Media Informasi Islam Terkini

#Shalat Tarawih Tercepat Hanya 7 Menit, Bolehkah?

#Shalat Tarawih Tercepat Hanya 7 Menit, Bolehkah?

Ada sebuah ungkapan di kalangan para santri ”Shalat yang cepat, itu banyak jamaahnya, benarkah demikian. Penulis pernah mendengar langsung penuturan dari salah satu pimpinan sholat tarawih, mengenai  alasan mengapa shalat tarawih yang di pimpinanya terlalu cepat kira-kira 7 menitan , beliau menuturkan bahwa itu semua untuk menarik masyarakat sekita agar ikut shalat berjamaah, kalau tidak di gitukan masyarakat cenderung tidak mau shalat terawih mending berada di rumah nonton tv atau tidur, memang betul, jamaah tarawih yang di pimpin oleh beliau sampai ratusan bahkan ribuan, baik dari kalangan remaja, orang tua bahkan kakek-kakek. 

Jamaah terawih tercepat bukan hanya di desa sepanjang kecamatn gondanglegi kebupaten malang, tapi sudah menyebar keseluruh wilayah di Jawa Barat. Dan juga di pesantren Tarate Selatan di Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur juga menyelenggarakan salat tarawih tercepat.

Untuk pelaksanaan shalat tarawih yang berjumlah 20 rakaat ditambah tiga rakaat salat witir hanya di tempuh 10 menit saja. Bahkan shalat terawih ini sudah berjalan sejak puluhan tahun lamanya. Meski berdurasi sangat cepat, Namun sama sekali tidak mengurangi rasa khusyuk para jama’ah saat menjalankan salat tarawih.

#Lalu bagimana tanggapan hukum fikih mengenai hal demikian, mengingat seringnya bacaan dan gerakan imam yang terlalu cepat, sehingga banyak para jamaah shalat tarawih tertinggal dalam bacaan dan gerakan shalat tarawih?

*jika cepatnya gerakan dan bacaan  imam tersebut masih dapat di kategorikan tuma’nunah, maka shalatnya sah, jika tidak di kategorikan sebagai tuma’ninah, maka shalatnya tidak sah. 
#Solusi bagi jama’ah yang tertinggal bacaan imam, maka bagi makmum langsung melakukan ruku’ bersama imam sekalipun bacaan fatihahnya makmum belum selesai, apabila ia tidak menemukan waktu yang cukup di gunakan membaca surat al-fatihah dengan sempurna sebelum sang imam ruku’.

#Landasan Hukum Fikih

*Yang dinamakan Tuma’ninah ialah diam setelah bergerak Artinya ketengan anggota-anggota badan setelah gerakan turun untuk ruku’ dan sebelum gerakan bangkit dari ruku’. Oleh karena itu dikatakan, Tuma’ninah itu adalah tenang di antara dua gerakan. Berdasarkan dua pendapat ini, maka shalat tidak sah jika tanpa ada tuma’ninahnya.

* banyak sekali terjadi seorang imam shalat mempercepat bacaannya sehingga banyak sekali makmum tidak bisa membaca al-fatihah dengan sempurna sebelum imam ruku’. Maka makmum heendaknya ruku’ bersama imam serta makmum masih terhitung mendapatkan satu rokaat, sekalipun tertinggalnya itu terjadi di semua rokaat dalam shalat, karena ia sebagai makmum masbuk.

Allhamdulillah, Ahirnya artikel yang membahas mengenai shalat tarawih kilat sudah selesai. Semoga artikel yang singkat  ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Aminn…

Sumber Refrensi: Hasyiyah Al-Baajuri Juz 1 hal 152
                               Hasyiyah I'anatut Tholibin Juz 2 hal 42


Tag : Islam
0 Komentar untuk "#Shalat Tarawih Tercepat Hanya 7 Menit, Bolehkah?"

Back To Top