Media Informasi Islam Terkini

Hukum Memutar Kaset Qira’ah Menjelang Shalat Jum’at

Hukum Memutar Kaset Qira’ah Menjelang Shalat Jum’at

Masjid merupakan  tempat ibadah bagi umat Islam, Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan-kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di Masjid. Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.

Banyak masjid-masjid yang tersebar di negara Indonesia, ketika hari jum’at kebanyakan para ta’mir masjid (pengurus masjid) memutar kaset Qiro’ah seperti Muammar Za dan yang lain, hal seperti ini untuk mengingatkan kepada warga sekitar bahwa sekarang waktunya menunaikan shalat jum’at.

Untuk pemutaran kaset Qira’ah biasanya hampir adzan di kumandangkan, mengingat banyak di dalam masjid para jama’ah menunaikan shalat tahiyyatul masjid ada juga yang khusu’ berdzikir kepada Allah Swt, kalau suara qira’ah itu mengganggu kekhusu’an para jama’ah di dalam masjid, bagaimana menurut kaca mata fikih menanggapi hal demikian?

*Menurut Kaca fikih hukumnya di perbolehkan selama tidak mengganggu kekhusyu’an jama’ah shalat jum’at atau kemaslahan lebih banyak di rasakan oleh jama’ah dari pada mafsadatnya. Kalau mafsadatnya lebih besar di rasakan oleh jama’ah jum’at dari pada kemanfataan mengeraskan suara Qori’ah, maka tidak di perbolehkan. 
 
Hukum Memutar Kaset Qira’ah Menjelang Shalat Jum’at

#Landasan Hukum Fikih

*Seorang jama’ah jum’at sedang membaca Al-Qur’an dengan suara yang agak keras, sedangkan jama’ah jum’at yang lain merasakan kemanfaatan dari bacaan al-qur’an tadi ada juga yang merasa terganggu, maka statusnya di perinci , kalau kemaslahan lebih di rasakan oleh jama’ah jum’ah maka membaca al-qur’an lebih utama, tapi, kalau sebaliknya maka hukumnya di makruhkan.

*kalau seseorang membaca tasbih, istigfar dan sebagainya pada malam hari sebelum waktu subuh atau adzan subuh di kumandangkan, maka ada sebagian ulama berpendapat, bahwa sesungguhnya hal demikian itu hukumnya tidak di perbolehkan kalau cara membacanya sangat keras, sehingga mengganggu warga sekitar yang lagi tidur.

Sebagian ulama yang lain berpendapat sesungguhnya membaca tasbih atau tahlil  hukumnya di perbolehkan, kerena di dalam tahlil ata tasbih tersebut mengandung unsur mengingatkan, sekalipun mengingatkan itu tidak tergolong dalam hukum-hukum syariat maka hukumnya tidak di sunnahkan, kalau hal seperti itu yakni membaca tasbih dengan niatan untuk mengingatkan atau membangunkan orang tidur untuk sahur, dan tidak ada mafsadah di dalamnya  maka di perbolehkan.

Inti dari pembahasan di atas tadi di perbolehkan menggunakan kaset untuk media pengingat bagi warga kalau shalat jum’at akan di mulai dengan rincian tidak ada Dloror atau mafsadah yang lebih besar maka di perbolehkan, 

Nb: Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan dan bersikap hati-hati, sebaiknya kaset qiro’ah untuk media pengingat,  di putar jam setengah 11 Wib. Atau satu jam sebelum shalat jum’at di lakukan, setelah jam 11 lebih sedikit hendaknya jangan di putar, lebih mementingkan para jama’ah agar lebih khusu’ dalam melakukan ibadahnya baik membaca tasbih, istigfar dan shalat tahiyyatul masjid.

Refrensi Kitab Kuning: Bughyatul Mustarsyidin Hal 66
                                      Al-Fighu ‘Ala Madzhabil arba’ah Juz 1 Hal 326




Tag : Islam
0 Komentar untuk "Hukum Memutar Kaset Qira’ah Menjelang Shalat Jum’at "

Back To Top