Media Informasi Islam Terkini

Inilah Hukum Memberitahu Tamu Saat Shalat

Inilah  Hukum Memberitahu  Tamu  Saat Shalat

Shalat hukumnya wajib bagi orang muslim, jadi tidak alasan bagi orang muslim untuk tidak melakukan shalat selama masih punya akal, telah memasuki usia baligh, kalau ada orang muslim tidak mau shalat berarti ia belum baligh dan gila, bukannya gitu..

Ketika seseorang shalat lalu membatalkan shalatnya tanpa ada alasan yang di jelas menurut syar’I maka hukumnya di haramkan dan dosa besar, kalau ada alasan yang dapat di benarkan menurut syar’I maka membatalkan shalat di ada masalah seperti ketika shalat ada orang buta mau tercebur ke sumur, anak kecil mau di culik.

Problematika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat ketika melakukan shalat lalu ada tamu yang sangat penting biasanya shalatnya di batalkan, lalu bagaimana seandainya seseorang melakukan shalat lalu ada tamu yang hendak masuk, tapi ia tidak mau membatalkan shalatnya, bolehkan untuk mengingatkan dengan tujuan membaca dzikir atau tasbih.

*kalau tujuannya membaca dzikir untuk menjawab tamu semisal ada tamu “ Aslamualaikum”, lalau kita berdzikir dengan tujuan menjawab tamu tersebut, atau membaca dzkir dengan tujuan memberi tahu ke tamu kalau ia sedang melaksanakan shalat maka shalatnya batal.

Kalau membaca dzikir dengan niatan membaca al-qur’an atau dzikir serta ada niatan memberi tahu maka shalatnya tidak batal.
Inilah  Hukum Memberitahu  Tamu  Saat Shalat

#Landasan Hukum Fikih

Kalau seseorang shalat lalu ada tamu, sedangkan ia ingin sekkali tamu tersebut masuk kerumahnya dengan membaca Udkhuluha Bissalamin Aminin..maka hukumnya di tafsil jika orang yang shalat bertujuan membaca dan memberi tahu bahwa ia sedang shalat maka  shalatnya batal batal. Kenapa hal demikian tidak membatalkan shalat, sebab membaca al-qur’an itu tidak membatalkan shalat.

Kalau seseorang itu tidak bertujuan membaca al-qur’an hanya ingin memberi tahu bahwa ia sedang shalat maka shalatnya batal. Kerena hal itu termasuk kalam manusia.

Syarah, Ashabuna (Syafi’i) berpendapat yang menyebabkan shalatnya seseorang batal kalau berkata selain al-qur’an, dzikir dan do’a, sedangkan membaca al-qur’an dzikir dan doa tidak termasuk kalau yang bisa membatalkan shalat , hal ini ulama sepakat tidak ada perbedaan di dalamnya.

*Imam ibnu Hajar di Tanya oleh seseorang tentang shalat mengucapkan kata-kata subhanallah dan semacamnya kepada orang yang hendak mau masuk kerumahnya dan ucapan orang lainnya kerena untuk memberi tahusetelah selesai waktu membaca atau dengan berdzikir. Apakah itu bisa haram atau hukumnya di makruhkan?

Imam Ibnu  hajar memeberi komentar bahwa haldemikian tidak menghramkan bahkan tidak di makruhkan, akan tetapi di sunnahkan atau bahkan di wajibkan, sebagaimana yang telah di kemukakan oleh para ulama’. Kerena sesungguhnya mengingatkan ketika dalam shalat dengan sesamanya semisal membca tasbih, tamid atau yang lain itu bila untuk perkara yang wajib, maka hukumnya juga wajib, kalau untuk perkara yang Sunnah maka di suunahkan.

Kalau untuk perkara yang haram maka di haramkan, kalau untuk perkara makruh, maka di  makruhkan. Karena wasilah semuanya itu hanya wasilah (perantara) dan hukum wasilah itu sama seperti gukumnya perkara yang di ruju’.

Jika ini berlaku pada orang yang shlat juga berlaku juga pada orang lainnya dari jalan yang lebih utama. Pernjelasan ulama, jika bertujuan memberitahu atau berdzikir ketika shalat maka hukumnya di perbolehkan.

Semoga bermanfaat untuk kita semua .Aminn

Refrensi Hukum Fikih :  Al-Majumu’ Syarh Al-Muhaddzab juz 3 hal 84
                                          Al-fatawi Al-Fiqhiyah Al-kubra Juz I hal 168


Tag : Islam
0 Komentar untuk "Inilah Hukum Memberitahu Tamu Saat Shalat"

Back To Top