Media Informasi Islam Terkini

#Hukum Menyemir Rambut Bagi Jama’ah Haji.

#Hukum Menyemir Rambut Bagi Jama’ah Haji.

Siapa  yang tidak mau naik haji, mayoritas semua manusia yang beragam islam serta mempunyai fikiran, pasti menginginkan naik haji bahkan ada yang mencicil dari sejak usia dini hanya ingin memenuhi panggilan Allah Yakni pergi ke Baitullah.

Dalam melakukan ibadah haji ada aturan-aturan yang harus di patuhi salah satu contoh menghindari sesuatu yang haram di lakukan oleh para jama’ah haji semisal menutup kepala dengan kain yang berjahit, aturan ini berlaku bagi jama’ah laki-laki dan perempuan. 

Dan ada pula kewajiban yang harus di lakukan oleh para jama’ah haji contohnya mencukur rambut (Tahallul), Sa’I dan tawaf. Lalu kalau perbuatan yang di haramkan bagi jama’ah haji di lakukan, maka sangsinya bisa berupa bayar Dam atau Fidyah.

Untuk itu bagi para jama’ah haji harus berhati-hati dalam melakukan aktifitas ibadah haji, supaya ibadah haji yang di lakukan bisa menjadi haji yang Mabrur.
#Semisal ada jam’ah haji menyemir rambut kepalanya, apakah semir itu termasuk penghalang yang mewajibkan bayar Fidyah (Tebusan).

*Semir bisa termasuk hal-hal yang menghalangi kepala, dan harus bayar fidyah, kalau sekira semir rambut itu bisa menutupi rambut kepala, Jika tidak menutupi kepala maka hukumnya tidak apa-apa. Biasanya semir yang temasuk penghalang ialah menyemir rambut yang terlalu tebal.

#Landasan Hukum Fikih

Perkara yang mewajibkan untuk membayar fidyah ialah sekira perkara itu yang bisa di anggap menutupi kepala (Semir yang terlalu tebal).

Seandainya ada jama’ah haji kepalanya di poles dengan tanah liat  yang tebal atau dengan salep obat luka kalau itu tebal maka wajib bayar fidyah, kalau meletakkan tangan di atas kepala, menaruh keranjang di atas kepala maka tidak apa-apa.

Yang di kenai hukum membayar fidyah dalam hal menutup kepala itu tidak semua kepala tertutupi, sebagaimana tidak di syaratkan dalam membayar fidyah sebab mencukur rambut, harus mencukur rambut secara keseluruhan.

Akan tetapi wajib membayar fidyah dengan sebab menutup kepala sekira sesuatu yang bisa di maksudkan menutupi. Seperti contoh menutup dengan surban dan mengikatnya pada bagian yang luka dan semacamnya. Sedangkan batas perkara yang mewajibkan fidyah adalah menutup dengan sesuatu yang bisa di sebut dengan satir (penutup) baik penutupan kain itu secara keseluruhan atau hanya sebagian.

*Seandainya orang yang sedang ihram itu di poles dengan tanah liat, obat luka di poles yang tebal atau semacamnya sekira termasuk perkara yang menutupi kepala, maka hukumnya di Tafsil (Perinci).
Kalau polesan itu tipis yang tidak menutupi rambut kepala maka tidak apa-apa. Kalau sekira polesan itu tebal, maka wajib bayar fidyah.

Demikian artikel ini semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Aimn…

Refrensi Kitab : Kifayatul Akhyar Juz 1 Hal 228
                            Al-Yaqutun Nufus Hal 340


Tag : Islam
0 Komentar untuk "#Hukum Menyemir Rambut Bagi Jama’ah Haji."

Back To Top