Media Informasi Islam Terkini

Inilah Hukum Menabur Bunga Di Atas Makam


Inilah Hukum Menabur Bunga Di Atas Makam
Sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat nahdiyin baik di kota atau desa, ketika seorang meninggal dunia pasti di carikan bunga segar, kemudian bunga tersebut di campur dengan wangi-wangian lalu di letakkan di atas keranda setelah mayid sudah di letakkan di liang lahad, bunga itu di taburkan di atas kuburan.

Hal semacam ini sudah mendarah daging di kalangan warga nahdiyyyin. Bagaimana hukum tradisi menabur bungah di atas kuburan, menurut pandangan hukum fikih.

*Menabur bunga di atas kuburan hukumnya di sunnahkan, karena nabi Muhammad Saw juga melakukan hal demikian, sedangkan dalil yang menyunnahkan menabur bunga di atas kuburan yaitu hadist nabi dengan sanad yang shahih.

#Landasan Hukum Fikih

Inilah Hukum Menabur Bunga Di Atas Makam
Sunnah kan meletakkan pelepah kurma yang masih basah di atas kuburan, kesunnah ini mengikuti perbuatan nabi (Itba’), Kenapa harus meletakkan pelepah kurma di atas kuburan adakah manfaat pelepah kurma itu untuk di mayit, iya ada kemanfaatan bagi si mayid, ketika pelepah kurma yang masih basah atau hijau itu dapat meringankan beban mayit di alam barzah, kerena pelepah kurma yang masih basah itu selalu membaca tasbih dan memintakan ampunan untuk di mayit.

Hadist ini oleh sebagian ulama di Qiyaskan atau di samakan dengan menabur bunga di atas kuburan . ketika seseorang sudah meletakkan pelepah kurma di atas kuburan, maka baginya haram mengambil bunga atau pelepah kurma yang masih basah, kalau sudah kering maka tidak haram.

Akan tetapi, mengenai cara masing-masing membaca tasbih, hanya Allah saja yang tahu. Dan terkait dengan tabur bunga tadi, dihimbau penabumya memilih bunga­-bunga yang masih segar agar bisa memberi “manfaat” bagi si mayit, sebab bunga-bunga tadi akan bertasbih kepada Allah.

Ketika Nabi Muhammad melakukan perjalanan dengan beberapa sahabatnya nabi lalu diam di atas kuburan salah satu warga Makkah, lalu nabi Muhammad berkata kepada para sahabatnya, sekarang ini mayit yang ada di depanku sedang mengalami siksaan yang sangat pedih, lalu nabi Mengambil pelepah kurma yang masih hijau dan meletakkan di atas kuburan tersebut seraya berdo’a” Semoga denga pelepah kurma yang masih basah ini Allah, meringankan siksaan mayit ini.

Dan dari ini dapat di ambil kesimpulan bahwa meletakkan pelepah kurma yang masih basah atau bunga hukumnya di sunahkan, dengan pelepah kurma dan sejenisnya di harapkan dapat meringankan beban si mayit. 

Al-Hafid Abu Al-Jauzani menghukumi Sunnah meletakkan pelepah kurma yang belum kering kerena Itba’ kepada nabi Muhammad Saw, dengan hal ini para sahabat nabi juga melakukan apa yang pernah Nabi Muhammad lakukan.

Syeikh Imam Nawawi Dalam kitabnya Syarh Muslim wasiat sahabat Buraidah Ra tersebut bertabaruk mengharap barakah dengan melakukan sesuatu  yang di lakukan oleh nabi Muhammad yakni meletakkan pelepah kurma yang masih basah di atas kuburan.

Semoga yang dapat MURSYID HASAN uraikan semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Aminn

Refrensi Kitab Kuning: Tuhfatul Muhtaj Fii Syarhil Minhaj Juz 11 hal 394
                                      Arsyiful Mutaqii Ahlul hadist Juz 1 hal 5744



Tag : Islam
0 Komentar untuk "Inilah Hukum Menabur Bunga Di Atas Makam"

Back To Top