Media Informasi Islam Terkini

# KH Abdul Hamid Waliyullahnya Kota Pasuruan Jawa Timur

# KH Abdul Hamid  Waliyullahnya Kota Pasuruan Jawa Timur

Siapa yang tidak kenal dengan  Kh Abdul Hamid pasuruan, sosok waliyullah yang penuh  dengan ketawadlu’an, wibawah dan memiliki karomah, beliau di lahirkan di desa sumber girang kecamatan lasem jawa barat pada tahun 1333 hijriyah. Kh Abdul Hamid merupakan putra ke 4 dari 12 bersaudara dari pasangan Kh Abdullah dengan Sayyidah Roihana. Nama KH Abdul Hamid waktiu masih kanak-kanak yaitu Abdul Mu’thi kemudian setelah menunaikan ibadah haji bersama sang kakek yakni KH Siddiq Jember Nama beliau di ganti dengan nama H Hamid Ahmad.

Abdul mu’thi kecil merupakan bocah nakal yang selalu di warna dengan perkelahian baik dengan sesama temannya atau dengan orang china, bahkan suatu ketika Abdul Mu’thi kecil pernah menampar anak orang china yang berprilaku angkuh dan sombong sampai pingsan, suatu waktu orang china mencari keberadaan Abdul mu’thi untuk memberi pelajaran sebab telah menapar anaknya. Karena ayah beliau kawatir, ahirnya ayah beliau (KH Abdullah) memasukkan beliau ke pesantren rembang yang di asuh oleh KH Kholil Bin Harun menantu dari KH Bisri Samsuri Jombang.

Semasa Abdul Mu’thi kecil masih berada di rumahnya tidak banyak ilmu agama yang beliau tekuni hanya saja beliau lebih menekuni ilmu kanuragan yakni ilmu bela diri sehingga beliau lebih menonjokan ilmu kanuragannnya di banding ilmu agamanya, kerena ketika beliau di rumahnya hanya sekedar ilmu dasar yang beliau pelajari seperti al-qur’an.

Awal Mula KH Abdul Hamid Pasuruan Menimba Ilmu

Seringnya Abdul MU’thi membuat masalah dengan teman-teman sebayanya salah satunya penampar anaknya orang china, dengan kasus ini sehingga beliau di masukkan ke pesantren oleh ayahnya ke Kasingan Rembang, ini awal mula belau menimba ilmu di pesantren, Namun, tidak begitu lama beliau menimba ilmu di pesantren ini hanya sebentar kurang lebih 1 tahun, beliau di pindahkan ke pesantren tremas nama kecamatan kota pacitan, pesantren ini di asuh oleh KH Abdul Mannan, beliau menimba ilmu di pesantren tremas ini 12 tahun lamanya sehingga ilmu beliau tidak di ragukan lagi.
Pernikahan KH Hamid Pasuruan.

KH Hamid menimba ilmu di pesantren tremas sekitar 12 tahun lamanya, dengan kealiman dan ketawadluan beliau, lalu beliau di jodohkan dengan putrinya KH Qusyairi pada saat itu putri beliau masih tergolong sangat muda yakni 15 tahun, acara pernikahan KH Hamid Dengan Sayyidah Nafisah di selenggarakan pada tanggal 19 September 1940, KH Qusyairi merupakan  pamannya sendiri, pernikahan beliau dengan Sayyidah Nafisah di karuniai seorang putra yang beliau kasih nama Anas, Namun, Anas ini tidak  lama meninggal dunia, Lalu zainab putri ini juga meninggal dunia saat masih kecil, Lalu dikarunia putra ke 3 beliau beri nama Nu’man, putra beliau ini tumbuh sampai dewasa, lalu di susul dengan putra beliau Namanya Ahmad Nasih.

Kepribadian KH Abdul Hamid Pasuruan

!. berjiwa pemimpinan
2. pribadi Yang  Istiqomah
3. Pribadi Penyabar
4. Pribadi Yang Dermawan
5. Pribadi yang lembut dan penyayang
6. Pribadi Yang Bertawakkal
7. pribadi Yang Zuhud
8. Pribadi Yang tawadlu’

Kematian KH Abdul Hamid Pasuruan

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, setiap yang bernyawa pasti akan mati, semua orang pasti tahu kesedihan yang di alami jika ada salah satu keluarga, kerabat, teman, tokoh panutan yang sangat di kagumi meninggal dunia, 

Seperti halnya manusia biasa pada umumnya yang akan mengalami kematian seperti halnya para nabi, rasul, sahabat, serta ulama. Pada hari  Sabtu 9 Rabiul Awal 1403 H, bertepatan dengan 25 Desember 1982 M, Allah menapakkan sifat keagungan dan kekuasaan, Bahwa tidak ada yang bisa meninggal kccuali Allah, ini menjadi  puncak kesedihan yang sangat bagi penduduk kota pasuruan, sebab pada Hari itu, pengasuh pondok Pesantren Salafiyah serta ulama’ panutan penuh kewara’an, telah menghembuskan nafas terakhir. Inna lillahi wa inna lillahi raji’un.

Lautan manusia memadati rumah beliau untuk berbela sungkawa atas wafatnya ulama  Pasuruan jawa timur yang penuh karismatik dan  kesabaran

Umat pun menangis. Pasuruan seakan terhenti, bisu, oleh duka yang dalam. Puluhan, ribu orang berduyun-duyun membanjiri Pasuruan. Memenuhi relung-relung Masjid Agung Al-Anwar dan alun-alun kota, memadati gang-gang dan ruas-ruas jalan yang membentang di depannya. Mereka, dalam gerak serentak, di bawah komando seorang imam, KH. Ali Ma’shum Jogjakarta, mengangkat tangan “Allahu Akbar” empat kali dalam salat janazah yang kolosal. Allahumma ighfir lahu warhamhu, ya Allah ampunilah dosanya dan rahmatilah  beliau KH Hamid Ahmad.

Semoga Artikel ini bisa bermanfaat bagi kita semua serta semoga kita mendapatkan barokahnya beliau. Aminnn

Tag : profil ulama
0 Komentar untuk "# KH Abdul Hamid Waliyullahnya Kota Pasuruan Jawa Timur"

Back To Top