Media Informasi Islam Terkini

Inilah Hukum Berwudlu Dengan Air Kolam Yang Berubah Warna

Inilah Hukum Berwudlu Dengan Air Kolam Yang Berubah Warna

Sudah lumrah kalau Pondok pesantren yang besar khususnya, memiliki penampungan atau kolam air yang berfungsi untuk para santri yang hendak mandi, berwudlu’ atau mencuci pakaian, biasanya air itu berubah menjadi kehijau-hijauan, kecoklatan bahkan sampai menghitam dan putih, lebih-lebih kalau lama gak terpakai atau banyak lumutnya. kasus ini banyak terjadi di pondok-pondok besar, seperti Sidogiri Pasuruan, Miftahul Ulum, Pondok al-bukhori Ganjar malang. Lalu bagaimana status air tersebut apakah tetap suci menyucikan atau najis menurut pandangan fikih?

*Kalau menurut pandangan fikih hukumnya tetap suci menyucikan.

#Landasan Hukum Fikih

Air yang berubah karena lamanya tidak terpakai, maka tidak membahayakan maksudnya airnya tetap suci menyucikan, meskipun airnya sangat berubah warna seperti kecoklatan, kehijau-hijauan. Begtiu juga air tetap suci menyucikan walaupun perubahannya di sebabkan oleh tanah, lumut atau daun.
Air yang melebihi dua Kullah atau air yang ada di kolam apabila berubah karena lamanay tidak terpakai, berubah warna dan rasanya, apakah tetap menyucikan atau bahkan najis untuk di buat berwudlu’.

Perlu di ketahui kalau ada air yang berubah sebab lamanya diam karena tidak pernah terpakai atau memang tempatnya yang menjadi penyebab air itu berubah, maka tetap suci menyucikan air tersebut menurut para ulama’.

Kalau air itu mengalir seperti di sungai-sungai, lalu di ketahui air itu berubah sebab terkena barang najis maka hukumnya air tersebut najis.

Kalau air itu berubah sebab terkena barang yang suci lalu bercampur dengan perkara yang najis, dan masih di ragukan  penyebab perubahannya, apakah air ini berubah oleh perkara yang suci atau malah dengan perkara yang najis, maka air ini tidak di hukumi najis hanya di ragukan.

Alasan Tidak Di Perbolehkan Bersuci Memakai Air Musta’mal

mungkin di antra kita semua mengetahui bahwa kalau kita hendak berwudlu pasti menggunakan air suci yang menyucikan (Air mutlak) bukan air musta’mal air yang sudah di gunakan untuk bersuci.
MURSYID HASAN akan memberikan alasan kenapa air musta’mal tidak di perbolehkan di gunakan untuk bersuci, ini alasannya..

Menurut pendapat yang Ashoh, alasan tidak di perbolehkan karena air musta’mal itu sudah tidak di anggap sebagai air mutlak lagi, Namun, kalau menurut Muqobil Ashoh tetap di namakan air mtlak akan tetapi tidak di perbolehkan di gunakan untuk bersuci, karena air ini bersifat Ta’abbudi.

Dalam kitab At-Tahqiq yang di karang oleh Imam Nawawi menjelaskan bahwa air musta’mal tidak boleh di gunakan untuk bersuci lagi, karena air yang sudah di gunakan untuk bersuci statusnya bukan air mutlak lagi.

Sedangkan menurut pendapat yang lain,  air yang sudah di gunakan untuk bersuci itu tetap di namakan air mutlak, tapi tetap tidak di perbolehkan untuk bersuci.

Demikian artikel yang MURSYID HASAN jelaskan semoga bermanfaat bagi kita semua. Aminn..

Refrensi Kitab Kuning: Hasyiyah Bujairimi  Juz I hal 88
                                      Al-fatawi Al-Kubra  Taqiyuddin  Ibnu taimiyah Juz 1 Hal 215
                                      Hasyiyah Bujairi ‘Alal Khotib Juz 1 Hal 88


Tag : Islam
0 Komentar untuk "Inilah Hukum Berwudlu Dengan Air Kolam Yang Berubah Warna"

Back To Top