Media Informasi Islam Terkini

#Inilah Hukumnya Luka Di Perban Saat Hadast

#Inilah, Hukumnya Luka Di Perban Saat Hadast

Nah, ketemu lagi di artikel yang membahas masalah hukum memakai perban saat hadast, untuk artikel kali ini tidak jauh berbeda dengan artikel-artikel sebelumnya, Cuman Untuk artikel kali ini membahas permasalahn yang umum terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Wadlu’ atau tayammum merupakan syarat yang bisa mengesahkan shalat, mayoritas umat yang beragama islam saat hendak berwudlu atau tayammum, pasti menginginkan yang sempurna basuhannya. Tapi melihat fenomena yang terjadi di tengah-tenganh masyarakat ketika anggota basuhannya terkena luka pada anggota wudlu’, kebanyakan para dokter, luka yang parah atau bengkak pasti di perban.

Dalam kitab Kifayatul Akhyar Juz 1 hal 38 “Syarat-Syarat pemakaian perban yaitu harus di pasang ketika dalam keadaan suci. Kasus yang terjadi yakni para dokter ketika mengobati luka yang berada di area basuhan wudlu langsung di Plester (Perban) yang tidak boleh di buka sebelum luka itu sembuh, sedangkan saat melakukan pemasangan perban tidak dalam keadaan suci/ Najis. Apakah diperbolehkan memasang perban dalam keadaan hadast?

*kalau menurut Imam Syafi’I pendapat ini beliau  ambil hukumnya sangat berhati-hati “ kalau seorang berwudlu sedangkkan anggota basuhan wudlu’ terkena luka lalu oleh tabibi di perban, sedangkan ia mau berwudlu takut untuk mengusap perbannya.

Kalau menurut imam Hanafi Dan Imam Malik kalau anggota yang sakit lebih sedikit dari pada anggota wudlu yang sehat, maka cukup membasuh anggota wudlu yang sehat (tidak Luka) dan di sunnahkan mengusap anggota yang sakit. Kalau anggota yang sehat lebih kecil maka di wajibkan bertayammum.

#Landasan Hukum Fikih

*Apabila ada kebutuhan untuk melepas    perban sebagaimana yang di sebut di kitab Muhadzab maka wajib menngqodlo shalat dan mengusapkan dengan air ini menurut qoul yang mashur karena hal ini tidak serupa dengan pemakaian muzah (sepatu). Pendapat kedua tidak perlutidak perlu mengqodlo shalat kalau ada udzur.

Kalau menurut imam Nawawi yang beliau nukil dari kitab muhadzab jika waktu pemasangan perban itu dalam keadaan suci maka tidak perlu mengulangi shalatnya, kalau tidak suci wajib mengulang. Menurut yang terpilih tidak wajib mengulang.

*jika seseorang terkena luka di bagian anggota yang di wajibkan untuk di basuh, maka menurut pendapat yang paling shahih yaitu bertayammum pada saat membasuh anggota yang terkena luka, sedangkan untuk anggota lain yang sehat tetap wudlu’. Semoga bermanfaat.aminnn

Refrensi Kitab: Al-Mizanul Kubra Juz 1 Hal 130
                           Al-Qulyubi Juz 1 hal 97 Dan Hal 84




Tag : Islam
0 Komentar untuk "#Inilah Hukumnya Luka Di Perban Saat Hadast"

Back To Top