Media Informasi Islam Terkini

#Bolehkah? Penuntut Ilmu menerima harta zakat,

#Bolehkah? Penuntut Ilmu menerima harta zakat,
Semakin berkembangnya teknologi informasi dan maraknya kasus-kasus yang merusak martabat generassi muda indonesia, para orang tua mulai khawatir untuk mencarikann pendidikan yang  baik dan  layak bagi anaknya. Supaya kelak anaknya bisa menjadi generasi yang berbudi luhur serta mengerti akan ilmu-ilmu agama dan ilmu umum.

Tak heran jika zaman sekarang ini banyak orang tua yang memasukkan anak-anak nya ke pesantren, guna mendapatkan ilmu yang bermanfaat serta bisa menata hati menjadi lebih baik, itu harapan orang tua...

Terkait kasus seorang penuntut ilmu apakah ia di perbolehkan menerima harta zakat?

*Menurut pendapat yang lebih masyhur di perbolehkan bagi seorang penuntun ilmu untuk menerima harta zakat, Namun, ada syaratnya yakni harus belajar sungguh-sungguh dan ilmu yang ia pelajari minimal ilmu yang sebangsa fardu kifayah.

#Landasan Hukum Fikih

Menurut para ulama’ seandainya seseorang bisa mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang layak baginya, akan tetapi ia masih sibuk mencari ilmu agama, Kalau seandainya ia memilih bekerja otomatis  ia tidak mendapatkan ilmu, seandainya ia memilih mencari ilmu maka ia tidak bisa mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhannya, Maka bagi berhak mendapatkan harta zakat sekira memilih menekuni ilmu.

Kalau dalam menuntut ilmu seseorang itu selalu bermalas-malasan serta tidak sungguh mencari ilmu, maka baginya tidak halal menerima harta zakat.

Imam Ad-Darimi mengklasifikasikan kasus di atas menjadi tida hukum

Pertama, penuntut ilmu berhak mendapatkan harta zakat sekalipun ia mampu bekerja
Kedua, Tidak berhak mendapatkan harta zakat secara mutlak
Ketiga, kalau memang ia bisa di andalkan dengan ilmunya serta bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dengan ilmu yang ia perolehnya, maka baginya berhak mendapatkan harta zakat.

Barang siapa yang selalu melakukan ibadah sunnah serta ia tidak bekerja lantaran takut pekerjaannya itu mengganggu aktifitasnya bekerja, maka ia tidak berhak mendapatkan harta zakat. Beda halnya dengan orang yang menuntut ilmu, karena bagi penuntut ilmu kelak ilmunya bisa bermanfaat bagi orang lain, sedangkan seseorang yang selalu beribadah sunnah itu manfaat untuk dirinya bukan ke orang lain.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Aminnn

Refrensi Kitab: Majmu’ Syarh Muhadzab Juz 6 Hal 190. 


Tag : Islam
0 Komentar untuk "#Bolehkah? Penuntut Ilmu menerima harta zakat,"

Back To Top