Media Informasi Islam Terkini

HUT Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus Dari kaum Santri Untuk Negara

HUT Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus Dari kaum Santri Untuk Negara

Gimana kawan kalau Tanggal 17 Agustus 2017, di laksanakn oleh kaum santri pastinya berbeda dengan kegiatan HUT yang di adakan di sekolah-sekolah lain, tapi, tetap santun, tegas dan rapi. Walaupun kaum santri yang lama di pondok, apalagi pelajar diniyah, masuk pondok langsung masuk di madrasah diniyah, tanpa mengenyam pendidikan formal, mungkin saja ada yang lulus smk itu pun bisa di hitung dengan jari, kebanyakan kaum santri diniyah raudlatul ulum I tamatan MI sederajat bahkan ada yang belum lulus, tapi, jangan di anggap remeh mereka tetap tampil semangat, tegas, rapi dalam kegiatan-kegiatan HUT .

 17 Agustusdi pagi hari suasana Komplek Pondok Pesantren Raudaltul Ulum I sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, bukan karena bangunannya, bukan juga bentuk Pesantrennya, melainkan pada hari dan tanggal itu khusunya santri Madrasah Diniyah Raudlatul Ulum I melaksanakn HUT Proklamasi kemerdekaan. 

Untuk prosesi Proklasmsi tidak jauh berbeda dengan sekolah-sekolah formal lainnya seperti mengibarkan sang saka merah putih, melakukan apel pagi, Namun di pagi itu ada sedikit perbedaannya dengan dengan sekolah lain, yakni kaum santri ini memakai sarung pondok, songkok putih dan baju putih, maklum siswa yang melakukan Hut ini dari madrasah diniyah pondok pesantren raudlatul ulum I.

Tidak banyak yang di lakukan dalam kegiatan HUT ini hanya mengibarkan bendara merah putih, menyanyikan Indonesia raya serta menyanyikan lagu Hubbul Wathon, ini semua semata-mata untuk merayakan kemerdekaan rakyat indonseia yang ke 73 serta untuk mengenang dan meneladani semangat perjuangan para suhada’ yang merelakan darahnya mengalir oleh senapan kaum penjajah demi kemerdekaan rakyat Indonesia ini.

Dalam sambutan kegiatan HUT proklamasi ini di pimpin oleh Gus Ato’ Lukman Hakim dalam sambutan beliau mengupas sedikit mengenai arti kemerdekaan, dalam sambutan beliau ”kalau zaman penjajah dulu rakyat Indonesia ingin sekali melepaskan diri dari para penjajah serta melepas darii kebodohan, kalau untuk sekarang rakyat Indonesia harus melepas dari kebodohan. Dan harus menjunjung tinggi rasa toleransi, bergotong royong. 

Untuk rakyat Indonesia jangan sampai melupakan para pejuang-pejuang yang rela memandikan darah demi kemerdekaan negara ini, khusunya para santri yang turut andil dalam memerdekakan negara ini seperti santri-santrinya KH Hasyim As’ari, Pangeran Patimura, KH wahid hasyim dan banyak lagi santri-santri yang lain.

Indonesia sejak dulu di kenal dengan sikap toleransi, gotong royong yang sangat kuat dan terpandang di Kalangan negara-negara sahabat, namun, ahir-ahir ini rasa toleransi  dan gotong royong ini mulai terkikis, padahal nenek moyong kita sudah menjalankan sikap .toleransi dan  gotong royong.

Semoga dengan adanya HUT kemerdekaan yang di lakukan oleh kaum santri bisa menyadarkan kaum santri, karena betapa pentingnya perjuangan itu dan betapa pentingnya kita hidup bersama dan jangan pecah-pecah sampai pecah-pecah. Kalau negara pecah maka akan rentan sekali pemberontakan masuk dan mengacak-ngacak negara ini.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Aminnn..







Tag : Liputan
0 Komentar untuk "HUT Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus Dari kaum Santri Untuk Negara"

Back To Top