Media Informasi Islam Terkini

#Inilah Hukum Zakat Fitrah Menggunakan Uang Rupiah

#Inilah Hukum Zakat Fitrah Menggunakan Uang Rupiah

Uang merupakan alat  benda yang disetujui oleh pemerintah dan masyarakat umum sebagai alat perantara tukar menukar dalam berdagang. Dengan begitu fungsi uang sebagai alat tukar atau alat untuk memenuhi segala bahan pokok yang yang di sahkan oleh perintahan seperti contoh untuk membeli sembako, rokok dan sebagainya.

Dengan adanya uang masyarakat lebih mudah untuk membeli peralatan sembako hanya dengan menukar uang dengan barang yang sepadan.

Ada juga alasan bagi penarik zakat  untuk lebih mudah penarikan zakat dan juga lebih leluasa di gunakan oleh Mustahiq (orang yang menerima zakat) untuk membelu sesuatu yang di butuhkan.

Sekarang masyarakat pada umumnya lebih memilih membayar zakat dengan uang ketimbang membayar zakat dengan beras, kerana masyarakat ingin yang lebih prasktis membawanya dan juga kemanfataan harta zakat yang di berikan kepadanya lebih tahu kebutuhan yang di perlukan.

Dengan deskripsi permasalhan yang ada, maka apakah boleh zakat menggunakan fitrah menggunakan uang rupiah.

*Menurut mayoritas ulama yang bermadzhab Syafi’i tidak memperbolehkan zakat fitra menggunakan uang rupiah.

Kalau menurut Madzahbnya Imam Abu Hanifah di perbolehkan menggunakan uang sebagai zakat fitrah, karena secara hakikat fungsinya zakat untuk menuntaskan kemiskinan, untuk kadar  zakat fitrah dengan uang yakni seukuran beras 3,8 Kg  yakni setara 36Ribu rupiah.

#Landasan Hukum Fikih

*Imam al-Bulqini berfatwa boleh zakat fitrah menggunakan emas, perak, dan uang. Zakat dengan barang itu di yakini dan saya (Imam Bulqini) juga mengamalka, sekalipun berbeda dengan pendapatnya imam Syafi’i , sebab uang lebih berguna bagi penerima zakat (Mustahiq) lebih mudah dan sedikit sekali ada penipuan di dalamnya sebagimana terdapat pada emas campuran.

Di perbolehkan mengikuti fatwanya Imam Al-Bulqini sebab belau termasuk ulama’ahli tahkrij dan tarjih. Menurut beliau uang tersebut laku dan di senangi oleh kebanyakan masyarakat.

Imam Al-bulqini ini menyamai pendapatnya Imam Bukhori beliau termasuk salah satu pengikutnya Madzhab Syafi’i.

*Imam Abu Hanifah mewajibkan zakat menggunakan gandum putih, gandum merah, kurma dan anggu, di memperbolehkan juga zakat menggunakan kimahnya (Harganya) barang tadi d  berupa dirham, emas, perak, uang. Sebab hakikatnya zakat untuk menuntaskan kefakiran.

*kalau menurut pendapatnya imam Syafi’i zakat fitrah hanya berupa makanan pokok seperti gandum, beras, kurma dan anggur. Untuk makanan poko di masing-masing daerah  berbeda-beda ada yang mengkonsumsi gandum atau beras. Dan cukup mengeluarkan zakat makanan pokok yang lebih mahal harganya sebagai zakat yang lebih rendah harnya, itu di karenakan agar lebih bisa di ambil gizinya dan tidak cukup mengeluarkan zakat dengan kimahnya (harga).

 Demikianlah yang dapat kami paparkan. semoga bermanfaat. Aminn


Tag : Islam
0 Komentar untuk "#Inilah Hukum Zakat Fitrah Menggunakan Uang Rupiah"

Back To Top