Media Informasi Islam Terkini

Inilah Status Hukumnya Shalat Di Naikin Anak Kecil

Inilah Status Hukumnya Shalat Di Naikin Anak Kecil

Kita sudah mengetahui semua bahwa hukum membatalkan shalat fardlu tanpa ada alasan yang di benarkan haram secara mutlak. Lalu bagaimana kalau seorang anak kecil naik ke punggung ibu atau ayahnya saaat sedang melakukan sujut, ini sering terjadi di tengah-tengah masyarakat, kalau seumpama ia memaksa untuk berdiri akan membahayakan anaknya semisal jatuh atau yang lain, di satu sisi untuk membatalkan shalatnya demi anak hukumnya haram. 

Dunia anak memang dunia bermain banyak kan kalau kita pergi ke masjid, para ibu-ibu membawa anak kesayangannya, ini semata-mata untuk menanamkan rasa cinta terhadap shalat berjama’ah, Namun, untuk seusia anak kecil lari-larian di masjid mengganggu orang shalat semisal menarik mukena ibunya, merengek saat si orang tua sedang shalat dan ada juga yang sampai naik ke atas punggung ibu ayahnya saat melakukan sujud, ini permainan anak kecil saat yang dewasa melakukan shalat.

Lalu bagaimana untuk menyikapi hal demikian apakah membatalkan shalat atau menunggu sampai anak benar-benar turun dari punggungnya.

*Demi keselamatan shalat fardlunya, maka hendaknya menunggu saja walaupun tertinggal dengan imam,  Tapi, kalau tidak  memungkinkan, maka hendaknya mengambil anaknya dengan tanganya, ini tetap sah lantaran termasuk Dlarurat.

Lalu bagaimana kalau anak kecil yang naik tadi membawa najis, apakah orang tua yang di rangkul oleh sang anak batal shalatnya.

*Sah shalatnya, selama anak kecil itu di pastikan tidak membawa najis atau tidak di duga membawa najis, Tapi kalau sudah di yakini membawa najis, maka batal shalatnya.

#Landasan Hukum Fikih

*Bagaimana pendapat kalian seumpama ada anak kecil menaiki ibunya yang sedang melakukan sujud, sedangkan kondisi anak kecil tersebut belum terkhitan. Dan kasus lain seorang anak kecil merangkul  ibunya sedangkan ia mengetahui bahwa sang anak membawa najis yang melekat di luar kemaluannya. 

*Landasan bahwa saat anak kecil naik ke punggung harus di tunggu sampai turun yakni hadist Babi yang di riwayatkan Abdullah bin Syaddad, dari ayahnya, dia berkata, "Pada suatu siang, Rasulullah SAW keluar untuk shalat Dzuhur atau Ashar. Beliau membawa Hasan atau Husein, lalu beliau meletakkan anak itu di depan beliau saat akan shalat, kemudian bertakbir. Setelah itu beliau sujud cukup lama."

"Aku, kata Ibnu Syaddad, "mengangkat kepalaku dan saat itu aku melihat anak itu berada di atas punggung Rasul SAW. Aku pun kembali bersujud. Setelah selesai, para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tadi engkau sujud begitu lama, sehingga kami menyangka telah terjadi sesuatu atau wahyu turun kepadamu?”

Rasul bersabda, “Bukan begitu? Hanya saja, cucuku ini naik ke atas punggungku. Dan aku tidak ingin menurunkannya dengan segera hingga dia merasa puas (berada di atas punggungku).” (HR Ahmad, Nasai, dan hakim).

Berdasarkan keterangan ini, di ambil kesimpulan bahwa saat anak kecil menaiki punggung orang yang sedang melakukan shalat harus di tunggu sampai anak kecil itu turun dengan sendirinya.

Jika di ketahui kalau anak kecil itu membawa najis yang menempel di area kemaluannya, maka shalatnnya orang yang di rangkul oleh anak yang membawa najis hukumnya shalatnya batal. Dan bila tidak di ketahui kalau anak itu membawa najis, maka hukumnya shalatnya tidak batal, karena melakukan pada hukum asalnya yakni suci.

Untuk kasus apakah orang yang di naiki itu harus membatalkan shalatnya atau menunggu anak kecil tersebut turun dari punggungnya walaupun shalatnya tertinggal oleh imam.

Demikianlah uraian mengenai shalatnya orang yang di naiki oleh anak kecil yang membawa anjis, semoga artikel ini membawa kemanfaatn untuk kita semua lebih khususnya kepada penulis. Amin…

Refrensi Kitab Kuning:Qurratul ‘Ain Bii Fatawi Ismaili Zyain Hal 55-56




Tag : Islam
0 Komentar untuk "Inilah Status Hukumnya Shalat Di Naikin Anak Kecil"

Back To Top