Media Informasi Islam Terkini

Inilah Hukumnya Ngalap Barakah

Inilah Hukumnya Ngalap barakah

Barakah merupakan karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia, dalam definisi ini kata kebaikan itu umum, bisa di maksudkan apapun yang penting tidak keluar dari kaidah yang telah di tetapkan, semisal kebaikan untuk diri sendiri banyak kan seorang terkena penyakit yang tidak di ketahui penyebabnya, lalu hanya di ludahi oleh anak yatim yang sudah baligh, lalu sembuh dalam beberapa hari, ini barakah bi nafsi (barakah untuk kebaikan diri sendiri).

Ada juga barakah untuk golongan seperti halnya yang terjadi saat perang Khandak , kaum muslimin khusunya saat menggali parit merasa lapar sehingga ada salah satu sahabat nabi Muhammad mempunyai simpanan gandum di rumahnya, gandunm itu kalau di konsumsi hanya mampu mencukupi satu orang, berhubung barakah dan mu’jizatnya nabi Muhammad gandum itu bisa di konsumsi oleh semua perajurit perang Subhanallah ini barakah bil jam’i. barakah untuk kebaikan umat.

Zaman sekarang ini masih banyak orang percaya akan adanya barakah dari orang-orang pilihan Allah Swt. Seperti kasus Mbah As’ad Situbondo saat Sowan kepada Kyai hasim as’ari beliau tidak bisa melafadkan huruf “R” dengan sempurna (Cedal), lalu oleh beliau di ludahi mulutnya, tidak berlangsung lama beliau dengan fasihnya bisa melafadkan huruf “R” dengan sempurna.

Dengan deskripsi permasahan di atas, bagaimana hukum tabarrukan dengan menelan ludah orang sholeh menurut pandangan agama?

*Ulama masih terjadi perbedaan pendapat mengenai deskripsi yang telah di sebutkan di atas, menurut ulama hukumnya haram sekalipun bertujuan untuk ngalap barakah (tabarrukan. Namun, ada satu pendapat yang lain ada yang memperbolehkan jika ada unsur ngalap barakah kepada orang shalih.

#Landasan Hukum Fikih

Seandainya ada seorang berniat ngalap barakah dengan menelan ludahnya orang yang di yakini keshalihannya, baik ludah yang di telah itu untuk kebaikan dirinya atau kepada anak-anaknya, semisal seorang yang terkena penyakit tanpa ada penyebabnya meminta kepada orang yang di yakini seorang wali, untuk meludahi mulunya atau mulut anaknya, maka hukumnya haram bagi wali untuk meludahinya dan haram juga bagi orang tua yang mempersilahkan meludahi mulut anaknya.

*Haram menelan dahak, kalau dahak itu keluar dari sumbernya, dan apabila dahak itu keluar dari selain ssumbernya semisal dari hidung, maka hukumnya tidak di haramkan. Hukumnya tidak di haramkan menelan ludah yang keluar dari sumbernya yaitu dari mulut. Kalau seorang menelan ludah tidak ada niatan ngalap tabaruk, maka hukumnya di haramkan, kalau sebaliknya yakni bertujuan untuk ngalap tabarrukan maka di perbolehkan, seperti menelan ludahnya yang di yakini seorang wali atau orang shalih.

Demikian sekilas mengenai hukum ngalap barakah dengan menelan ludahnya orang yang di yakini keshalihanyya.. semoga bisa bermanfaat untuk kita semua Aminn…

Refrensi Hukum: Hasyiyatul jamal Juz 2 hal 111
                            Hasyiyatul Bajuri Juz 1 hal 100
Tag : Islam
0 Komentar untuk "Inilah Hukumnya Ngalap Barakah "

Back To Top