Media Informasi Islam Terkini

Hak Asuh Anak Yang Paling Berhak Ketika Bercerai

Hak Asuh Anak Yang Paling Berhak Ketika Bercerai

Seseorang yang merawat, mendidik dan menjaga anak kecil yang belum bisa mengatur keadaan dirinya sampai usia mumayyis ini di namakan Hadlanah. Sedangkan Mumayyis sendiri yaitu usia anak kecil yang sudah bisa mengatur dirinya sendiri seperti bisa memakan, minum dan mandi sendiri, anak kecil yang sudah bisa mandiri seperti  ini akan beranjak ke usia Baligh.

Hak asuh yang paling berhak ketika anak belum beranjak usia Mumayyis yaitu ibu yang belum menikah lagi dengan orang lain, kalau ibunya telah tiada, maka hak asuh di ambil alih oleh ibunya ibu (nenek), ayahnya ibu (Kakek).

Seorang suami istri bercerai lalu memiliki anak, sedangkan anaknya sudah menginjak usia Mumayiss yaitu sudah bisa memilih yang bermanfaat untuk dirinya, maka hak asuhnya terletak pada pilihan anaknya, apakah si anak memilih ayah atau memilih ibu.

Kalau anak perempuan yang menjadi hak asuhnya, kebetulan anak perempuan  memilih ayah  untuk mendidik dan merawat dirinya, maka seorang ayah berhak melarang anak perempuannyanya untuk mengunjungi ibunya. Tetapi di perbolehkan bagi seorang ibu mengunjungi anak laki-lakinya atau anak perempuannya. Sedangkan anak perempuannya berhak di larang oleh ayahnya untuk mengunjungi ibunya kecuali anak laki-laki.

Untuk masa mengunjungi anak, maka bagi seorang ibu menurut adat kebiasaan masyarakat sekitar kira-kira 1 minggu satu kali, tapi kalau jaraknya terlalu jauh, cukup 1 bulan satu kali.

Kalau anak yang di asuh itu sakit, baik laki-laki atau perempaun, maka hak asuh sementara yang paling berhak yaitu ibu, Namun tetap meminta persetujuan dari mantan suaminya, kalau di perbolehkan di rawat di rumah ibu tidak apa-apa. Tapi kalau mantan suaminya melarang, sebaiknya bersabar, allah sangat suka terhadap orang yang bersabar, semoga Allah memberikan kebaikan atasmu..

Kalau anak laki-laki yang sudah menginjak usia mumayyis memilih ibunya untuk merawat dan mendidik, maka anak laki-laki itu berhak berada di rumah ibunya ketika malam tiba. Sedangkan untuk waktu pagi dan siang berada di rumah ayahnya. Atau jika anak wanita sudah menginjak usia mumayyis memilih ibunya maka anak wanita tersebut harus selalu berada di sisi ibunya. Bagi seorang ayah boleh mengunjungi anaknya menurut kebiasaannya dan ayah tidak di perbolehkan meminta anak di datangkan ke rumahnya kecuali ada udzur semisal sakit yang parah.

Kalau anak tidak memilih ayah dan ibunya dalam merawat dirinya, maka hak asuh jatuh terhadap  ibu, maka ibu lebih utama merawat anaknya. Kalau anak itu masih dalam masa penyusuan terhadap ibunya, ,maka ke tua orang tuanya yang sudah bercerai tidak di perbolehkan untuk menyapihnya sebelum menginjak usia dua tahun, tapi itu semua kalau ada bahaya, kalau tidak ada bahaya bagi si anak, maka tidak mengapa di sapih, boleh juga bagi si ibu menambah masa penyusuan melebihi dua tahun, sekiranya tidak ada bahaya yang timbul setelahnya.

Imam Al-Hanathi mengeluarkan fatwa bahwa tidak di sunnahkan melebihkan dalam masa penyusuan, kecuali adanya suatu hajat yang sangat di butuhkan.

Nb: Hak anak asuh yang di pilih oleh seorang anak untuk merawat diriyanya, maka saran penulis agar tetap menjalin silaturrahmi walaupun sudah bercerai, ini semata-mata di lakukan agar kondisi batin anak tidak terganggu dan masih merasa di sayangi oleh kedua pihak.

Demikianlah artikel yang bisa penulis paparkan semoga bisa bermanfaat untuk semuanya. Amin…
 

Tag : Islam
0 Komentar untuk "Hak Asuh Anak Yang Paling Berhak Ketika Bercerai"

Back To Top