Media Informasi Islam Terkini

#Inilah Hukumnya Bersa'i Menggunakan Escalator

#Inilah Hukumnya Bersa'i Menggunakan Escalator

Melakukan ibadah haji bagi orang islam hukumnya wajib, Tapi, bagi orang islam yang mampu, mampu di sini lebih umumnya mampu membayar, kalau mampu melakukan, kebanyakan para jama’ah haji  asal Indonesia mampu melakukan ibadah haji, walaupun umurnya di atas lima puluh tahunan, kerena tekat dan keinginan yang kuat ahirnya dengan susah payah bisa melakukan ibadah haji dengan baik, walaupun masih memerlukan bantuan dari orang lain. 

Dengan adanya kendala seperti ini pemerintah Arab Saudi berencana membuat jalur perjalanan antara shafa ke marwah menggunakan escalator untuk para jamaah yang melakukan ibadah sa’I (lari kecil), alat ini berfungsi mempermudah jamaah yang usianya sudah tua, sehingga lebih muda dan menghindari hal-hal yang tidakdi inginkan semisal kecapean yang sangat atau tersenggolan dengan jamaah lain yang besar. 

Kalau alat escalator ini sudah siap untuk di rancang dan di gunakan untuk calon jama’ah haji. Apakah sudah mengesahkan melaksanakan sa’I  dengan menaiki escalator tanpa berjalan kaki sebagaimana kasus di atas, kalau sudah mengesahkan apakah masih di sunnhkan lari-lari kecil di atas escalator.

*Menurut Imam Syafi’I di perbolehkan secara mutlak. Sedangkan lari-lari kecil di atas escalator hukumnya tetap di sunnahkan.

#Landasan Hukum Fikih

*Menurut Imam Syafi’I seandainya ada seseorang melakukan ibadah sa’I dengan mengendarai hewan tunggangan, maka hukumnya di perbolehkan dan tidak bisa di hukumi makruh. Akan hal itu meninggakan keutamaan (Khilaful Aula) dan ia tidak berkewajiban membayar Dam. Pendapat ini di kemukakan oleh Anas Bin Malik dan Ato’ dan Mujahit”.

*Orang yang melakukan lari-lari kecil atau sa’I hendaknya berjalan kaki dan tanpa sepatu atau sejenisnya, apabila aman dari najis dan mempermudah bagi dirinya serta ia dalam keadaan suci, dan menutup aurat.

Tidak di hukumi makruh jika sa’I menaiki kendaraan ini menurut kebanyakan ulama’ dasar ini mengikuti pendapat yang tertera di dalam kitab Majmu Syarh Muhadzab, tetapi Imam At-Turmudzi meriwayatkan dari imam Syafi’I hukumnya makruh terkecuali ada udzur.

Menurut pendapat yang mu’tamat hukumnya tidak di makruhkan, akan tetapi hukumnya keluar dari keutamaan, karena ada keterangan di muka bahwa ketika bersa’I hendaknya jalan kaki, kalau semisal berkendara ketika bersa’I tanpa adanya kebutuhan (Udzur), maka tetap tidak di makruhkan menurut kesepakatan ulama’ sebagamana penjelasan dalam kitab Majmu’ Syarh Muhadzab.

Kalau keterangan dalam kitab Jami’u At-Turmudzi yang di riwayatkan oleh Imam Syafi’I hukumnya makruh kalau bersa’I mengendarai hewan tunggangan atau sejenisnya, kecuali ada udzur.

Demikian uraian hukum yang berkenaan dengan sa’I menggunakan escalator. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. Aminnn..

Refrensi Kitab: Majmu' Syarh Muhadzab Juz 8 Hal 77
                            Tuhfatul Muhtaj Juz 3 Hal 101




Tag : Islam
0 Komentar untuk "#Inilah Hukumnya Bersa'i Menggunakan Escalator"

Back To Top