Media Informasi Islam Terkini

Inilah Hukumnya Memakai Tongkat Saat Khutbah Jum’at

Inilah Hukumnya Memakai Tongkat Saat Khutbah Jum’at

Sudah menjadi tradisi di kalangan warga Nahdiyin saat berkhutbah memegang tongkat, ada juga sekelompok orang yang tidak memegang tongkat, ini yang sering menjadi isu hangat di kalangan masyarakat, bahkan ada yang berani menyalahkan satu sama lain, semisal yang tidak memakai tongkat di anggap menyalahi aturan, ada juga yang Makai tongkat di salahkan, padahal kalau kita teliti dalilnya semuanya benar dan ada dalilnya semua. Menurut saya  Yang tidak benar itu yang menyalahkan dan lebih salahnya lagi mereka tidak pernah pergi kejum’atan lalu menyalahkan. 

Untuk kali ini web MURSYID HASAN akan membagikan seputar permasalahn mengenai memegang tongkat saat berkhutbah, agar informasi penting ini tidak semerta-merta menyalahkan satu sama lain  sebelum mengetahui secara teliti dalilnya.

Kita sudah tahu semua kan, bahwa ketika khotib mau naik ke atas mimbar, seorang bilal menyerahkan tongkat tersebut kepada khotib, tongkat itu akan terus di pegang sampai pembacaan khutbah jum’at selesai.

Lalu dengan deskripsi di atas ini apakah ada landasannya mengenai memegang tongkat saat membaca khutbah jum’at, khutbah idul fitri dan idul adha?

*Memegang tongkat saat membaca khutbah jum’at, khutbah idul fitri dan idul adha hukumnya Sunnah, serta ada dalil yang mendasarinya, seperti dalam madzhab Maliki, Syafi’iyah dan Mdzhab hambali..

#Landasan Hukum Fikih

Ketika Rasulullah Saw, membaca khutbah jum’at beliau memegang pedang, saat membaca khutbah di lain waktu yang lain beliau memakai tongkat, ini landasan mengenai kesunnahan memakai tongkat ketika khutbah jum’at di baca.

Imam As-Syafi’I ra, berkata telah datang berita kepadaku mengenai Rasulullah saat membaca khutbah beliau memegang tongkat, adapula yang mengatakan beliau memegang tongkat yang pendek dan ada juga yang berpendapat beliau memakai anak panah. Semuanya itu beliau jadikan sebagai alat pegangan.

Imam As-Syafi’I berkata saya sangat suka melihat orang berkhutbah memegang sesuatu alat sebagai pegangan seperti tongkat, pedang dan anak panah, kalau ia tidak memegang sesuatu sebagai tumpuan, maka baginya menenangkan kedua tangannya dan semua badannya (maksudnya tidak diam, tidak bermain-main dengan kedua tangannya).

*Hendaknya bagi seorang khotib yang hendak membaca khutbah, memegang sesuatu yang menjadi pegangan, caranya memegang dengan tangan kiri karena Itba’ atau mengikuti ulama salafus sholih, hikmahnya bahwa agama islam ini tegak, kokh dengan bantuan senjata.

Kalau khotib tidak mendapatkan tongkat atau sejenisnya, maka baginya meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di bawah dada, persisi seperti orang yang melakukan shalat.

Dalam ini ulama fikih masih terjadi perbedaan pendapat terkait memegang tongkat atau sejenisnya saat khutbah, kalau menurut  Madzhab Syafi’I, Madzhab Malikiyyah dan Madzahb Hambaliyah menghukumi Sunnah.

Sedangkan Madzhab hanafiyah menghukumi makruh memegang tongkat atau sejenisnya saat membaca khutbah, pendapat ini yang menjadi pegangan bagi kelompok-kelompok yang tidak memakai tongkat saat khutbah.

NB: walaupun ulama terjadi perbedaan pendapat dalam menentukan hukum, maka selayaknya bagi kita umat islam semuanya, tidak saling menyalahkan satu sama lain, selama perbedaan itu masih ada pendapat ulama 4 Madzhab, Imam syafi’I, Imam Hambali, Imam Malik dan Imam Abu Hanifah serta perbedaan itu tidak keluar dari aturan syariat islam. Karena perbedaan yang saling menghargai satu sama lain itu menjadi Rahmatal Lil “Aalamin bgai seluruh Umat islam.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua Aminnn…

 Refrensi Kitab Kuning:  Sunan Ibnu Majah Juz 3 Hal 414
                                        Al-Um Juz 2 Halm 273
                                        Hawasyi Al-Madaniyah Juz 2 Hal 44
                                        Khutbatul Jum’ah Wa Ahkamuha Al-Fiqhiyah Juz 1 Hal 154




Tag : Islam
0 Komentar untuk "Inilah Hukumnya Memakai Tongkat Saat Khutbah Jum’at"

Back To Top