Media Informasi Islam Terkini

Inilah Hukumnya Shalat Di Dalam Gereja

Inilah Hukumnya Shalat Di Dalam Gereja

Shalat lima waktu yang paling afdlol di lakukan di dalam masjid atau mushalla sedangkan untuk shalat Sunnah sendiri lebih di anjurkan di dalam rumah, pendapatn ini berdasarkan hadist, namun kita perlu ketahui bahwa shalat lima waktu itu lebih di tekankan untuk shalat berjamaah di dalam masjid.
Lalu bagaimana kalau shalat di dalam gereja atas dasar toleransi terhadap lain agama, bagaimana menurut kaca mata fikih menyikapi hal demikian?

*Pendapat mengenai shalat di dalam gereja ulama terjadi khilaf, menurut Imam As-Syafi’I hukumnya maruh dengan syarat tidak ada perkara yang mnyebabkan keharaman semisal mengagungkan gambar-gambar yang di agungkan oleh orang kafir dan harus mendapat izin untuk melaksanakan shalat lima waktu di dalam gereja, kalau hal-hal yang di sebutkan ini di lakukan , maka hukumnya haram melakukan shalat di dalam gereja, beda halnya menurut madhab hambali.

#Landasan Hukum Fikih

Makruh hukumny melakukan shalat di temapt ibadahnya orang Nasroni dan yahudi semisal Pura, Gereja dan juga Makruh hukumnya melakukan shalat di area pemandian (maksudnya di dalam pemandiannya) baik pemandiannya itu di bangun masih baru atau sudah lama.

Kalau menurut Qhil makruh hukumnya melakukan ibadah di gereja, sebab gereja tempat berkumpulnya para syaitan dan hukumnya haram memasuki tempat yang di haramkan untuk masuk ke dalamnya yakni orang islam masuk ke dalam gereja, dan haram juga kalau di dalam gereja terdapat gambar-gambar atauu patung yang di agungkan oleh orang yahudi, nasrani.

Hukumnya masuk ke dalam tempat ibadahnya orang-orang kafir (gereja, pura, kuil) lalu melaksanak shalat di dalamnya.

Seseorang di perbolehkan masuk ke area gereja atau sesamanya untuk berdagang atau untuk melakukan shalat, namun kalau di dalam gereja atau sesamanya terdapat gambar atau patung yang di agungkan oleh orang-orang kafir, maka hukumnya di makruhkan. Menurut satu Qhil hukumny makruh secara mutlak, baik di dalamnya ada gambar atau patung yang di agungkan atau tidak ada, ini pendapatnya pengarang kitab Ar-Ri’ayah dan juga berpendapat di dalam kitab Al-Mustau’ab.Shalat  di dalam gereja atau sesamanya hukumny tetap sah, namun di makruhkan, Ibnu tamim berkata: hukumnya di perbolehkan masuk ke dalam gereja baik untuk shalat fardu atau hanya melakukan akad transaksi saja, selama tidak ada gambar atau patung yang di agungkan.Kalau menurut imam Ibnu ‘Uqaid hukumnya di makruhkan sebagimana menjalankan shalat di dalam gereja yang di dalamnya ada gambar yang di agungkan oleh orang kafir.

Demikianlah penjalasan mengenai hukumnya sholat di dalam gereja, kuil dan pua, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua khususnya. Aminn.. 

Refrensi Kitab:  Al-hawasyis Sawany Juz  Hal 166
                           Al-adabu As-Sar’iyaty Juz 3 hal 292





Tag : Islam
0 Komentar untuk "Inilah Hukumnya Shalat Di Dalam Gereja"

Back To Top