Media Informasi Islam Terkini

#Inilah Hukum Shalat Di Atas Kendaraan

# Inilah Hukum Shalat Di Atas Kendaraan

Shalat merupakan rukun islam yang ke dua, setiap orang islam selama bisa bernafas hukumnya  wajib. Shalat merupakan ibadah wajib yang dilakukan oleh orang islam. Di awali dengan takbir dan di ahiri dengan salam dengan mengerjakan syarat dan rukunnya.

Seseorang yang berkeinginan untuk melakukan perjalanan jauh terkadang menempuh perjalanan dengan mengendarai bus atau kereta api, terkadang saat kita mengendarai angkutan umum seperti kereta api atau bus waktu shalat telah masuk sehingga untuk menunaikan shalat dengan sempurna tidak bisa, mau turun untuk sekedar shalat pastinya tidak memungkinkan.

Lalu bagaimana jika meninggalkan shalat wajib dengan alasan tidak mampunya mengerjakan shalat dengan sempurna, sebab berada di atas kendaraan, 
Ataukah masih diwajibkan untuk mengerjakan shalat? Lalu bagaimana solusinya?

*tidak di perbolehkan meninggalkan shalat tetap wajib shalat sebisanya, dalam rangka menghormati waktu shalat (Lihurmatil wakti) nanti setelah tiba ketempat tujuan hendaknya di qodloi.
Untuk solusinya tetap mengerjakan shalat semampu dan sebisanya di dalam kendaraan umum dengan niatan menghormati waktu shalat (Lihurmatil Wakti).

#Landasan Hukum Fikih

Santri-Santrinya Imam Syafi’I berpendapat bahwa kalau waktu shalat telah masuk sedangkan musolli (orang yang mau melakukan shalat) berada di dalam perjalanan, sedangkan ia kawatir seumpama turun untuk melakukan shalat dengan sempurna pasti akan tertinggal kendaraannya atau takut berpisah dengan teman-temannya sebab tidak tahu jalan.

Solusinya  ia tetap tidak di perbolehkan untuk meninggalkan shalat serta tidak di perbolehkan mengerjakan shalat di luar waktunya, akan tetapi wajib melakukan shalat di dalam kendaraan dengan niatan lihirmatil wakti  dan jika ia sampai ketempat tujuannya semisal rumahnya sendiri atau kerabatnya, hendaknya untuk mengulangi shalat.

kenapa kok demikian? Sebab shalat di kendaraan dengan cara sebisanya denga niatan lihurmatil wakti, itu tergolong udzur yang nadir (langka).

Untuk kasus mengqodloi atau mengulangi shalat yang di kerjakan di kendaraan masih terjadi dua kemungkinan

Pertama: tidak wajib mengulangi shalat, sebab hukumnya sama dengan shalat khouf (karena kuatir)
Kedua: wajib mengulangi shalat, sebab kasus seperti ini langka.

Semoga bisa bermnfaat untuk kita semua. Aminnn

Refrensi Kitab: Majmu’ Syarh Muhadzab Juz 3 Hal 223


Tag : Islam
0 Komentar untuk "#Inilah Hukum Shalat Di Atas Kendaraan"

Back To Top