Media Informasi Islam Terkini

Benda Najis Untuk Obat Penyembuhan, Bolehkah??

Benda Najis Untuk Obat Penyembuhan, Bolehkah

Sakit merupakan penyakit yang tidak di inginkan oleh setiap manusia dengan demikian jika terkena penyakit, maka mereka yang menderita akan selalu memeriksa penyakitnya agar cepat sembuh. Perawatan yang mahal, tanah, rumah sampai terjual demi kesembuhan penyakit yang di deritanya, fenomena ini banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Ada juga fenomena yang sedikit sekali terjadi di tengah-tengah masyarakat yakni, anjuran dokter untuk berobat menggunakan najis seperti mengkonsumsi darah, memakan cacing, babi, anjing.

Lalu bagaimana kaca mata fikih menanggapi hal demikian, mengingat kesembuhan penyakit hanya bisa di sembuhkan oleh barang najis tersebut.

*Imam Al-Bughawi berpendapat bahwa jika berobat menggunakan barang najis selama tidak memabukkan maka hal demikian boleh-boleh saja, tapi ada syaratnya yaitu tdak ada obat lain yang dapat menyembhkan, kecuali barang najis tersebut. Ini harus dari dokter islam yang ahli daam bidangnya.

#Landasan Hukum Fikih

*Benda najis boleh di buat obat selama tidak memabukkan ini pendapat yang Shohih, menueur satu pendapat huumnya tidak boleh, pendapat lain mengatakan boleh menggunakan obat najis asalkan air seninya hewan unta.

*Najis boleh di gunakan untuk obat kecuali menuman keras ini pendapatnya Imam Syafi’i dan pendaat yang telah di tetapkan di dalam kitab atau yang sudah di tulis di kitab dan di dukung oleh jumhul ulama’.

Menurut pendapat lain tidaak di perbolehkan benda najis di gunakan untuk obat, kerena ada hadist yang di riwayatkan oleh Ummu Salama.’sedagkan pendapat yang lain tidak boleh kecuali najis dari kencing unta karena ada dalil nash yang menjelaskan. Kedua pendapat ini di riwayatkan oleh Imam Rofi’i pendapat ini di nilai Syad (Langka). 

Pendapat yang sohih yaitu pendapatnya Imam Syafi’i boleh benda najis di gunakan untuk obat tapi ada syaratnya yakni tidak ada obat suci yang bisa sebagai penyembuh penyakit. Kalau ada obat yang suci maka haram menggunakan obat yang  najis, pendapat ini tanpa ada perbedaan ulama. Pendapat ini berdasarkan sebuah hadist ”Sesungguhnya Allah tidak menjadikan obat bagi kalian semua dengan sesuatu yang di haramkan, hadist ini dapat di fahami bahwa kalau masih ada benda yang suci maka haram menggunakan benda najis sebagai obat.

Syarat Bagi Dokter

Dokter yang menganjurkan pasiennya menggunakan obat dari najis yaitu dokter yang telah mengetahui tentang ilmu-ilmu kedokteran (Ahlinya) dan mengetahui tidak ada obat alternatif lain selain benda najis tersebut, atau mendapat informasi dari dokter lain yang adil bahwa pasien ini harus mengkonsumsi obat dari najis.

Perkataan dokter “ kalau kamu ingin cepat sembuh dari penyakitnya, maka gunakan obat dari najis. Kalau tidak mau meminum obat dari najis tersebut, maka tidak akan cepat sembuh. 

Dari perkataan dokter ini hukum di perbolehkan ada dua wajah yang kedua di riwayatkan oleh Imam Al-Bughawi. Beliau tidak mengunggulkan pada salah satu dari kedua wajah tersebut.

Demikian pemaparan yang dapat kami tulis semoga artikel ini bermanfaat bagi semuanya. Aminn..

Refrensi Kitab : Raudlatut at-Thalibin Juz 1 Hal 382
            Al-Majmu’ Syarh Muhadzab Juz 9 Hal 50


Tag : Islam
0 Komentar untuk "Benda Najis Untuk Obat Penyembuhan, Bolehkah??"

Back To Top