Mik pernah berkata “Sebenarnya berdakwah itu harusnya di tempat-tempat seperti ini, karena orang-orang yang seperti ini yang harus di sadarkan dan juga menginginkan masuk surga, bukan hanya yang ada di masjid saja yang mau masuk surga.

Keanehan beliau bukan hanya dalam masalah tingkah saja, tapi dalam mencari ilmu beliau terkenal sangat aneh dan di kagumi, betapa tidak saat beliau kelas III yang mendalami Ilmu Al-fiyah, beliau selalu mengajak teman sebayanya untuk pergi, padahal esok harinya waktu hafalan al-fiyah, setelah keesokan harinya semua santri termasuk Gus Mik masuk ke kelasnya, untuk menghafalkan al-fiyah, teman yang beliau ajak waktu itu,  tidak mampu menghafal Bait Al-fiyah dengan lancar sehingga sulit untuk melanjutkan ke bait Nadlom selanjutnya, setelah itu beliau memandang Gus Mik, sebaliknya Gus Mik mamandang tajam ke arahnya, sambil berkomat-kamit melafadkan Nadzom al-fiyah dalam hatinya, anehnya walapun tidak bisa di dengar oleh temannya yang maju tersebut, Tapi ia dengan lancarnya menghafal al-fiyah dengan melihat komat-kamitnya lisan Gus Mik, ini lah bentuk karamahnya Gus Mik.


Biografi Kyai Hamim Tohari Djazuli “Cahaya-nya Dunia Kegelapan”


Gus Mik di satu sisi sebagai ulama dan seorang wali, Namun beliau tetap memiliki jiwa hidup sederhana dan selalu rendah hati, setiap beliau berjalan selalu menundukkan kepala ini menunjukkan kerendahan dan kehinaan seorang hamba pada Rabb-nya.

Ada kisah menarik yang perlu kita fahami bahwa, setiap malam beliau selalu pergi ketempat-tempat hiburan seperti discotic, tempat permainan judi, biliyar dan doli ini beliau lakukan semata-mata untuk memberikan petunjuk jalan kepada yang buta, memberi semangat kepada orang yang putus asa, menghibur orang yang tertimpa kesedihan.

Ketika beliau pergi ke tempat diskotik ada sekelompok preman yang berpesta pora dengan meminum arak sambil bernyanyi-nyayi dan berjoget, kebetulan beliau tidak jauh duduk dari para preman tersebut, sehingga ada salah satu preman yang mengenali beliau sambil berkata. Ngapain kamu ada di sini Gus, bukannya  kamu seorang ulama penerus pesantren, beliau dengan santainya menjawab. Seorang ulama juga pengen hidup kayak kamu semua, dengan jawaban seperti itu para preman yang mendengarkan tertawa terbahak-bahak. 

Tanpa pikir panjang Gus Mik mengambil sebotol minuman keras lalu menantang ketua preman untuk  bersulang, siapa yang teler lebih dulu berarti kalah dan harus menghentiakn perbuatan dosa ini, dengan tantangan ini, ketua preman menyetujuinya,..lalu Gus Mik meminum Arak setelah habis ngambil lagi sampai minuman yang ada di tempat itu habis semua, Namun Gus Mik tetap sehat dan bugar, sehingga semua orang yang ada di tempat itu kagum melihat gus Mik, setelah selesai ada yang memberanikan diri bertanya, Gus Mik kenapa anda meminuman minuman keras sebanyak ini, padahal di agamamu melarang meminum arak, Gus Mik lantas menjawab, saya tidak meminumnya tapi membuangnya ke lautan, setelah mendengar jawaban Gus Mik, semua preman yang ada di tempat itu saling pandang tanda tidak percaya, lalu Gus Mik membuka mulutnya, Namun setelah di lihat oleh para preman tidak menemukan apapun di dalam mulut Gus Mik kecuali lautan yang sangat luas, Subhanallah dengan kejadian ini semua orang yang melihat kejadian ini mengaku salah dan ingin kembali ke jalan yang benar.

Gus Mik atau Kyai Hamim Thohari Djazuli wafat pada hari Sabtu tanggal 05 Juni 1993 di rumah sakit Budi Mulia Surabaya. 

Lalu jasad mulia beliau di makamkan di Tambuk, Ngadi, Mojo, Kecamatan Kediri jawa timur. Setelah beliau wafat para jamaah Dzikir Ghofoilin di pimpin oleh putra beliau sendiri Kyai Agus Sabut Pranoto Projo.

Demikianlah sekelumit Tapak Tilas kehidupan Gus Mik Semoga kita semua mendapat barakah dari beliau. Amin..








Tag : profil ulama
0 Komentar untuk "Biografi Kyai Hamim Tohari Djazuli “Cahaya-nya Dunia Kegelapan”"

Back To Top