Media Informasi Islam Terkini

#Khutbah Jum’at Di Baca, Jama’ah Tidur..

#Khutbah Jum’at Di Baca, Jama’ah Tidur..

Sebagian rakyat indonesia merupakan orang-orang bertani, berdagang, kuli. Yang pekerjaan sangat membutuhkan tenaga extra keras serta melelahkan, Maka tak jarang kita temui saat sholat jum’at di mulai banyak di antara mereka yang tertidur, mungkin karena kecapean, atau karena ngantuk.
Salah satu rukun khutbah Yang paling mendasar yakni Khutbah jum’at harus di dengar oleh 40 jamaah yang bisa mengesahkan shalat jum’at Yakni orang yang menetap, Lalu bagaimana  hukum fikih menyikapi kasus sebagian jamaah jum’at tertidur, melihat syarat sahnya shalat jum’at khutbah harus di dengar oleh 40 orang yang mukim.
# Imam Ibnu Hajar, Imam Ar-Romli dan Ar-Rahmani  berpendapat bahwa hukumnya tidak sah.

#landasan Hukum Fikih

Belum bisa mencukupi memperdengarkan bacaan khutbah jum’at terhadap 40 orang jamaah secara perkiraan, dengan gambaran, sekira jama’ah jum’at  jika mendengarkan dengan betul-betul, tentu ia akan mendengar, ini menurut Ibnu hajar, karena menurut beliauDi syaratkan bacaan khutbah di dengar oleh 40 jamaah secara nyata. Imam Ar-Ramli berpendapat sudah mencukupi mendengarkan khutbah secara perkiraan, jadi menurut Imam Ibnu Hajar Dan Ar-Ramli sepakat tidak sah berkhutbah dengan suara pelan-pelan, ada suara gaduh sehingga bacaan khutbah tidak di dengar, jamaahnya orang tuli atau tertidur yang bisa mengahalangi mendengarkan rukun khutbah di dalam bacaan khutbah.

*Menurut Imam Zakariyah Al-anshori tidak apa-apa jamaah jum’at tidur ketika khutbah jum’at di baca, berbeda menurut sebagian ulama’ yang menyamakan orang tidur dengan orang yang tuna pendengarkan.
*Si kkotib harus benar-benar memperdengarkan kepada 40 orang jama’ah jum’at, gambarannya, suara si khotib harus di keraskan yang bisa di dengar oleh 40 jama’ah, jika si pendengar(Jama’ah jum’at) mendengrkan secara seksama. Ini merupakan masalah khotib memperdengarkan terhadap jamaa’h jum’at.
Imam Ibnu Hajar berkata ”kalau mereka tidak mendengar karena tidur, beda halnya dengan orang tuli atau jauh, dan beliau menyebutnya dengan sebaliknya dalam karya Hasyiyah At-Tharir, kemudian berkata,” tidak bisa mendengar khutbah jum’at karena adanya keramian menurut beliu itu tidak apa-apa, sedangkan tidur itu bisa  membahayakan kesahan shalat jum’at.

Imam Ar-Ramli berpendapat, saya berkata” melihat secara teksnya, bahwa yang bisa membahayakan adalah tidur yang sangat, bukan karena mengantuk, karena orang yang tidur ketika pembacaan khutbah jum’at seperti halnya orang yang sibuk dengan berbicara.

Demikianlah penjelasan artikel ini semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aminnn.

Refrensi Kitab :
 اسمد العينين في بعض الختلاف الشيخين هامش بغية المسترشدين .صحيقة :34
حشيتا قايوبى وعميرة الجزء3, صحيفة 70
حشيةالبجيرمى على الخطيب الجزء5, صحيفة 351


Tag : Islam
0 Komentar untuk "#Khutbah Jum’at Di Baca, Jama’ah Tidur.."

Back To Top