Media Informasi Islam Terkini

#Hukum Sabun Sebagai Pengganti Debu. Bisakah?

#Hukum Sabun Sebagai Pengganti Debu. Bisakah?

Sabun merupakan alat untuk membersihkan tubuh dan pakaian, setiap kotoran bisa saja di bersihkan menggunakan sabun karene sabun lebih cepat menghilangkan kotoran yang menempel di baju, pakaian dan sejenisnya. 

Fakta membuktikan bahwa banyak orang yang hidup di perkotaan atau pedesaan memelihara anjing. Tahu sendiri kan bagaimana cara menyucikan benda yang terkena najis anjing. Ironisnya banyak masyarakat yang hidup di perkotaan atau pedesaan saat memegang atau tidak sengaja bersentuhan dengan anjing, hanya membasuh dengan sabun. 

Masyarakat beranggapan bahwa sabun yang lazim di gunakan merupakan alat pembersih, baik pembersih dari kotoran atau terkena najis anjing, karena masyarakat beranggapan menggunakan sabun itu sangat praktis dan bisa menghilangkan semua bentuk najis. Lalu apakah “Sabun” dapat mengganti debu sebagai penghilang najis Mugholladoh?

*Menurut qoul Adhar sabun tidak bisa menghilangkan najis mugholladoh  serta tidak bisa menggantikan debu sebagai alat pembersih najis mugholladoh. 

#Landasan Hukum Fikih

Namun di artikel kali ini menguraikan  tida pendapat yang berkenaan dengan sabun sebagai alat untuk membersihkan najis mugholladzoh.
a. Sabun bisa menjadi pengganti debu sebagai alat  pembersih najis mughollladzoh seperti dalam kasus menyamak, sebab dalam menyamak selain daun tawas atau daun akasia bisa mengganti dan juga seperti istinjak boleh dengan selain batu.
b. menurut Sebagian ulama’ boleh menggunakan sabun , kalau pakaian yang akan di bersihkan mudah sekali rusak, Namun kalau yang terkena najis itu benda pecah belah atau benda yang tak mudah rusak, maka debu sebagai syarat pertama untuk menghilangkan najis mugholladzoh, seperti mencuci bejana, piring atau gelas.
c. Menurut qoul Adz-har sabun tidak bisa mengganti debu sebagai alat pembersih najis mugholladzoh, pendapat ini berdasarkan hadist habi bahwa najis anjing hanya bisa di sucikan menggunakan debu saja. Maka selain debu tidak bisa mengganti, seperti halnya tayammum tidak bisa di ganti dengan selain debu.

Hadist nabi yang menganjurkan menggunakan debu untuk menghilangkan najis mugholladzah
Dari Abu Hurairah nabi Muhammad bersabda: "Wadah yang terkena jilatan anjing hanya bisa di sucikan menggunakan tujuh air, salah satunya di campur dengan debu

Alasan menggunakan debu”Virus-Virus yang terdapat di tubuh anjing itu sangat lembut dan kecil, semakin kecil ukuran mikroba, virus itu semakin efektif menempel pada wadah yang terkena sentuhan anjing. Air liur anjing itu mengandung cacing pita, menurut penelitian para ilmuan masa kini cacing pita itu hanya bisa di musnakan hanya dengan debu.

Demikianlah penjelasan mengenai hukum sabun tidak bisa di gunakan sebagai alat pembersih najis mugholladzoh.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Aminnn

Refrensi kitab: شرح الوجيز جزء 1 صحيفة262

  

Tag : Islam
0 Komentar untuk "#Hukum Sabun Sebagai Pengganti Debu. Bisakah?"

Back To Top