Media Informasi Islam Terkini

Hukum-Hukum Nadzar Dan Nadzar yang Di Perbolehkan

Hukum-Hukum Nadzar Dan Nadzar yang Di Perbolehkan

Orang  mukkalaf yaitu orang yang sudah di kenai hukum Syar’I seperti  kewajiban shalat, puasa, juga wajib menjalankan nadzar jika ia bernadzar dalam kebaikan umat atau kebaikan dirinya, maka wajib di penuhi. Kalau nadzar itu berupa keburukan atau keharaman yang akan menimpa dirinya maka tidak di perbolehkan memenuhi nadzarnya seperti kalau saya lulus ujian saya akan berjudi atau merompok. Nadzar yang makruh di lakuakn semisal kalau saya bisa melompat kepagar itu saya mau mencukur semua rambutku. Contoh nadzar yang di perbolehkan kalau saya sembuh saya akan sedekah ke masjid aatau saya akn shalat Sunnah 4 rakaat.

Hukum nadzar menurut para ulama merupakan ibadah sedangkan ulama yang lain menghukumi Sunnah sesuai dengan landasan yang ada dalam hadist, al-qur’an, ijma’ dan qiyas. Ada juga ulama yang menghukum nadzar itu makruh, karena ada dalil yang tidak memperbolehkan.. Namun arahannya pelarangan ini hanya untuk Nadzar lajaj.

Pengertian Nadzar Lajaj ialah menggantungkan  beribadah kepada Allah dengan melakukan perbuatan atau meninggalkan perbuatan seperti. Kalau saya bisa masuk kedalam rumahnya, mak saya akan beribadah kepada Allah atau kalau saya tidak melakukan perjalanan pada pagi ini maka saya akan beribadah kepada Allah. Nadzar ini bolehk di lakukan boleh meninggalkan tapi membayar kafarat sumpah.

Untuk lebih dalam pemahaman mengenai nadzar maka penulis, mengulang bahwa nadzar itu berupa kesanggupan seseorang untuk melakukan ibadah bukan ibadah fadlu ain semisal shalat fardlu. Orang yang di kenai hukum nadzar yaitu sudah mukkalf, rosyid (pandai berbuat).

Kalau seseorang bernadzar ketika saya sembuh akan bernadzar ibadah Sunnah di Masjidil Haram, Masjidil aqsa dan Masjid Nabawi, lalu orang tersebut sembuh maka ibadah terhadap sebagian masjid itu sudah di anggap mencukupi semisal hanya Masjid Nabawi saja atau Di Masjidil Haram saja. Kalau ia bernadzar untuk mendatang masjid selain tiga yang telah di sebutkan, amak pelaksanaan nadzar boleh di masjid  mana saja walapun masjid yang ia bangun sendiri.

Kalau ia bernadzar dengan berkata “kalau Allah membarikan harta berlebih dari hasil bumiku semisal panen tebu, sawit atau salak, saya akan memberikan harta panenku untuk kemaslahatan ka’bah, maka hasil panennya itu wajib di berikan untuk kemaslahatan ka’bah bukan kepada fakir miskinnya tanah Makkah.demikianlah uraian dalam kitab Muhadzab.


Refrensi Kitab:  Nihayatuzzain halaman 222
                            Fathil Mu’in


Tag : Islam
0 Komentar untuk "Hukum-Hukum Nadzar Dan Nadzar yang Di Perbolehkan"

Back To Top