Media Informasi Islam Terkini

Inilah Hukum Memotong Kuku Dan Rambut Saat Hadast Besar

Inilah Hukum Memotong Kuku Dan Rambut Saat Hadast Besar

Dalam shalat perempuan yang mengalami Haid atau nifas tidak di perbolehkan shalat wajib atau shalat Sunnah, membaca al-qur’an dan ber’itikaf, semisal perempun sedang mengalami Haid, lalu memotong kuku, rambut atau anggota badan yang lainnya.

Lalu bagaimana tanggapan hukum fikih mengenai perempuan memotong kuku, rambut atau anggota yang lain saat sedang Haid.

Selanjutnya bagaimana jika rambut atau kuku itu jatuh dengan sendirinya, sedangkan dirinya sedang haid, apakah wajib di bersihkan saat mandi besar atau di biarkan saja.

*Hendaknya bagi seorang perempuan yang mengalami haid jangan memotong kuku atau rambut, sebab potongan rabut atau kuku yang jatuh saat haid akan di kembalikan lagi pada hari kiamat kelak, dalam kondisi sebagaimana ia jatuh, kalau jatuh saat haid maka kelak kuku itu datangnya berhadast, tapi kalau jatuhnya bersih kelak akan bersih jua.

Namun menurut Imam Bujairimi anggota tubuh yang terpotong seperti kuku atau rambut di akhirat akan di kembalikan lagi  adalah anggota yang ada pada saat ia meninggal dunia, bukan anggoita yang telah terpotong sebelumnya, karena anggota badan yang akan di kembalikan pada hari pmbangkitan di padang mahsar kelak adalah anggota tubuh yang ada pada saaat kematiannya.

Namun ada yang berpendapat bahwa anggota badan yang terpotong baik rambut atau kuku kelak di datangkan dalam keadaan hadast, hanya saja dengan keadaan terpisah.

Inilah Hukum Memotong Kuku Dan Rambut Saat Hadast Besar

#Landasan Hukum Fikih

*Imam Al-Ghazali memberi nasihat kepada kaum hawa untuk tidak memotong kuku, rambut dan anggota badan yang lain, kalau dirinya dalam keadaan hadast besar, karena kelak anggota yang terpotong tersebut akan di datangkan sesuai dengan ia terpotong sewaktu di dunia apakah terpotongnya dalam keadaan junub, haid atau nifas.

*Barang siapa seseorang berkewajiban mandi besar yakni orang yang mengalami Haid atau junub, maka tidak di anjrkan menghilangkan anggota badannya seperti rambut atau kuku. Karena kelak pada hari akhirat anggota yang terpotong itu akan di datangkan lagi kepadanya. Klau ia memotong rambut itu sebelum mandi besar maka kelak akan di datangkan dalam keadaan hadast besar, ini semata-mata untuk memberi pelajaran kepada umat manusia.

*Dalam kitab Fathil Mu’in di terangkan fardunya mandi yang kedua yakni meratakan air keseluruh tubuh meliputi rambut,  kuku kedua tangan, kuku kedua kaki.

Demikianlah penjelasan mengenai hukum memotong kuku saat hadast  besar. Semoga article ini bermanfaat untuk kita semua. Amin…

Refrensi Kitab Kuning: Nihayatul Zyain Hal 31
                                      Fathil Mu'in Hamis I'anatut Thalibin Juz 1 Hal 75
                                      Hasyiyatul Jumal Juz 2 Hal 96
                                      Hawasyi as-Syarwani Hal 284






Tag : Islam
0 Komentar untuk "Inilah Hukum Memotong Kuku Dan Rambut Saat Hadast Besar"

Back To Top